STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

222 Lihat

STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

DIAH RAHMAWATI AS’ARI
Mahasiswa Magister Keguruan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang nadiah_rahma@yahoo.com

Abstrak: Pembelajaran bahasa Arab merupakan pembelajaran bahasa asing yang telah diajarkan di sekolah-sekolah. Ada yang berpendapat bahwa bahasa Arab adalah matapelajaran yang sulit. Strategi dan metode dalam pembelajaran bahasa Arab dilakukan agar peserta didik dapat belajar dan menerima materi lebih efektif dan efisien. Strategi belajar mengajar perlu dirancang dan diterapkan ketika akan melaksanakan pembelajaran. Penggunaan strategi dan metode pembelajaran yang baik dan sesuai akan menghasilkan pembelajaran yang maksimal sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab. Dalam merancang strategi, ada komponen-komponen yang harus diperhatikan yaitu kegiatan pembelajaran pendahuluan, penyampaian informasi, partisipasi peserta didik, tes, dan kegiatan lanjutan. Pemilihan strategi pembelajaran ditentukan berdasarkan kriteria orientasi strategi pada tugas pembelajaran, relevansinya dengan materi pembelajaran, metode dan teknik yang digunakan bisa fokus pada tujuan yang ingin dicapai, dan media pembelajaran yang digunakan dapat merangsang indra peserta didik. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab yaitu metode gramatikal terjemah, metode langsung, metode membaca, metode audiolingual, dan metodeeklektik.

Kata kunci: strategi, metode, pembelajaran bahasa Arab

Bahasa Arab adalah bahasa komunikasi yang berkaitan erat dengan agama Islam. Agama Islam sebagai ajaran pada masyarakat. Pedoman hidup berupa al- Qur’an dan al-Hadis Nabi Muhammad Saw menggunakan bahasa Arab. Hal ini menuntut orang Islam agar memahami bahasa Arab. Selain digunakan untuk memahami Al-Qur’an, Hadits maupun kitab-kitab berbahasa Arab lainnya, bahasa Arab juga digunakan untuk komunikasi. Di Indonesia, bahasa Arab merupakan bahasa Asing. Bahasa Arab telah diperkenalkan sejak usia dini, dan diajarkan dari tingkat TK, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, pondok-pondok pesantren, hingga perguruantinggi.
Menurut Asrori (2011:3) bahwa hakikat belajar Bahasa Arab untuk keperluan komunikasi sosial. Pembelajaran bahasa Arab bertujuan agar peserta didik mampu melakukan interaksi dan komunikasi menggunakan bahasa Arab. Tetapi banyak pihak yang berpendapat bahwa belajar bahasa Arab itu sulit. Untuk itu strategi harus digunakan agar pembelajaran bahasa Arab mencapai keberhasilan.
Kegiatan belajar mengajar di Indonesia masih berpusat pada guru. Siswa hanya mendengarkan menerima informasi tanpa adanya interaksi antara guru dan siswa. Hal ini menyebabkan siswa bosan dan kurang semangat dalam belajar. Sebagian besar guru masih menggunakan ceramah dan tanya jawab sehingga siswa cenderung pasif dan kurang termotivasi untuk berpikir kritis. Guru kurang memanfaatkan kemampuan yang dimilki siswa secara maksimal (Hasyim, 2014:1). Anggapan pembelajaran bahasa Arab yang sulit menjadikan bahasa Arab sebagai momok yang menakutkan.Penggunaanstrategidanmetodeyangtidakmelibatkanpesertadidik

dalam belajar atau student centered menjadikan peserta didik kurang termotivasi dalam belajar sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai.
Strategi dibutuhkan dalam mencapai suatu keberhasilan. Peserta didik yang ingin mencapai prestasi belajar yang optimal harus menggunakan strategi-strategi dalam belajar. Begitu juga dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Seorang guru membutuhkan strategi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sebelum mengajarkan materi, guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang meliputi pemilihan strategi dan metode pembelajaran. pemilihan strategi dan metode yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam prosespembelajaran.
Jika guru mampu memilih dan menerapkan strategi serta metode pembelajaran yang tepat maka peserta didik mampu mencapai kompetensi-kompetensi yang ditetapkan kurikulum. Penggunaan metode yang tepat merupakan salah satu untuk meningkatkan kemampuan kompetensi siswa. Bentuk-bentuk pembelajaran partisipatif dengan metode active learning dan cooperative learning sangat dibutuhkan dalam pembelajaran (Kusumaningtias, dkk.,2013:35)

Pengertian Strategi dan Metode Pembelajaran
Menurut Wenden dan Rubin (dalam Tseng, 2005:321) defined learning strategies as any sets of operations, steps, plans, routines used by the learner to facilitate the obtaining, storage, retrieval, and use of information. Strategi pembelajaran adalah rangkaian kegiatan, langkah, rencana, rutinitas yang digunakan oleh pelajar untuk memfasilitasi pemerolehan, penyimpanan, pencarian, dan penggunaan informasi.
Nana Sudjana (dalam Sunhaji 2008:1) mengatakan bahwa strategi belajar mengajar merupakan upaya guru agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan variabel pengajaran (tujuan, metode, alat, dan evaluasi). Ada tiga tahapan dalam strategi pembelajaran yaitu pra-instruktusional, intruksional, dan evaluasi.
Strategi pembelajaran mempunyai makna sebagai cara yang tepat yang dapat dipilih untuk menyampaikan pelajaran. Strategi pembelajaran bahasa adalah cara yang tepat untuk menyampaikan dan melaksanakan aktivitas pembalajaran bahasa (Andayani, 2015:118).
Dari definisi-definisi di atas maka ditarik kesimpulan bahwa strategi pembelajaran merupakan usaha atau cara guru untuk menyampaikan materi pembelajaran agar peserta didik mudah dalam memahami materi dan memperoleh informasi sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas, dan sumber belajar diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi (Ahmadi, dkk., 2011:12)
Metode pembelajaran adalah istilah yang berkaitan dengan perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan materi pelajaran secara runtut dan teratur. Metode bersifat prosedural dalam arti penerapan suatu metode dalam pembelajaran dikerjakan dengan langkah-langkah yang teratur dan bertahap dimulai dari penyusunan perencanaan pembelajaran, penyajian bahan pembelajaran, proses belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar (Andayani,2015:84)
Ada perbedaan antara strategi, metode, dan teknik. Menurut Sunhaji (2008:3) Strategi adalah cara yang dipilih untuk menyampaikan materi dengan melihat situasi, kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Metode adalah langkah operasional dari strategi pembelajaran. Sedangkan teknik adalah jalan, alat, atau media yang digunakan guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kearah

tujuan yang akan dicapai. Hubungan strategi, tujuan, dan metode pembelajaran digambarkan sebagai satu kesatuan sistem yang bertitik tolak dari penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi, dan perumusan tujuan lalu diaplikasikan kedalam berbagai metode yang relevan selama proses pembelajaran berlangsung.
Strategi belajar mengajar adalah strategi membelajarkan siswa atau strategi mengajari siswa untuk belajar secara maksimal agar hasil belajar optimal. Hal ini dimaksudkan sebagai pola yang ditetapkan guru sebelum mengajar dengan maksud untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Saat penerapan strategi belajar mengajar siswa mendapatkan hasil yang optimal dan guru mendapatkan kepuasan batin dan berkembangnya profesionalitas, yang berarti siswa ataupun guru sama-sama menjadi pemenang atau mendapatkan keberuntungan dengan adanya strategi yang dirumuskan guru sebelum melaksanakan pembelajaran (Barlian, 2013:241).
Strategi dirancang guru sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas, dan melakukan penggantian strategi apabila tidak sesuai dengan kondisi dan situasi kelas, karakteristik siswa dan materi bahasa Arab. Tugas guru adalah membimbing dan memfasilitasi siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Kegiatan pembelajaran berkaitan dengan psikologis peserta didik. Untuk itu, pembelajaran bahasa Arab harus menyenangkan dan tanpa adanya rasa paksaan agar siswa semangat untuk belajar bahasa Arab.

Komponen Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran memiliki komponen-komponen yang dijadikan patokan dalam merancang pembelajaran yang terarah pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Menurut Dick dan Carey (dalam Sunhaji, 2008:3) komponen strategi pembelajaran ada lima yaitu 1) kegiatan pembelajaran pendahuluan, 2) penyampaian informasi, 3) partisipasi peserta didik, 4) tes, dan 5) kegiatan lanjutan.
Kegiatan PembelajaranPendahuluan
Kegiatan pendahuluan dilakukan untuk menarik perhatian dan meningkatkan motivasi peserta didik atas materi yang akan disampaikan. Kegiatan pendahuluan dapat dilakukan dengan teknik a) menjelaskan tujuan pembelajaran khusus yang akan dicapai oleh peserta didik, dan b) apersepsi untuk membangunkan pengetahuan lama peserta didik dan dikaitkan dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari.
Kegiatan pembelajaran pendahuluan adalah cara dan upaya guru yang dipilih dalam menjelaskan tujuan pembelajaran dan melakukan apersepsi. Misalnya pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah dengan tema al-mihnah (profesi). Tujuan pembelajaran yaitu siswa mampu membuat kalimat sederhana dengan menggunakan kosakata yang berhubungan dengan al-mihnah (profesi). Sedangkan kegiatan apersepsi bisa dilakukan dengan menunjukkan gambar tentang macam- macam profesi secara langsung dengan menggunakan gambar atau media komputer (LCD) dan meminta siswa untuk menyebutkankosakatanya.
PenyampaianInformasi
Penyampaian informasi merupakan salah satu komponen strategi pembelajaran yang penting dan dilakukan setelah kegiatan pendahuluan. Kegiatan pendahuluan berkaitan erat dengan penyampaian informasi karena kegiatan pendahuluan yang menarik maka kegiatan penyampaian informasi akan bermanfaat. Hal yang harus diperhatikan saat melakukan kegiatan ini adalah a) urutan penyampaian materi harus berurutan misalnya dari teori ke praktik atau sebaliknya, dimulai dari yang mudah ke yang lebih sulit serta dari hal yang bersifat konkret ke hal yang bersifat abstrak, dan b) ruang lingkup materi tergantung pada karakteristik peserta didik dan jenis materinya yang telah tergambar pada saat penentuan tujuan pembelajaran, dan c) materi yang disampaikan mencakup materi dalam bentuk pengetahuan (berupa fakta dan

informasi yang terperinci), keterampilan (berupa langkah, prosedur, keadaan dan syarat-syarat tertentu), dan sikap(berupa pendapat, ide, saran, tanggapan).
Dalam kegiatan penyampaian informasi, guru menayangkan gambar dokter lalu bertanya kepada siswa tentang profesi apa itu (ﻮ؟ﻣﻦ), kegiatan apa yang dilakukan ( ﻌﻤﻞ؟ﻣﺎذا), dimana ia bekerja (ﻌﻤﻞ؟أﻳﻦ), dan kapan ia bekerja (ﻌﻤﻞ؟ﻣ).Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Kegiatan ini bisa dilakukan berulang kali dengan profesi yangberbeda.
Partisipasi PesertaDidik
Pembelajaran harus berpusat pada peserta didik agar mereka lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran student centered dilakukan dengan cara a) melakukan latihan dan praktik setelah peserta didik diberi pengetahuan,sikap, atau keterampilan, dan b) umpan balik dilakukan setelah peserta didik menunjukkan perilaku sebagai hasil belajarnya. Umpan balik bertujuan agar peserta didik mengetahui kegiatan yang mereka lakukan tepat atau tidak tepat atau ada yang harus diperbaiki. Untuk menjadikan peserta didik partisipasi dalam pembelajaran, guru harus memilih cara dan merancang kegiatan-kegiatan yang dapat menjadikan peserta didik aktif.
Untuk menjadikan peserta didik aktif, guru meminta dua siswa untuk melakukan tanya jawab tentang profesi sesuai dengan yang dicontohkan oleh guru. Setelah tanya jawab, Guru memberikan contoh membuat kalimat dengan bantuan pertanyaan serta gambar. Kegiatan selanjutnya yaitu siswa diminta untuk membuat kalimat sederhana tentang profesi sesuai dengan contoh. Hasilnya bisa disajikan secara lisan maupuntulisan.
Tes(evaluasi)
Tes bertujuan untuk mengetahui tujuan pembelajaran yang telah tercapai atau belum tercapai, dan pengetahuan serta keterampilan yang telah dikuasai atau belum dikuasai oleh peserta didik. Pemberian tes dilakukan pada akhir kegiatan pembelajaran. Guru berupaya menyusun tes yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan dan merencanakan kegiatan-kegiatan yang cocok untuk melakukan tes.
Tes dilakukan dengan memberikan pertanyaan lisan atau soal latihan yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari, misalnya membuat kalimat sederhana tentang al-mihnah (profesi) dengan bantuan gambar-gambar baru yang telah disiapkan oleh guru. Tes dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang kosakata al-mihnah (profesi) dan cara membuat kalimat sederhana.
Kegiatan lanjutan atau followup
Kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu hasil kegiatan yang telah dilakukan seringkali tidak dilaksanakan dengan baik oleh guru. Dalam kenyataannya, setiap kali setelah tes dilakukan selalu saja terdapat peserta didik yang berhasil dengan bagus dan ada yang belum berhasil. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, peserta didik seharusnya menerima tindak lanjut yang berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi tersebut.
Guru harus merencanakan kegiatan-kegiatan untuk menindaklanjuti hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Kegiatan follow up bisa berupa memberikan pekerjaan rumah berupa membuat kalimat sederhana tentang profesi anggota keluarga dengan menggunakan bahasa Arab atau membahas kembali tema al-mihnah (profesi) hingga siswa memahaminya.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41(2007:5-6) tentang standar proses pendidikan, strategi belajar mengajar merupakan sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa oleh guru untuk mencapai tujuan pengajaran

tertentu. Kegiatan belajar mengajar meliputi: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Kegiatan pendahuluan meliputi menyiapkan psikis dan fisik peserta didik, mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan menyampaikan cakupan materi sesuai dengansilabus.
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk aktif, dan memberikan ruang bagi kreatifitas dan kemandrian sesuai dengan bakat minat dan perkembengan fisik dan psikologis siswa. Ada 3 metode dalam kegiataninti:
Proseseksplorasi
Guru melibatkan peserta didik mencari informasi, menggunakan berbagai pendekatan, media, dan sumber belajar lain, memfasilitasi terjadi interaksi, dan melibatkan peserta didik secara aktif
Proseselaborasi
Guru membiasakan peserta didik membaca dan menulis, memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas dan diskusi, memberi kesempatan berpikir, analisis dan menyelesaikan masalah dan berani, memfasilitasi dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif, berkompetisi secara sehat, membuat laporan eksplorasi, melakkuakan pameran, turnamen dan festinal, dan memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan percaya diri.
Proseskonfirmasi
Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan, memberikan konfirmasi terhadap hasil ekplorasi dan elaborasi, memfasilitasi melakukan refleksi, dan memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna.
Kegiatan penutup berupa membuat kesimpulan, melakukan penilaian danrefleksi, memberikan umpan balik, merencanakan remidi, dan menyampaikan materi untuk pertemuanselanjutnya.
Dalam memilih strategi pembelajaran harus disesuaikan tujuan pembelajaran, jenis materi, karakteristik peserta didik, serta situasi dan kondisi dari kegiatan pembelajaran Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya ditentukan berdasarkan kriteria berikut: 1) orientasi strategi pada tugas pembelajaran, 2) relevan dengan isi/materi pembelajaran, 3) metode dan teknik yang digunakan difokuskan pada tujuan yang ingin dicapai, dan 4) media pembelajaran yang digunakan dapat merangsang indra peserta didik secara simultan (Sunhaji,2008:6-7).
Menurut Mager (dalam Sunhaji, 2008:6) ada kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu:
Berorientasi pada tujuan pembelajaran. Tipe perilaku apa yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik, misalnya menyusun bagan analisis pembelajaran. Hal ini berarti metode yang paling dekat dan sesuai yang dikehendaki oleh Tujuan Pengajaran Khusus adalah latihan atau praktiklangsung.
Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki saat bekerja nanti (dihubungkan dengan dunia kerja). Misalnya setelah bekerja, peserta didik dituntu untuk pandai memprogram data komputer (programmer). Hal ini berarti metode yang paling mungkin digunakan adalah praktikum dan analisis kasus/pemecahan masalah (problemsolving)
Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan rangsangan pada indra pesertadidik.
Strategi yang perlu dirumuskan guru dalam rangka membelajarkan peserta didikyaitu

Hadirkan suasana hati, strategi menyiapkan psikis dan fisik siswa dalam memulai pembelajaran
Sampaikan bahwa materi pelajaran itu penting dan semenantangmungkin.
Agar pembelajaran menjadi menarik, perlu dilakukan strategi mengajarkan materi berupa fakta, strategi mengajarkan materi berupa konsep, strategi mengajarkan materi berupa prinsip, dan strategi mengajarkan materi berupa prosedural

Macam-Macam Metode Pembelajaran Bahasa Arab
Metode pembelajaran adalah cara atau upaya yang dilakukan oleh para pendidik agar proses belajar-mengajar pada siswa tercapai sesuai dengan tujuan. Pada umumnya, pengajaran bahasa Arab untuk non penutur asli sama seperti pengajaran bahasa asing. Penggunaan metode disandarkan pada prinsip-prinsip, aturan-aturan, dan prosedur yang memungkinkan setiap guru menggunaannya sesuai bahasa dan kondisi masyarakat (Rahayu, 2013:124). Beberapa metode yang cukup berpengaruh dalam dunia pengajaran bahasa Arab adalah
Metode gramatikalterjemah
Metode ini memiliki tujuan yaitu mampu membaca karya sastra dalam bahasa target dan lebih menekankan pada perkembangan kemahiran membaca, menulis dan terjemah menggunakan bahasa asing. Bahasa ibu menjadi media dalam mempelajari bahasa kedua. Metode ini lebih memperhatikan kaidah nahwu dan penggunaannya hanya untuk menganalisis gramatikal kalimat bahasa target. Penyajian kaidah atau gramatikal bahasa Arab dilakukan secara deduktif.
Metodelangsung
Metode langsung dikembangkan atas dasar asumsi bahwa proses belajar bahasa kedua sama dengan belajar bahasa ibu. Pengajaran bahasa harus dihubungkan langsung dengan benda, sampel, gambar, peragaan, permainan peran, dan sebagainya. Untuk itu, metode ini menghindari penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran. Penyajian kaidah diajarkan secara induktif. Selain kemampuan membaca dan menulis, metode ini juga menekankan pada perkembangan kemampuan berbicara dan menyimak
MetodeMembaca
Menurut metode ini, kemampuan membaca adalah tujuan yang sesuai dengan kebutuhan pembelajar bahasa asing dan kemudahan dalam pemerolehannya. Kemahiran membaca merupakan bekal bagi pembelajar untuk mengembangkan pengetahuan secara mandiri.
Metode AudioLingual
Metode ini berasumsi bahwa bahasa adalah kebiasaan. Suatu perilaku akan menjadi kebiasaan apabila dilakukan berulang-ulang. Oleh karena itu, pengajaran bahasa harus diajarkan dengan berulang-ulang. Tujuan pengajaran dengan metode ini adalah pengusaan emat kemahiran berbahasa secara seimbang dengan urutan penyajian kemahiran menyimak dan berbicara terlebih dahulu lalu kemahiran membaca dan menulis. Dalam metode ini penguasaan ola kalimat dilakukan dengan latihan-latihan pola dengan mengikuti urutan stimulus, respon, dan penguatan.
MetodeElektik
Metode eklektik adalah metode pilihan dan gabungan dari dua metode atau lebih. Metode eklektik akan menjadi metode yang ideal apabila didukung oleh penguasaan guru terhadap berbagai metode, sehingga dapat memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan program pengajaran lalu menerapkan secara proposional. Ada hal yang harus diperhatikan bahwa pengganbungan metode-metode hanya bisa dilakukan antarmetode yang sehaluan. Dua metode yang asumsi dan tujuannya

berbeda tidak dapat digabungkan. Penggabungan lebih tepat dilakukan dalam tataran teknik dan operasional (Effendy, 2012:41-97)
Dalam pembelajarn guru hanya menggunakan satu metode saja. Tapi, guru dapat memadukan dua metode agar pembelajaran lebih bervariasi dan menyenangkan. Dalam memadukan metode, guru harus menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan memilih metode yang cocok dan sesuai dengan materi yang akan diajarkan

Penutup
Strategi pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh guru untuk menyampaikan informasi pembelajaran kepada siswa dengan tujuan memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Strategi pembelajaran memiliki lima komponen yaitu 1) kegiatan pembelajaran pendahuluan, 2) penyampaian informasi, 3) partisipasi peserta didik, 4) tes, dan 5) kegiatan lanjutan. Penyusunan strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, jenis materi, karakteristik peserta didik, serta situasi dan kondisi dari kegiatan pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya ditentukan berdasarkan kriteria berikut: 1) orientasi strategi pada tugas pembelajaran, 2) relevan dengan isi/materipembelajaran,
metode dan teknik yang digunakan difokuskan pada tujuan yang ingin dicapai,dan
media pembelajaran yang digunakan dapat merangsang indra peserta didik secara simultan.
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk menerapkan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Macam-macam metode dalam pengajajaran bahasa Arab melipuiti metode gramatikal terjemah, metode langsung, metode membaca, metode audiolingual, dan metode elektik.

Daftar Rujukan
Ahmadi, I K.,Amri,S.,Elisah,T. 2011. Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu:Pengaruhnya Terhadap Konsep Pembelajaran Sekolah Swasta Dan Negeri. Jakarta: PT. Prestasi Pustakarya.
Andayani. 2015. Problema dan Aksioma: dalam Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Yogyakarta: Deepublish.
Asrori, Imam. 2011. Strategi Belajar Bahasa Arab: Teori dan Pratik. Malang: Misykat. Barlian, Ikbal. 2013. Begitu Pentingkah Strategi Belajar Mengajar Bagi Guru?.Jurnal
Forum Sosial, (online), 6(1): 241-246, (eprints.unsri.ac.id/2268/2/isi.pdf), diakses 1 September2015.
Effendy, Ahmad Fuad. 2012. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Malang: Misykat. Hasyim. Muhammad. 2014. Penggunaan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran
Keterampilan Membaca(Penelitian Eksperimen di MAI Darut Taqwa Di Singonagung, Purwasari, Pasuruan, Jawa Timur. Jurnal Studi Arab, (online), 5(2): 1-14, (http://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/studi-
arab/article/viewFile/15/9), diakses 1 September 2015.
Kusumaningtias, A., Zubaidah, S. & Indriwati, S E. 2013. Pengaruh Program Based Learning Dipadu Strategi Numbered Heads Together Terhadap Kemampuan Metakognitif, Berpikir Kritis, dan Kognitif Biologi. Jurnal Penelitian Pendidikan, 23(1) :33-44.
Permendiknas. 2007. Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, (Online), (http://sdm.data.kemdikbud.go.id/SNP/dokumen/Permendiknas%20No%2041%20Tahun%202007.pdf), diakses 6 Oktober 2015.

Rahayu, Puji. 2013. Thuruqu Ta’limi Al-Lughah Al-Arabiyah Li Ghari Nathiqina biha. Jurnal Bahasa Arab dan Pembelajarannya, (online)15:119-138, (http://stainmetro.ac.id/e-journal/index.php/annabighoh/article/viewFile/154/147), diakses1 September 2015.
Sunhaji. 2008. Strategi Pembelajaran: Konsep dan Aplikasinya. Pemikiran Alternatif Pendidikan, (online), 13(3) :1-13, (https://insaniaku.files.wordpress.com/2009/06/8-strategi-pembelajaran-sunhaji.pdf), diakses 1 September2015.
Tseng , Shu Feng. 2005. Language Learning Strategies in Foreign Language Education. An Interdisciplinary Journal, (online) 49:321-328, (http://www2.cma.edu.tw/u_edu/journal), diakses 3 September2015.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *