PENGANTAR ILMU DAKWAH OLEH SATRIO : M.A

509 Lihat

 1. PENGANTAR ILMU DAKWAH

 APA ITU DAKWAH

Dakwah merupakan kewajiban bagi setian insan,dakwah tidak hanya tugas Ulama,Ustadz,Dai dan seterusnya.Macam dakwah di antaranya dakwah dengan ekonomi,dakwah dengan teknologi dengan tulisan yang mengajak kepada kebaikan,dakwah dengan lisan melalui kajian,tabligh akbar di mimbar dan seterusnya.Namun dakwah itu perlu dengan metode yang baik sehingga pesan pesan yang di sampaikan kepada pendengan bisa di terima dengan baik.Untuk itu kita akan membahas tentang segelintir dakwah dan ruang lingkupnya sebagai berikut.

a.Dakwah Secara Etimologi (kebahasaan)
Bhs arab  ajakan, seruan, panggilanMemanggil, menyeru, menegaskan, atau membela sesuatu, perbuatan, atau perkataan untuk menarik manusia, memohon, doa.Bhs al qur’an berarti derifasi dr definisi kebaikan dan keburukanBhs Inggris  to Call, to invite (m’undang), to summon (m’ajak), to purpose (m’eru), to urge (m’dorong) dan to pray (mohon).

b.Terminologi (istilah)
Teolog  dakwah sbg bagian dari tugas suci / ibadah seorang muslimSosiolog  bentuk dan konteks memahami dakwah sebagai upaya menumbuhkan dan mewujudkan kesalehan individu dan sosialFilosof  penyelamat umat dari berbagai persoalan yg merugikan kehidupan

c.ilmuan M. al bahy  merubah situasi yg baik sesuai ajaran islam
Ali mahfud  memotivasi manusia utk berbuat kebaikan dan petunjuk, amar ma’ruf nahi mungkar, memperoleh kebahagiaan dunia akhiratAli syahih mursyid  menegakkan kebenaran yg hakiki dan kebaikan serta hidayah serta melenyapkan kebatilan dg berbagai fungsi, pendekatan, metode dan mediaKewajiban umatProses internalisasi, transmisi, difusi, transformasi, dan aktualisasi penghambaan kpd 4jj yg berkaitan dg sesama, melbatkan da’I, mad’u, uslub, wasilah,maudhu, dlm mencapai 7an tttAktualisasi teologi/iman yg dimanifestasikan sgb sistem kegiatan manusia beriman dlm bid. Kemasyarakatan scr teratur dan terstruktur untuk mempengaruhi cara, merasa, berfikir, bersikap dan berindak pd tataran kenyataan individu-sosiooo-kultur dlm rangka mewujudkan ajaran islam dl semua segi kehiduan dg cara tetentu.

d.kesimpulan Proses islamisasi
y/ segala aktivitas kegiatan dan proses mengajak orang untuk berubah dari suatu situasi yg mengandung nilai bukan islami kepada nilai islami yg dilakukan sebagai wujud perilaku keislaman muslim yang melibatkan unsur dakwah (subyek, obyek, media, metode, pesan) dg 7an merubah pemahaman sikap dan perilaku kearah yg sesuai dg pesan dakwah dlm rangka mencapai ridho 4jj.

e.Unsur dakwah Da’I (pelaku dakwah) Mad’u (sasaran dakwah)
Maudhu (tujuan)Uslub/ Thariqah (metode/jalan/cara)Wasilah (perantara/ sarana prasarana)Maddah (materi)

 f.Dimensi dakwahDimensi kerisalahan  penyampaian pesan dakwah (bi ahsan al aqwal) menumbuhkan kesadaran diri ttg kebenaran nilai dan pandanga hdp islami shg terjadi proses internalisasi nilai islam.(d alih nilai)irsyad  menyebarluaskan ajaran islam dan menampilkan bentuk hub personal, internalisasi (proses penaklukan ilham takwa), transmisi (proses pemberian inf, bimbingan, memberikan solusi atas permasalahan yg dihadapi)Tabligh  penyebarluasan ajaran islam, secara oral, masif tradisional maupun difusi dg bahas alisan dan tulisan.Dimensi kerahmatan  pengaplikasian nilai kebenaran, mengenalkan islam, dan membuktikan faliditas keislamanTadbir  sosialisasi ajaran islam dg memfungsikan lembaga, institusionel (proses mengubah ajaran islam menjadi pengalaman)Tathwir  transformasi proses mengubah ajar an menjadi pengalaman melalui pembardayaan (taghyir dan tamkin) SDM, lingkungan dan ekonomi.

g.Mengapa perlu PID Asumsi teoritik  memberikan kerangka acuan secara sistematis mengenai bangunan keilmuan dakwah baik sebagai fenomena historis, tauhid, maupun sosialAsumsi Praktik  memberikan pedoman bagi operasionalisasi kegiatan dakwah, sehingga mampu menemukan peta pengembangan dan memiliki keterampilan selanjutnya mampu mengkreasikan dakwah menjadi lebih apik dan menarik, sehingga terjadi perubahan perilaku yang sesuai 7an dakwah.

 h.Kedudukan PID dalam sistem keilmuan
Sebagai ilmu baru (masuk rumpun keilmuan terapan) yang tumbuh dalam ranah pengalaman keberagamaan manusia.Menjadi tolak ukur keberhasilan tugas kemanusiaan (abdullah dan kehalifahan)Diantara ilmu lain ilmu dakwah memiliki peran penting dalam aspek afektif dan kognitif pertumbuhan jiwa keagamaan individu

dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan. Jadi, dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai garis akidah, syariat dan akhlak Islam.

  Dalam perkembangannya, kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata ‘Ilmu’ dan ‘Islam’, sehingga menjadi ‘ilmu dakwah’ dan ‘ilmu Islam’ atau ad-dakwah al-Islamiyah.

Tujuan utama dakwah yakni mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridhai Allah SWT. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan.

Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Di antara raja-raja yang mendapat surat atau risalah Nabi SAW adalah kaisar Heraklius dari Byzantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dari Persia (Iran) dan Raja Najasyi dari Habasyah (Ethiopia).

Adapun dakwah bisa dipelajari, dan ini menyangkut ilmu dakwah. Di dalamnya, mencakup pemahaman terhadap aspek hukum dan tatacara berdakwah, sehingga para mubalig bukan saja paham tentang kebenaran Islam, akan tetapi mereka juga didukung oleh kemampuan yang baik dalam menyampaikan risalah al Islamiyah.

Terdapat beberapa metode dakwah. Pertama, dakwah Fardiah merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas.

Kedua, dakwah Ammah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka. Mereka biasanya menyampaikan khotbah (pidato).

Ketiga, dakwah bil-Lisan, yakni penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah). Keempat, dakwah bil-Haal, dengan mengedepankan perbuatan nyata.

Yang kelima, dakwah bit-Tadwin, atau pola dakwah melalui tulisan, baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah.

Keenam adalah dakwah bil Hikmah, yang berdakwah dengan cara arif bijaksana, semisal melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *