PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DAN SOLUSINYA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA

233 Lihat

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Semua orang menyadari bahwa pendidikan adalah poros utama

kemajuan suatu peradaban, semakin baik mutu pendidikan maka akan semakin pesat kemajuan sebuah peradaban, begitu pula sebaliknya. Lebih spesifik lagi dalam Islam pendidikan tidak hanya dipandang pada batas bangku sekolah atau kuliah semata, akan tetapi pandangan Islam jauh lebih luas yaitu pendidikan sepanjang hayat. Al-Qur’an dan hadits adalah sumber utama dinul Islam. Semua urusan agama selalu di kembalikan kepada keduanya, maka setiap muslim wajib mempelajari Al-Qur’an dan Hadits sesuai dengan kemampuannya. Dalam kontek kemampuan Islam, Al-Qur’an dan hadits tidak bisa ditinggalkan. Semakin mendalam pengetahuan seseorang tentang Al-Qur’an dan hadits semakin baik kemampuannya dalam memahami agama ini. Maka di sini para ulama’ salaf meletakkan Al-Qur’an dan hadits sebagai dasar utama yang harus dipelajari sebelum mempelajari ilmu yang lain.

Telah diyakini bersama bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, begitu pula hadits berbahasa Arab. Tapi sangat disayangkan mayoritas muslim tidak menguasai dan memahami bahasa Arab, padahal kitab suci mereka berbahasa Arab. Memang sudah ada Al-Qur’an terjemah dan banyak pula hadits-hadits yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, akan tetapi masih banyak kitab-kitab referensi yang belum diterjemahkan. Lebih- lebih lagi dalam bahasa Arab banyak kata yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maknanya tidak dapat terwakili.

Bahasa Arab dan Al-Qur’an bagikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya. Mempelajari bahasa Arab adalah syarat wajib untuk menguasai isi Al-Qur’an. Dan mempelajari Al-Qur’an berarti mempelajari bahasa Arab. Dengan demikian peranan bahasa arab disamping sebagai alat komunikasi manusia sesamanya juga komunikasi manusia sesamanya juga komunikasi manusia beriman kepada Allah,  yang terwujud dalam bentuk shalat dan doa￾doa. (Tayar Yusuf dan Saiful Anwar, 1997 : 188) Mempelajari bahasa Arab tidaklah semudah seperti mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya berbagai faktor diantaranya adalah faktor linguistik dan faktor psikologis. Sebagian siswa kurang memperhatikan atau bahkan pesimis mempelajari bahasa Arab. Hal ini d oleh Karel M. Steen Brink yang mengemukakan pendapatnya bahwa “Bahasa Arab sangat sukar dipelajari karena kurangnya penghargaan sosial di masyarakat, disamping strukturnya yang komplek juga pendekatannya yang kurang “ (1986 : 176) Melihat betapa pentingnya bahasa Arab sebagaimana tersebut di atas, maka SMP Muhammadiyah 10 Surakarta sebagai lembaga Islam yang bergerak dalam bidang pendidikan dan da’wah, berusaha untuk ikut berperan dalam menyebarkan dan melestarikan misi da’wah Rasulullah SAW. Sekolah tersebut mengajarkan kepada para siswanya untuk dapat menguasai bahasa Arab dengan baik dan benar. Permasalahan yang dihadapi adalah, cara meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta. Bahasa Arab oleh sebagian besar siswa dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit, mereka memandangnya sebagai mata pelajaran yang menakutkan, hal ini diindikatorkan dengan rendahnya nilai mata pelajaran bahasa Arab dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Ini merupakan suatu bentuk tantangan yang harus segera diupayakan pemecahannya oleh semua pelaksana pendidikan di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta, khususnya para guru mata pelajaran bahasa Arab. Hal tersebut yang mendorong kuat penulis untuk mengkaji lebih lanjut dengan judul “Problematika Pembelajaran bahasa Arab dan Solusinya Pada siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010”

B. Penegasan Istilah

Skripsi ini berjudul tentang “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab

dan solusinya pada siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta

Tahun Ajaran 2009/2010”. Judul yang sederhana ini perlu penegasan, untuk

menghindari adanya kesalah-pahaman dalam mengartikan, dan akan lebih

mudah dipahami setelah dijelaskan lebih lanjut secara terperinci, sebagai

berikut :

1. Problematika

Sebagaimana tercantum dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia,

problematika bermakna hal-hal yang menimbulkan permasalahan yang

belum bisa dipecahkan (permasalahannya) (Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan, 1988: 701).

Problematika yang dimaksud dalam judul ini adalah masalah yang

dihadapi guru dan murid dalam proses pembelajaran bahasa Arab di

sekolah.

2. Pembelajaran

Sudjana (2000 :8) mengatakan, bahwa pembelajaran dapat diberi arti

sebagai setiap upaya yang sistematik dan disengaja oleh pendidik untuk

menciptakan kondisi-kondisi agar peserta didik melakukan kegiatan

dengan pendidik yang melakukan kegiatan membelajarkan. Dalam

pembelajaran terjadi interaksi antara guru dan siswa, di satu sisi guru

melakukan sebuah aktivitas yang membawa anak ke arah tujuan, lebih dari

itu anak atau siswa dapat melakukan serangkaian kegiatan yang telah

direncanakan oleh guru yaitu kegiatan belajar yang terarah pada tujuan

yang ingin dicapai.

3. Bahasa Arab

Syaikh Musthofa Al-Ghulayani dalam bukunya bahasa Arab lengkap

dengan terjemahannya “Jamiuddurus Arobiyah” mendefinisikan bahasa

Arab sebagai berikut :

اَللُّغَةُ اْلعَرَبِيَّةُ هِيَ اْلكَلِمَاتُ الَّتِى يُعَبَّرُهَا اْلعَرَبُ أَغْرَاضِهَمْ

Bahasa Arab adalah : kalimat yang dipergunakan bangsa Arab dalam

mengutarakan maksud dan tujuan.

Bahasa Arab ini termasuk salah satu bidang studi Pendidikan Agama

Islam yang diajarkan di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta. Dengan

demikian yang dimaksud dari “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab

dan Solusinya Pada Siswa Kelas VIII di SMP Muhammadiyah 10

Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010” adalah usaha mempelajari dan

menyelidiki kegiatan atau proses tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa

Arab dan solusi terhadap permasalahan yang muncul berkenaan dengan

proses pelaksanaan belajar mengajar bahasa Arab yang ada di SMP

Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut :

Apa problematika pembelajaran bahasa Arab pada siswa kelas VIII di SMP

Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010 dan bagaimana

solusinya?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah :

Untuk mengetahui problematika pembelajaran bahasa Arab pada siswa kelas

VIII di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta tahun ajaran 2009/2010 dan

menemukan solusi dari problematika tersebut.

E. Manfaat dan Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat baik secara teoritis

maupun praktis sebagai berikut :

1. Sebagai sarana memperluas khazanah pengetahuan peneliti khususnya

dan orang yang berinteraksi langsung dengan pendidikan pada

umumnya tentang problematika pembelajaran bahasa Arab khususnya

di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta.

2. Sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi bagi SMP Muhammadiyah

10 Surakarta, khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab

3. Sebagai bahan pijakan bagi penelitian lebih dalam lagi tentang

problematika pembelajaran bahasa Arab

4. Sebagai bahan referensi bagi pihak atau instansi yang

membutuhkannya.

 

F. Tinjauan Pustaka

Dalam penelaahan kepustakaan dimaksudkan untuk mendapatkan

informasi secara lengkap serta untuk menentukan tindakan yang akan diambil

sebagai langkah penting dalam kegiatan ilmiah (Joko Subagyo, 1997: 109).

Penelitian ini merupakan penelitian pendidikan, yaitu tentang

problematika pembelajaran yang dihadapi dalam proses belajar mengajar,

berikut peneliti cantumkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan

sekaligus menjadi alasan mengapa penelitian ini layak dan menarik untuk

dilakukan :

1. Zaenal Anshor, (UMS, 2001) dalam penelitiannya yang berjudul “Usaha￾usaha guru dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Arab studi kasus di

pondok pesantren ta’mirul Islam Surakarta tahun ajaran 2001/2002”

dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan kualitas

pembelajaran bahasa Arab harus memenuhi beberapa hal diantaranya

adalah sebagai berikut :

a. Formal yaitu : menggunakan metode yang sebaik-baiknya dan

disertai dengan fungsi-fungsi terhadap siswa atau santri.

b. Non formal yaitu : wajib berbahasa Arab dalam keseharian santri,

yaitu dengan mengikuti kegiatan bahasa seperti : mufrodat,

muhadoroh, muhawaroh tiga bahasa : Arab, inggris dan bahasa

Indonesia.

2. Sriwiji, (UMS, 2001) dalam penelitiannya yang berjudul “Problematika

pengajaran muhadatsh pada santriwati kelas II MTs, PPMI As-Salam

Surakarta tahun ajaran 2001/2002”, dalam kesimpulannya menegaskan

bahwa, problematika pembelajaran bahasa Arab dengan metode

muhadatsah menemui dua problem, yaitu problem linguistik dan problem

sosial psikologi pada anak.

3. Agus Mulyadi, (UMS, 2007) dalam penelitiannya yang berjudul

“Problematika pengajaran bahasa Arab di MTs pondok pesantren Al￾Mujahidin Surakarta tahun peajaran 2005/2006” menyimpulkan bahwa

problematika pengajaran bahasa Arab di pondok pesantren Al-Mujahidin

Surakarta meliputi :

1. Belum ada buku pedoman yang jelas

2. Kurang perhatian santri ketika guru menerangkan

3. Faktor tenaga pendidik (metode pengajaran yang kurang

bervariasi)

4) Faktor lingkungan pondok

Berdasarkan pada beberapa penelitian di atas, tampak belum ada yang

meneliti tentang : “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab dan solusinya

pada siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Ajaran

2009/2010”. Dengan demikian masalah yang diangkat dalam penelitian ini

memenuhi unsur kebaruan.

 

G. Metode Penelitian

Agar dalam penelitian mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan

penelitian, maka perlu menggunakan metode-metode penelitian yang sesuai

pula dengan data yang diharapkan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan

metode sebagai berikut :

1. Jenis Penelitian

Jika ditinjau dari segi tempat penelitian, maka penelitian ini

termasuk penelitian lapangan (Field Research), sebab data-data yang

dikumpulkan dari lapangan langsung terhadap obyek yang bersangkutan

yaitu SMP Muhammadiyah 10 Surakarta. Namun jika dilihat dari sifat

penelitian, maka penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, yaitu

penelitian yang bertujuan menggambarkan secara sistematis mengenai

fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, bersifat verbal, kalimat-kalimat,

fenomena-fenomena, dan tidak berupa angka-angka.

2. Metode Penentuan Subyek

Untuk menggunakan atau meneliti subyek yang ada di lapangan

penilitian ini menggunakan metode populasi dan sampel.

a. Populasi

“Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang akan diteliti”.

(Arikunto, 1998: 115). Populasi dalam penelitian ini adalah: kepala

sekolah, 26 guru, dan 85 murid kelas VIII SMP Muhammadiyah 10

Surakarta. Dengan demikian jumlah populasi keseluruhan adalah 112.

b. Sampel

“Sampel adalah bagian atau wakil populasi yang diteliti”. (Arikunto,

1998: 117). Untuk mengambil sampel sebagai pedoman adalah:

apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya

sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, tetapi apabila

subyeknya besar atau lebih dari 100 subyek maka dapat diambil antara

10-15% atau 20-25% atau lebih. (Arikunto, 1998: 120). Karena pada

penelitian ini jumlah populasinya 112 maka peneliti mengambil

sampel diantaranya: Kepala sekolah, 3 orang guru (diambil 15 % dari

jumlah guru sebanyak 26), 12 orang murid (diambil 15 % dari jumlah

murid sebanyak 85).

Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah secara acak yaitu

penelitian secara random tanpa memandang sesuatu, jadi setiap

anggota dari populasi mempunyai kesempatan dan kemungkinan yang

sama untuk dipilih menjadi anggota sampel (Kartono, 1996: 137).

3. Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, peneliti

menggunakan beberapa metode yaitu :

a. Metode Wawancara.

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.

Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara

(interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai.

(interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Lexy J.

Moleong, 1991: 135). Metode ini digunakan untuk memperoleh data￾data tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab, problematika

yang dihadapi, dan solusinya. Metode ini ditujukan kepada kepala

sekolah dan guru pengampu pelajaran bahasa Arab di SMP

Muhammadiyah 10 Surakarta dengan menyiapkan interview guide.

b. Metode Observasi.

Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja,

sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk

kemudian dilakukan pencatatan. (Joko Subagyo, 1997 : 63). Metode

ini dipakai untuk mengumpulkan data-data yang mudah dipahami dan

diamati secara langsung yaitu proses pembelajaran bahasa Arab,

keadaan gedung serta fasilitas-fasilitas yang ada di SMP

Muhammadiyah 10 Surakarta.

c. Metode Dukumentasi.

Dokumen ialah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari

record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang

penyidik (Lexy J. Moleong, 1991: 161). Metode ini digunakan untuk

mengambil data yang berhubungan dengan gambaran umum SMP

Muhammadiyah 10 Surakarta. yang meliputi letak geografis, sejarah

berdirinya, keadaan sarana dan prasarana, guru, siswa, kurikulum,

jadwal pelajaran dan kegiatan harian.

4. Metode Analisis Data

Dalam menganalisis data, penulis menggunakan cara pentahapan

secara berurutan dan interaksionis, terdiri dari tiga alur kegiatan

bersamaan yaitu: pengumpulan data sekaligus reduksi data (data

reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan

(verifikasi) (Lexy J. Moleong, 1991: 190). Pertama, setelah pengumpulan

data selesai, terjadilah reduksi data yakni suatu bentuk analisis yang

menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu,

dan mengorganisasi data dengan cara sedemikinan rupa hingga

kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. Kedua, data

yang telah direduksi akan disajikan dalam bentuk narasi maupun matrik.

Ketiga, adalah penarikan kesimpulan dari data yang telah disajikan pada

tahap yang kedua dengan mengambil kesimpulan pada tiap-tiap rumusan.

H. Sistematika Penulisan Skripsi

Dalam menyusun skripsi ini penyusun membagi menjadi lima bab

yang terdiri dari :

BAB I, Pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, penegasan

istilah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat dan kegunaan

penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian dan sistematika penulisan

skripsi.

BAB II, Membahas tentang pembelajaran pendidikan agama Islam

yang meliputi : pengertian pembelajaran pendidikan agama Islam, dasar-dasar pelaksanaan pendidikan agama Islam, faktor-faktor pendidikan agama Islam,

faktor-faktor yang memepengaruhi pembelajaran, pembelajaran bahasa Arab

dan problematikanya, pengertian pembelajaran, pengertian bahasa Arab,

fungsi dan kegunaan bahasa Arab, tujuan pembelajaran bahasa Arab, metode

pembelajaran bahasa Arab, dan problematika pembelajaran bahasa Arab.

BAB III, Membahas tentang gambaran umum SMP Muhammadiyah

10 Surakarta yang meliputi : latar belakang historis berdirinya, letak geografis,

visi dan misi, tujuan pendidikan, struktur kepengurusan, keunggulan,

kurikulum, keadaan guru dan murid, sarana dan prasarana, pelaksanaan

pembelajaran bahasa arab, waktu belajar, materi pembelajaran bahasa Arab,

metode pembelajaran bahasa Arab, problematika pembelajaran bahasa Arab,

dan solusi problematika pembelajaran bahasa Arab.

BAB IV, Membahas tentang analisis data, yang meliputi tentang

pengumpulan data, problematika yang dihadapi dan solusinya

BAB V, Penutup, meliputi kesimpulan saran dan penutup

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *