KEMAMPUAN MENULIS AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB DALAM MATA KULIAH “KITABAH AKADIMIYYAH”

69 Lihat

KEMAMPUAN MENULIS AKADEMIK
MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB DALAM MATA KULIAH “KITABAH AKADIMIYYAH”
Tim Pengusul
Ketua Peneliti (Ari Khairurrijal Fahmi / 0306048804)
Nomor Surat Kontrak Penelitian : 198/F.03.07/2020
Nilai Kontrak : Rp 8.000.000,-

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA 2020

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan kajian yang berfokus pada deskripsi dan pemetaan kemampuan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab dalam menulis akademik khususnya dalam mata kuliah Al Kitabah Al AKaadimiyyah. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Arab yang berpartisipasi pada mata kuliah Menlulis Akademik (Kitaabah Akaadimiyyah),
di program studi Pendidikan Bahasa Arab UHAMKA. Fokus dari penelitian ini adalah Pemetaan kemampuan menulis akademik mahaiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dengan menggabungkan Survey dengan deskripsi nilai menulis akademik bahasa Arab. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang mahasiswa yang beragam memiliki kontribusi terhadap kesuksesan belajar menulis akademik. Ketermapilan menulis akademik didukug oleh beberapa keterampilan; keterampilan mengoperasikan teknologi memiliki rata rata 8.91,
kemampuan membentuk kalimat 6,65, kemampuan membentuk paragraf 6,1 dan kemampuan berargumentasi 5,4. Rata rata nilai mata kuliah literasi teknologi 78,2. Rata rata nilai aplikasi komputer 79,6, rata rata nilai metodologi penelitian 79,6, rata rata nilai kitabah 1; 77,8, kitabah 2;
79,5. Angka tersebut menunjukan peta kemampuan mahasiswa bahasa arab yang beragam dan didominasi oleh kemampuan mengoperasikan teknologi namun kurang menguasai teknik penulisan.

Kata kunci: Menulis Akademik, Mahasiswa, Pendidikan Bahasa Arab, Pemetaan

DAFTAR ISI
SURAT KONTRAK PENELITIAN
ABSTRAK
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB 1. PENDAHULUAN
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
BAB 3. METODE PENELITIAN
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 LUARAN YANG DICAPAI
BAB 7 RENCANA TINDAK LANJUT DAN PROYEKSI HILIRISASI
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN (bukti luaran yang didapatkan)
– Artikel ilmiah (draft, status submission atau reprint)
– HKI, publikasi dan produk penelitian lainnya.

DAFTAR TABEL
Tabel 1: Distribusi Frekuensi Skor Kemampuan Menulis Akademik
Tabel 2 : Nilai Literasi Teknologi dan Informasi
Tabel 3 : Nilai Aplikasi Komputer Arab
Tabel 4 : Nilai Metodologi Penelitian
Tabel 5 : Nilai Kitabah 1
Tabel 6 : Nilai kitabah 2
Tabel 7 : Peta kemampuan menulis akademik berdasarkan latar belakang.

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Roadmap Penelitian
Gambar 2. Diagram Alir Penelitian
Gambar 3. Peta latar belakang mahasiswa
Gambar 4. Persepsional google classroom
Gambar 5. Kemampuan membentuk kalimat
Gambar 6. Pembentukan Paragraf
Gambar 7. Kemampuan berargumentasi
Gambar 8. Peta kemampuan menulis akademik.

DAFTAR LAMPIRAN
1. Bukti Submit/ Review Jurnal
2. Bukti Sertifikat HKI.

 

BAB 1. PENDAHULUAN
Pendahuluan
Keterampilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab sangatlah
beragam, hal itu terjadi karena input mahasiswa yang memiliki latar belakang
berbeda dan menyebabkan variasi kemampuan dasar berbahasa arab mahasiswa, hal tersebut sesuai dengan penelitian Dajani, ia menyatakan bahwa setiap orang yang mempelajari bahasa asing pasti akan mengalami kesulitan khususnya bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang bahasa arab(Dajani, Mubaideen, & Omari,
2014), itulah yang selama ini menjadi permasalahan, keterampilan menulis
mahasiswa yang memiliki latar belakang non bahasa arab. Keterampilan menulis
bahasa arab sangat penting ditingkatkan, khususnya pada zaman ini, ketika perguruan tinggi mengedepankan kualitas artikel dan tulisan akademik sebagai
produk pembelajaran(Arifa, 2019). Tulisan akademik merupakan hasil kompleks
yang ditulis oleh seseorang dalam banyak sekali kajian yang meliputi aspek seperti
pembaca, tujuan, organisasi, gaya, alur, dan cara presentasi. Salah satu bentuk tulisan akademik adalah artikel ilmiah. Artikel ilmiah adalah karya akademik yang
pada saat ini sangat dibutuhkan oleh perguruan tinggi, baik dari sisi mahasiswa
maupun dosen. Faktanya, dalam proses pembelajaran setiap semester, tidak sedikit
dosen memberikan tugas membuat artikel. Oleh sebab itu, kemampuan menulis
artikel ilmiah mutlak dimiliki mahasiswa(Setiadi, 2017). Penelitian tentang menulis akademik juga dilakukan oleh Sa’diyah dimana ia memaksimalkan metode Blended Learning sebagai metode pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa.(Sa’diyah, 2019), faktanya, sering penulis memperhatikan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan yang tidak ter eksplore oleh guru/dosennya. Hal
ini perlu diteliti dan dikaji lebih lanjut. Penelitian penelusuran kemampuan menulis akademik ini menjadi dasar dari sebuah penelitian yang sesuai dengan roadmap penelitian peneliti dan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Berdasarkan fenomena kemampuan menulis akademik bahasa arab diatas, pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah; Bagaimanakah kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dalam menulis akademik?

Urgensi Penelitian
Penelitian ini penting dilakukan karena sebagai Landasan penelitian penelitian selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh peneliti dalam tahapan penelitian dan pengembangan. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan di Latarbelakang, sebagai Urgensi penelitian, peneliti akan melengkapi beberapa hal belum
dikaitkan dan dibahas dalam penelitian diatas, dalam penelitian ini peneliti mengkaji dan mendeskripsikan kemampuan mahasiswa pendidikan bahasa arab dalam menulis akademik.

Fokus
Fokus Penelitian ini adalah deskripsi tentang kemampuan mahasiswa dan
pemetaan kemapuan mahasiswa dalam menulis akademik. . Dalam setiap penelitian tentunya ada sebuah pertanyaan yang harus ada jawabannya. Bagaimanakah peta kemampuan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Arab UHAMKA dalam
menulis akademik?

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Kemampuan Menulis (Writing Ability) adalah keterampilan menyusun apa
yang di pikirkan atau ingin katakan dengan menggunakan kata-kata, yang dibacakan
seseorang dan dapat mengetahui pikiran, ide, dan perasaan Anda sedekat mungkin
dengan apa yang ingin Anda sampaikan. Menulis mempunyai berbagai macam
tujuan, antara lain untuk mengekpresikan diri, memberikan informasi kepada
pembaca, mempersuasi pembaca, dan untuk menghasilkan karya tulis (Hyland,
2013) Menulis adalah keterampilan berbahasa yang sangat penting. Menulis adalah dasar utama di mana pekerjaan, pembelajaran, dan kecerdasan seseorang akan dinilai di perguruan tinggi, di tempat kerja, dan di masyarakat. Menulis
memperlengkapi kita dengan keterampilan komunikasi dan berpikir. Menulis mengekspresikan siapa kita sebagai manusia. Akan tetapi, tampaknya mereka dapat direduksi menjadi tiga pendekatan utama: yaitu menulis yang berorientasi padaproduk / teks, berorientasi pada proses kognitif, dan berorientasi pada pembaca /
genre. beberapa orang berpendapat bahwa pendekatan pengajaran menulis dapat
dikelompokkan menjadi dua kelompok: pendekatan produk vs pendekatan proses.
Namun, tampaknya tepat untuk mengklasifikasikan mereka ke dalam tiga
pendekatan, seperti yang dikatakan Hyland (2002).(Yi, 2009).

Hermawan dalam Syamsi menerangkan bahwa keterampilan menulis
(maharahal-kitabah/writingskill)adalah kemampuan dalam mendeskripsikan atau
mengungkapkan isi pikiran, mulai dari aspek sederhana seperti menulis kata-kata
sampai kepada aspek yang kompleks yaitu mengarang. Helaluddin (Helaluddin &
Awalluddin, 2020) menambahkan bahwa keterampilan menulis juga merupakan
keterampilan yang paling tinggi tingkat kesulitannyabagi pembelajar dibanding- kan dengan ketiga keterampilan lainnya.(Setiadi, 2017). Mahmud Kamil an-Naqoh
(1985: 251) menjelaskan bahwa berdasarkan teknik pembelajaran mengarang bahasa Arab (al-insya’), maka dapat dibedakan menjadi ke dalam dua kategori, yaitu mengarang terpimpin (al-insya’ al- muwajjah) dan mengarang bebas (al- insya’ hurr)

Ada banyak cara untuk mengukur kesulitan teks akademik. Tiga jenis
pengukuran (yang dapat digunakan dalam kombinasi) adalah: ‘Berbasis Pakar’,
‘berbasis pembaca’ dan ‘berbasis teks’ (Yanti, Suhartono, & Hiasa, 2018). Metode
berbasis pakar adalah metode yang menggunakan pakar untuk membuat penilaianefektivitas sebuah teks. Seorang Reviewer Jurnal, misalnya, biasanya diminta untuk menilai kualitas sebuah artikel yang diajukan untuk publikasi dalam jurnal ilmiah, dan mereka sering membuat komentar tentang kejelasan penulisan.

Demikian pula, para ahli subjek diminta oleh penerbit untuk menilai kesesuaian naskah yang dikirimkan untuk publikasi dalam hal konten dan kesulitan. • Metode berbasis

pembaca adalah metode yang melibatkan pembaca dalam penilaian teks. Pembaca
mungkin diminta untuk menyelesaikan skala evaluasi, untuk menyatakan preferensi mereka untuk versi berbeda dari teks yang sama, untuk mengomentari bagian teks yang mereka temukan sulit untuk diikuti, atau diuji pada seberapa banyak yang dapat mereka ingat setelah membaca teks. • Tindakan berbasis teks adalah tindakan yang dapat digunakan tanpa bantuan ahli atau pembaca, dan ini berfokus pada teks itu sendiri. Langkah-langkah tersebut termasuk formula keterbacaan berbasis komputer
dan pengukuran gaya dan penggunaan kata berbasis komputer.

Dua langkah khusus patut mendapat perhatian di sini karena keduanya telah digunakan untuk menilai keterbacaan teks akademik. Salah satunya adalah tindakan berbasis pembaca, yang disebut tes ‘cloze’. Yang lainnya adalah ukuran berbasis komputer, yang disebut skor Flesch ‘Reading Ease’(Bailey, 2006) Penulisan Akademik dirancang untuk siapa saja yang belajar (atau berencana untuk belajar) di sekolah menengah dan universitas yang mengharuskan mahasiswanya menulis tugas akhir / skripsi untuk penyelesaian studi. Siswa internasional khususnya menemukan tuntutan tertulis dari mata pelajaran mereka sangat menantang. Selain kompleksitas kosakata bahasa akademik mereka harus mempelajari serangkaian konvensi dalam gaya, referensi dan organisasi.

Penulisan Akademik materi yang memungkinkan siswa untuk bekerja dengan guru atau sendiri, untuk mempraktikkan bidang-bidang yang paling penting untuk studi mereka. Banyak siswa menemukan bahwa mereka memiliki waktu yang sangat terbatas untuk mempersiapkan kursus mereka, dan bahwa menulis hanyalah salah satu dari beberapa keterampilan yang perlu mereka kuasai. Struktur buku telah.

dibuat sesederhana mungkin untuk memungkinkan pengguna menemukan apa yang mereka inginkan dengan cepat. Kursus ini diselenggarakan untuk memberikan praktik langsung maksimal bagi siswa. Keterampilan dikembangkan dari penulisan di tingkat paragraf, melalui
pengorganisasian berbagai bagian esai, untuk membahas statistik dan menggambarkan grafik. Fokus pembahasan menulis akademik ini terbagi menjadi:
1) Proses Menulis membimbing mahasiswa dari tahap awal memahami judul esai,
melalui membaca dan membuat catatan, hingga mengorganisasi esai dan tahap akhir pembacaan bukti.

2) Elemen Penulisan yang berhubungan dengan keterampilan utama yang
diperlukan untuk semua jenis penugasan, seperti membuat definisi dan memberikan
referensi, dan disusun berdasarkan abjad.

3) Akurasi dalam Menulis yang memberikan praktik perbaikan di bidang￾bidang yang ditemukan mahasiswa, seperti artikel dalam jurnal.

4) Model Penulisan memberikan contoh jenis tulisan yang biasanya
dibutuhkan siswa, termasuk surat dan laporan survei.

Semua unit referensi silang dan kunci komprehensif disediakan di akhir. Ada juga bagian Tes Menulis untuk menilai tingkat dan kemajuan. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk membuat Penulisan Akademik bermanfaat dan seakurat mungkin, jika siswa atau guru memiliki komentar, kritik atau saran, saya akan sangat senang mendengar dari
mereka( Bailey, 2003) Berdasarkan penelitian penelitan yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Gap dari ini penelitian ini adalah mengisi kekosongan penelitian yang terfokus pada penulisan akademik yang terfokus dalam Bahasa Arab. hal tersebut (Penulisan Akademik Bahasa Arab) belum banyak dilakukan oleh para peneliti diatas. Sehingga pada poin ini kebaruan (Novelty) penelitian ditemukan. Perbedaan itulah yang menjadi fokus peneliti untuk mendalami kemampuan menulis akademik bahasa arab mahasiswa.

Adapun teori teori yang digunakan dalam penelitian ini relevan dengan teori
yang digunakan oleh peneliti sebelumnya. Penelitian yang membahas Academic
Writing memiliki kesamaan dengan penelitian ini, namun perbedaannya terletak dalam Bahasa. Peneliti memfokuskan dalam bahasa arab, peneliti terdahulu memfokuskan pada bahasa inggris.
.
1. Roadmap Penelitian
Sebagai bagian dari rencana besar penelitian dan publikasi UHAMKA,
proposal skema Penelitian Dosen Pemula ini diusulkan sesuai dengan RIP
UHAMKA 2018-2022. Dalam RIP UHAMKA, terdapat empat fokus penelitian,
yaitu:

1) inovasi dalam pendidikan karakter dan nilai-nilai lokal,

2) pengembangan
sains dan teknologi yang ramah lingkungan,

3) ekplorasi dan aplikasi nilai-nilai Al￾Islam dan kemuhammadiyahan,

4) kajian dalam bidang social dan humaniora
(Lemlitbang UHAMKA, 2018). Secara khusus, penelitian Dosen Penula ini fokus
pada meningkatnya kajian dalam bidang Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab
terutama dalam kemampuan menulis akademik mahasiswa Program Studi
Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Agama Islam UHAMKA.

BAB 3. METODE PENELITIAN

1. Metodologi
Penelitian ini menggunakan metode Content Analysis Philip Mayring.
Penelitian ini dilakukan dengan meneliti hasil teks yang dihasilkan mahasiswa
secara digital, sedangkan hasil Wawancara dan FGD dilakukan melalui pendekatan
CDA (Critical Discourse Analysis). Bagian Kualitatif dari Penelitian ini juga
menggunakan metode wawancara mendalam (in-depth interview), dan observasi (participant observation). Dalam melaksanakan content analisis peneliti
memperoleh data dari hasil tulisan akademek mahasiswa yang diunggah melalui Google Classroom. Selanjutnya diakukan wawancara mendalam (in-depth
interview) Wawancara dilakukan untuk menggali data dan informasi dari Aspek
Mahasiswa. Wawancara ini dilakukan dalam rangka membuat Focus Group
Discussion terkait hasil eksperimen dan analisis konten yang saya lakukan.. metode
yang disebut terakhir ini dipilih agar bisa memperkuat informasi dan data dari teks
tertulis. Selain itu, metode metode diatas ini bisa saling mengisi kekurangan data
yang diperoleh dari salahsatu metode dengan cara membandingkan informasi dan mengkroscek akurasi dan validitas dari masing-masing pendekatan pengambilan
data. Pemilihan metode tersebut diasumsikan dapat mendukung tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan dengan jelas kemampuan menulis akademik.

mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab . Analisis data wawancara dan FGD dilakukan dengan 3 teknik;

1). Teknik Reduksi data,

2). Teknik Data Display, dan
3). Teknik Pengambilan kesimpulan. dstPengambilang kesimpulan.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Awal mahasiswa
1. Latar Belakang Mahasiswa
Berdasarkan hasil penelusuran awal terhadap mahasiswa program
studi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2018 yang
berjumlah 51 orang maka dapat dilihat sebaran data berikut.
Gambar 3. Peta latar belakang mahasiswa
2. Kemampuan mengoperasikan Google Classroom
Mengoperasikan google classrom sebagai Learning Management
System yang digunakan pada mata kuliah Kitabah Akadimiyyah
merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan mahasiswa dalam
mendapatkan nilai maksimal.
Gambar 4. Persepsional google classroom.

3. Kemampuan membentuk Kalimat
Berdasarkan hasil penelusuran peneliti kemampuan mahasiswa
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dalam membentuk kalimat
berbahasa arab dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 5. Kemampuan membentuk kalimat
4. Kemampuan membentuk Paragraf
Berdasarkan hasil penelusuran peneliti kemampuan mahasiswa
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dalam membentuk paragraf
berbahasa arab dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 6. Pembentukan Paragraf
5. Kemampuan Berargumentasi
Berdasarkan hasil penelusuran peneliti kemampuan mahasiswa
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dalam berargumentasi dalam
bahasa arab dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 7. Kemampuan berargumentasi
Hasil penelusuran diatas membuktikan bahwa latar belakang
mahasiswa, kemampuan mahasiswa dalam mengoperasikan teknologi,
dan kemampuan dasar dalam menulis bahasa arab memililki variasi
yang beragam. Dapat disimpulkan bahwa keberagaman variasi ini dapat
menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan dalam tiap mata kuliah
pendukung menulis akademik.
Gambar 8. Peta kemampuan menulis akademik
Kemampuan menulis akademik jika diterjemahkan dari gambar diatas
maka dapat dijelaskan ;
1. Lulusan pondok pesantren memiliki kemampuan yang memenuhi
persyaratan untuk menulis akademik bahasa arab yang paling
signifikian, dibuktikan dengan rerata nilai yang didapat dalam demampuan teknologi sebagai sarana pendukung, dan juga kemampuan berbahasa arab dalam membuat kalimat , membuat
paragraf dan berargumentasi.
2. Responden yang berasal dari madrasah aliyah juga memiliki
kemampuan yang memenuhi syarat dalam membuat tulisan akademik,
dimana hasil penelusuran membuktikan bahwa mresponden mampu
memaksimalkan teknologi dalam membuat kalimat, paragraf dan juga
argumentasi dalam bahasa arab.
3. Responden yang berasal dari SMA memiliki kecenderungan
penguasaan teknologi yang baik namun kurang menguasai dalam
penulisan akademik bahasa arab. hal tersebut dibuktikan dengan
kondisi nilai yang rendah dalam komponen menulis akademik.
4. Responden yang berasal dari SMK memiliki kecenderungan
penguasaan teknologi yang melebihi pondok pesantren, Madrasah
Aliyah dan SMA, namun kemampuan dalam menulis akademik nya
masih dikatakan sama dengan lulusan SMA.

B. Nilai mata kuliah pendukung menulis akademik bahasa Arab.
Pada tahap ini peneliti memetakan nilai nilai beberapa mata kuliah yang
mendukung menulis akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan
Bahasa Arab dari semester 1 hingga semester 4. Adapun mata kuliah
tersebut adalah: 1) Literasi teknologi dan informasi, 2) Aplikasi komputer
Arab, 3) Metodologi penelitian, 4) Menulis dasar (Kitabah 1), 5) Menulis
akademik (Kitabah Akaadimiyyah.

C. Peta Kemampuan menulis Mahasiswa
Tabel 6. Peta kemampuan menulis berdasarkan latar belakang pendidikan
Kemampuan menulis akademik jika diterjemahkan dari gambar
diatas maka dapat dijelaskan ;
1. Lulusan pondok pesantren memiliki kemampuan yang memenuhi
persyaratan untuk menulis akademik bahasa arab yang paling
signifikian, dibuktikan dengan rerata nilai yang didapat dalam
kemampuan teknologi sebagai sarana pendukung, dan juka
kemampuan berbahasa arab dalam membuat kalimat , membuat
paragraf dan berargumentasi.
2. Responden yang berasal dari madrasah aliyah juga memiliki
kemampuan yang memenuhi syarat dalam membuat tulisan akademik,
dimana hasil penelusuran membuktikan bahwa mresponden mampu
memaksimalkan teknologi dalam membuat kalimat, paragraf dan juga
argumentasi dalam bahasa arab.
3. Responden yang berasal dari SMA memiliki kecenderungan
penguasaan teknologi yang baik namun kurang menguasai dalam
penulisan akademik bahasa arab. hal tersebut dibuktikan dengan
kondisi nilai yang rendah dalam komponen menulis akademik.

Responden yang berasal dari SMK memiliki kecenderungan
penguasaan teknologi yang melebihi pondok pesantren, Madrasah
Aliyah dan SMA, namun kemampuan dalam menulis akademik nya
masih dikatakan sama dengan lulusan SMA.
D. Peta kemampuan menulis berdasarkan Mata kuliah pendukung
Tabel 7. Peta kemampuan menulis berdasarkan mata kuliah pendukung
Kemampuan menulis akademik merupakan kemampuan yang didukung
oleh berbagai macam elemen yang tersebar dalam beberapa mata kuliah,
berdasarkan hasil penelusuran dalam penelitian ini, berikut adalah peta kemampuan
menulis akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab
1. Mahasiswa yang berasal dari pesantren memiliki rata rata nilai Literasi
teknologi informasi 74,77 itu merupakan nilai terendah dari yang
lainnya. Dapat dikatakan bahwa mahasiswa yang memiliki latar belakang
pesantren tingkat literasi teknologi nya lebih rendah dengan alumni
madrasah aliyah, SMA, dan juga SMK.
2. Mahasiswa yang berasal dari pesantren memiliki rata rata nilai aplikasi
komputer arab yang besar yaitu 80,52. Tinggi nya nilai ini karena aplikasi.

 

yang digunakan cenderung mudah dalam mengoperasikannya karena
menggunakan telepon selular dan juga mempunyai konten kebahasa
araban.
3. Mahasiswa yang berasal dari SMA dan SMK memiliki tingkat
penguasaan menulis yang rendah, terbukti dalam mata kuliah kitabah 1,
mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab yang berasal dari
SMA memiliki rata rata nilai 72,97 yang merupakan nilai terendah dari
yang lainnya.
Berdasarkan gambaran hasil penelitian diatas maka pada bab ini dapat
dikerucutkan bahwa variasi kemampuan menulis akademik mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Arab perlu dipetakan dengan jelas. Peta kemampuan ini akan menjadi landasan penelitian pengembangan. Baik dalam pengembangan
model pembelajaran, model bahan ajar, atau juga model evaluasi pembelajaran
bahasa arab.
Mahasiswa yang berasal dari pesantren berdasarkan hasil penelitian ini
memiliki kemampuan mengoperasikan teknologi yang baik dengan didukung
kemampuan menulis bahasa arab yang baik. Perlu sebuah model yang
dikembangkan untuk mendongkrak kemampuan mahasiswa yang berasal dari SMA dan juga SMK.

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan teknik survey menghasilkan peta kemampuan menulis akademik
bahasa arab bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. adapun peta
tersebut dapat dikercutkan sebagai berikut :
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab yang berasal dari
pondok pesantren memiliki kemampuan menulis akademik bahasa arab lebih baik
dari mahasiswa yang berasal dari Madrasah Aliyah, SMA, dan juga SMK.
Kemampuan menulis akademik yang baik itu tidak dibarengi dengan kemampuan
literasi menggunakan teknologi, kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan
Bahasa Arab yang berasal dari SMA dan SMK lebih menguasai teknologi informasi
dibanding mahasiswa yang berasal dari pesantren.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian dapat dikerucutkan beberapa saran dibawah ini
untuk dapat mengembangkan dan melanjutkan penelitian ini samapai kepada tahap
menghasilkan sebuah produk ;
a. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab memiliki model pembelajaran
disarankan khusus yang mengakomodir kemampuan mahasiswa yang
berasal dari latar belakang yang berbeda beda
b. Model pembelajaran tersebut dapat didistribusikan dalam mata kuliah
empat kemahiran berbahasa seperti mata kuliah ; Istima’ 1 dan istima’
2, kalam, qiraa’ah, dan kitabah.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *