MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ARAB MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA KELOMPOK A DI RA AN NUR

110 Lihat

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ARAB MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA KELOMPOK A DI RA AN NUR

 

 

Nur Chasanah

Email : nurchasanah272@yahoo.com

Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya

Rachma Hasibuan

Email : rachmahasibuan@yahoo.com

Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Abstrak

 

Penelitian pada anak RA An Nur Japanan Kemlagi Mojokerto dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak dalam berbahasa arab yang ditandai dengan ketidakmampuan anak dalam membaca secara lisan rangkaian huruf hijaiyah yang ditandai dari 19 anak hanya 10 yang sudah bisa. Model pembelajaran yang sering digunakan dalam mengajarkan bahasa arab adalah model klasikal, maka dari itu perlu dilakukan kegiatan pembelajaran yang berbeda namun sesuai dengan tujuan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model kooperatif tipe make a match. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan kemampuan bahasa arab pada kelompok A di RA An Nur Japanan Kemlagi Mojokerto.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang. Setiap siklus terdiri dari : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A di RA An Nur Japanan Kemlagi Mojokerto yang berjumlah 19 anak, terdiri dari 9 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif

Berdasarkan hasil penelitian pada siklus 1 diperoleh data kemampuan bahasa arab anak sebesar 57%. Hal ini menunjukkan penelitian tindakan kelas ini belum berhasil karena target keberhasilan yang diharapkan adalah 76%, maka penelitian ini berlanjut pada siklus II. Pada siklus II diperoleh data kemampuan bahasa arab anak sebesar 89%. Berdasarkan hasil pada siklus II maka penelitian ini dikatakan berhasil dan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan kemampuan bahasa arab.

Kata kunci : Kemampuan bahasa arab, model pembelajara,  kooperatif tipe make a match

 

 

Abstract

 

The study conducted to children of RA An NurJapananKemlagiMojokerto was motivated by the children’s low Arabic languagecompetence which was marked by the children’s inability to read aloud the combinations of hijaiyah letters (Arabic letters), it was found that out of 19 children, there were only 10 children who were able to carry out the instruction. The learning model which was frequently used in the teaching and learning of Arabic is the classical  model; hence it calls for more attractive and fun learning activities with an appropriate model. One of the learning model that can be used is the cooperative learning model type “make a match.” Regarding the explanation previously, the purpose of the study is to investigate whether the cooperative learning model type ‘make a match’ can help improve the Arabic language competence of children at group A, RA AnNurJapananKemlagiMojokerto.

In line with the purpose of the study, this study is a classroom action research which is designed in a repetitive cycles. In which each cycle consists of: planning, implementing, observing, and reflecting stages. The subjects of the study are the children of group A at RA AnNurJapananKemlagiMojokerto that consist of 19 children (9 boys and 10 girls). The data collection techniques used were the observation and documentation. In the meantime, the data of the study was analyzed by means of descriptive statistics.

Based on the result of the study in cycle I, it was found that the children’s Arabic language competence was marked 57%. Considering this result, it was stated that the study was yet to reach its success target which was marked 76%. Therefore, the study was proceeded to cycle II. During cycle II, it was obtained that the children’s Arabic language competence was marked 89%. From this result, the study was declared as having reached its success target. In other words, the cooperative learning model type “make a match” is actually able to help improve the Arabic speaking competence.

 

Key Words: Arabic language competence, learning mode, cooperative make a match

 

PENDAHULUAN

 

Pendidikan bukan hanya sebuah kewajiban, lebih dari itu pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Dimana manusia akan lebih berkembang dengan adanya pendidikan. Tujuan pendidikan itu sendiri beragam, tergantung pribadi tiap individu memandang pendidikan itu sendiri, ada yang memandang pendidikan yang baik dapat memperbaiki status kerjanya, sehingga mendapatkan pekerjaan yang nyaman, ada pula yang memandang pendidikan adalah sebuah alat transportasi untuk membawanya menuju jenjang itu semua. Sebagai pendidik anak usia dini, kita harus bisa mengenalkan sesuatu pada anak dengan cara yang menarik bagi anak. Banyak yang mengatakan bahwa anak usia dini adalah usia golden age atau masa emas bagi anak dimana pada usia anak dengan mudah dapat menerima rangsangan atau stimulus.

Pengembangan bahasa arab diperoleh melalui kegiatan membaca rangkaian huruf hijaiyah, menyebutkan kata-kata yang baru didengar dan mendengarkan orang tua atau teman berbicara. Pengembangan bahasa arab merupakan salah satu materi yang sulit dipahami oleh anak terutama dalam hal menyebutkan kembali kata yang baru didengar. Sebagai seorang pendidik hendaknya pandai- pandai memilih strategi pembelajaran untuk mengatasi masalah tersebut.

Pendidikan mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks sehingga tidak cukup hanya dengan sebuah batasan yang bisa menjelaskan. Maka dari itu penulis memberikan beberapa pengertian dari beberapa ahli mengenai pengertian pendidikan didalam Undang- undang Dasar No.20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperluas dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Sadulloh, 2003:42).

Pendidikan menjadi suatu dasar dan kebutuhan dari hidup seseorang, bahwa pendidikan itu sendiri merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan yang berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir’ (Sadulloh, 2007:4). Sejak lahir seorang anak akan menerima pendidikan pertamanya didalam lingkungan keluarga dan selanjutnya bersama pendidik dalam lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 14 yang menyatakan PAUD adalah “suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun” (Depdikbud, 2003:2).

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, bahwa permasalahan yang paling utama muncul yaitu rendahnya kemampuan dalam mengenalkan konsep bentuk bahasa arab (huruf hijaiyah) maka dari itu penulis akan mencoba memecahkan masalah tersebut melalui metode pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan (make a match). Agar permasalahan lebih fokus, maka peneliti merumuskan permasalahan yaitu apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a

match dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Arab pada kelompok A di RA An Nur  Japanan Mojokerto?

Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah metode pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan kemampuan bahasa arab. Manfaat penelitian sebagai berikut : peneliti memperoleh gambaran tentang pemahaman konsep bentuk bahasa arab dan memperoleh gambaran tentang penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan pemahaman konsep bentuk bahasa arab di RA An Nur Japanan Mojokerto, guru mengembangkan model pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak dapat memahami konsep bentuk bahasa arab dengan baik.

Menurut Stahl dan Rudiyanto (2005:88) bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu strategi dalam proses pembelajaran yang membutuhkan partisipasi dan kerja sama dalam kelompok. Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan cara kerja anak menuju lebih baik, sikap tolong-menolong dalam beberapa perilaku sosial.

Suprijono (2010:54) mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaan- pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud.

Wahab (2007:59) menyatakan bahwa model pembelajaran make and match adalah sistem pembelajaran yang mengutamakan penanaman kemampuan sosial terutama kemampuan bekerja sama, kemampuan berinteraksi disamping kemampuan berpikir cepat melalui permainan mencari pasangan dengan dibantu kartu. Sementara itu Suyatno (2009:102) model pembelajaran make and match adalah salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada permainan.

Menurut Santoso (1990 : 29) mengungkapkan bahwa bahaasa sebagai alat untuk berkomunikasi adalah merupakan rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap secara sadar dan diatur oleh suatu sistem. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa bahasa adalah merupakan alat tersendiri yang dipergunakan untuk berkomunikasi yang terdiri dari kata yang harus mengandung pengertian dan maksud tertentu. Bahasa Arab adalah kalimat yang dipergunakan bangsa Arab dalam mengutarakan maksud/tujuan mereka. Oleh sebab itu bahasa Arab adalah suara- suara yang mengandung sebahagian huruf hijayyah.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas atau sering disebut PTK. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik

pembelajaran di kelasnya. Penelitian tindakan kelas berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas, sehingga PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas.

Tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas serta mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. Desain penelitian tindakan ini menggunakan desain model spiral yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat dari gambar berikut ini :

Gambar 1.

Siklus Spiral

(sumber : Margaretha Mega Natalia dan Kania Islami Dewi 2008:18)

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pedoman pengamatan yang digabungkan dengan check list sebagai instrumen pengumpulan data yang utama berikut kisi-kisi instrumen tenang kemampuan bahasa arab pada anak kelompok A .

Tabel 1

Lembar Penilaian Hasil Belajar Anak

 

 

 

 

No

 

 

 

 

Nama

 

Aspek yang diamati

Kete

rang an

Membaca rangkaian huruf hijaiyah Menyebut kan kembali kata – kata yang

baru didengar

Menulis huruf hijaiyah Mendeng arkan teman atau orang tua berbicara B :

Berh asil TB :

Tida k

Berh asil

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
Jumlah
%

Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah pengamatan dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan analisis statistic deskriptif. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan rumusan sebagai berikut :

P = f ´100%

N

(Adaptasi dari Anas Sodjiono, 2010 : 43)

Keterangan :

P      = Prosentase

f      = nilai keseluruhan yang diperoleh tiap anak N          = skor maksimal dikalikan jumlah anak

Langkah-langkah penelitian : Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 4 tahapan dalam setiap siklus, keempat tahapan tersebut terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan kegiatan, pengamatan  tindakan dan refleksi kegiatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data pada siklus I dan siklus II dalam kaitannya dengan cara menyampaian materi dalam pembelajaran tidak telepas dan peran guru  yang dapat menarik minat anak dalam proses pembelajaran.

Untuk peningkatan aktivitas guru dan anak serta keberhasilan anak dalam kemampuan bahasa arab dapat dilihat dari hasil rekapitulasi pada tabel. Dimana pada siklus I mencapai 57% sedangkan pada siklus II 89% terjadi peningkatan pada siklus I ke siklus II yaitu 32%. Sehingga dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran pada siklus II berhasil karena kemampuan bahasa arab sesuai harapan dan kriteria keberhasilan. Adapun rekapitulasi dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2

Rekapitulasi Hasil Peningkatan Kemampuan Bahasa Arab

No Siklus Presentase Peningkatan Hasil

Belajar Anak

Siklus 1 Siklus 2
1 Pertemuan I 52% 84%
2 Pertemuan II 57% 89 %

Grafik 1

Hasil yang diperoleh kelompok A

RA AN – NUR dalam bahasa Arab Siklus 1 dan 2

Berdasarkan grafik diatas maka siklus I data aktifitas anak sebanyak 57% pada siklus II mengalami peningkatan mencapai 89% dari hasil hasil pengamatan pada siklus I belum diperoleh kriteria keberhasilan karena belum mencapai target yang ditentukan yaitu 76% dan berlanjut pada siklus II setelah diadakan perbaikan dan tindakan tampak ada peningkatan di siklus II. dari hasil data siklus II yaitu mencapai 89% sudah mencapai target keberhasilan sehingga tidak perlu dilakukan siklus selanjutnya

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan analisis data pada siklus 1 dan 2 dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran bahasa Arab dengan indikator membaca secara lisan rangkaian huruf hijaiyah.. Pada siklus I hanya 11 anak atau 57% dari 19 anak, pada siklus II keberhasilan belajar yang dicapai menjadi 17 anak atau 89% dan sudah dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran pada siklus II berhasil karena kemampuan bahasa arab anak sudah terpenuhi dari kriteria keberhasilan yaitu 76%. Didalam penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab pada kelompok A di RA AN-NUR Japanan Kemlagi Mojokerto sangat efektif dan menyenangkan. Aktifitas guru yang semakin baik sehingga dapat meningkatkan kinerja anak.

Saran

Setelah melakukan penelitian selama dua siklus maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut : perlunya suasana yang kondusif dalam pengajaran untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab pada kelompok A di RA AN-NUR Desa Japanan Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, perlunya model pembelajaran yang menyenangkan dan menarik sehingga anak antusias untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, guru menyiapkan bahan ajar sebelum pembelajaran dimulai, guru selalu berupaya untuk melakukan perbaikan kinerjanya dalam proses pembelajaran agar tujuan dari pembelajaran pada hari itu tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Anas Sudijono. (1987). Pengantar Statistik Pendidikan.

Jakarta: Grafindo.

Arikunto, S. 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta

Carol Seefelt Barbara A. Wasik. (2008). Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.

Depdiknas. (2005), Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ke3. Jakarta: Balai Pustaka.

Elizabeth B. Hurlock. (1978). Perkembangan Anak (Jilid 1 Edisi keenam). Jakarta : Erlangga.

Hadi, Sutrisno. 1991. Metodologi Research. Jakarta : Andi Offset.

Hassan, F 1997. Bermain Sebagai Hak Anak. Makalah.

Jakarta.

Hurlock E. B. (1978). Perkembangan Anak Jilid I (Med Meitasari Tjandrasa. Terjemahan). Yogyakarta: Erlangga.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tim Penyusunan Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. Balai Pustaka, Jakarta :1995

Kosno Budi Santoso. Problematika Bahasa Indonesia. Rineka Cipta. 1990

Kuentjaranlngrat, 1991. Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : Gramedia.

Mansur. (2005). Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Masnur Muslich. (2011). Melaksanakan PTK Itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara.

Martini.2006. Perkembangan Dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Grasindo

Masitoh, dkk. (2005). Pendekatan Belajar Aktif di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Depdiknas Dikjen Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan            Pendidikan             Tenaga Kependidikan Dan Ketenagaan Perguruan Tinggi

Moeslichatoeti. 2004. Metode Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Monks, F.J; Knoers, A.M.P; Haditono S.R. 1994. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Mulyadi, Seto. 2004. Bermain Dan Kreativitas.

Jakarta : Papas Sinar Sinanti

Nasir, M. 1997. Metode Penelitian. Jakarta; Ghalia Indonesia.

Natalia, Margarretha Mega dan Dewi, Kania Islami. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Tinta Emas.

Prasetyo, Kartono Budi.2003.Meningkatkan Kemampuan Siswa SMA Dalam Berbicara dengan Media Lagu: Makalah Simposium Nasional Inovasi Pengajaran Tahun 2003. Jakarta.

Rakhmat, J. 1996. Psikologi Komunikasi.             Bandung; Remaja Rosda Karya.

Rini, Jacinta, F. 2002. Memupuk Rasa Percaya Diri. http// www e-psikologi. Com/ dewasa 161002 htm. 16 Oktober 2002

Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. PT Rajagrafindo Persada. Jakarta

Sadulloh. 2003. Pengantar Filsafah Pendidikan.

Bandung : Alfabeto

Slamet Suyanto. (2005). Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Hikayat Publishing.

Soemardono, 1984. The Almost Forgotten Teaching Tecnique (Singing With Purpose). Paper in TEFLIN Malang: FPS, IKIP Malang.

Solehuddin, M. (1997). Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah. Bandung : FIP UPI.

Solehuddin. (2000). Konsep Pendidikan Prasekolah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Soenjono Dardjowidjojo. (2005). Psikolinguistik, Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sofia Hartati. (2005). Perkembangan Belajar Pada Anak Usia Dini. Depdiknas.

Suharsimi     Arikunto.      (2010).     Penelitian    Tindakan.

Yogyakarta: Aditya Media.

Suharsimi, A,. Suhardjono, & Supardi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Suhartono. (2005). Pengembangan Keterampilan Bicara Anak Usia Dini. Depdikbud.

Supriyadi, 1990. Teori Belajar dan Model Pembelajaran .

Jakarta: PAUPPAI. Universitas Terbuka.

Suyanto, Agus . Psikologi Perkembangan. Aksara Baru.

Jakarta : 1986.

Suyanto, Kasihani K.E & Sukaryana, I.W.1998, Penelitian Tidakan Kelas. Jakarta: BPPG Sekolah Dasar dan Menengah, Ditjen Dikti.

Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif,

Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.

Wahab, Rochmat, 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan Nasional. Universitas Negeri Yogyakarta

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *