Jangan Tinggalkan Masjid Apapun Keadaanmu Oleh Satrio,M.A

186 Lihat

TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU :

JANGAN TINGGALKAN MASJID

Oleh Satrio,M.A Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepuluan Riau

Mahasiswa Program Doktor UIN Sultan Taha Saifudin Jambi

Masjid merupakan tempat paling mulia,Di Masjid tempat oaling  indah melakukan sholat dan lainnya.Orang beriman tidak boleh jauh dari Masjid apa lagi sudah di latih selama bulan Ramadhan untuk selalu beribadah di Masjid.Orang beriman dengan Masjid ibarat ikat dengan air tidak bisa di pisahkan ,ikan tidak bisa hidup tampa air,Begitu juga orang Beriman jangan tinggalkan Masjid apa pun status dan kesibukan kita,Kalau ada orang beriman jauh dari Masjid ibarat ikan tampa air yakni nya berarti sama dengan bangkai berjalan.Untuk lebih lanjut mari di simak pengertian Masjid dan Keutamaan Masjid.

Definisi Masjid

  1. Bahasa

Secara bahasa, masjid ( مَسْجِد ) –dengan kasroh pada huruf jim- dalam bahasa Arab adalah isim makan (kata keterangan tempat) dari kata ( سَجَدَ – يَسْجُدُ – سُجُودًا , artinya bersujud) yang menyelisihi timbangan

aslinya yaitu ( مَسْجَد ) –dengan fathah pada huruf jim-. kata masjid (مَسْجِدٌ) adalah tempat yang dipakai untuk bersujud.

Masjid (مَسْجِدٌ) dengan huruf jiim yang dikasrahkan adalah tempat khusus yang disediakan untuk shalat lima waktu. Sedangkan jika yang dimaksud adalah tempat meletakkan dahi ketika sujud, maka huruf jiim-nya di fathah kan ( مَسْجَدٌ )1. Adapun alas yang digunakan untuk bersujud namanya مِسْجَدٌ dengan kasroh miim.

Imam Az-Zarkasyi dalam kitabnya mengatakan, “sujud adalah perbuatan yang paling mulia dalam shalat, dikarenakan kedekatan seorang hamba kepada-Nya di dalam sujud, maka tempat melaksanakan shalat diambil dari kata sujud (yakni masjad = tempat sujud). Mereka tidak menyebutnya مَرْكَعٌ (tempat ruku’) atau yang lainnya. Kemudian dalam perkembangan berikutnya secara lafazh masjad berubah menjadi masjid, yang secara istilah berarti bengunan khusus yang disediakan untuk shalat lima waktu2.

  1. Istilah

Secara istilah masjid adalah bangunan yang didirikan karena Allah SWT sebagai tempat sholat,

dan beribadah ikhlas kepadaNya3.

Masjid menurut syara’ juga diartikan sebagai setiap tempat di bumi yang digunakan untuk bersujud karena Allah di tempat tersebut4.

Hal ini sesuai dengan hadits Jabir Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Saw, beliau bersabda:

وَ جُعِلَتْ لِيَ اْلأَرْضُ مَسْجِدًاوَطَهُوْرًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِيْ أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ، فَلْيُصَلِّ

”Dan bumi ini dijadikan bagiku sebagai tempat shalat serta sarana bersuci (tayammum). Maka siapa pun dari umatku yang datang waktu shalat (di suatu tempat), maka hendaklah ia shalat (di sana)”5.

Sehingga secara umum masjid memberikan pengertian bahwa tempat yang disediakan untuk shalat di dalamnya baik sholat wajib ataupun sunnah, dan sifatnya tetap, bukan untuk sementara6.

  1. Keutamaan Masjid

Masjid memiliki peranan yang sangat penting

dalam kehidupan selain sebagai tempat ibadah ia juga memiliki fungsi sosial. Kedudukannya pun sangat agung dan mulia, dibandingkan tempat lainnya.

Diantara keutamaannya adalah:

  1. Tempat Yang Paling Dicintai Allah SWT

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya:

عن أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu Rasulullah Saw bersabda, “Bagian negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah)

  1. Mukmin

Allah menyifati orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid-Nya sebagai orang-orang mukmin, sebagaimana dalam firman-Nya:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat,

menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)

  1. Rumah Surga

Siapapun yang membangun masjid di dunia, Allah akan bangunkan yang serupa dengannya di surga

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :

عَنْ عُثْمَانِ بْنَ عَفَّانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

“Dari Utsman bin Affan -radhiyallahu’anhu- dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid ikhlas karena Allah maka Allah akan membangunkan baginya yang serupa dengannya di surga.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah)

Masjid merupakan rumah Allah yang mestinya kita makmurkan dengan sholat berjamaah.Selama satu bulan penuh kita di latih di bulan suci Ramadhan.Ramadhan sebentar lagi akan meninggalkan kita,tetapi pesan Ramadhan harus terus kita terapkan di luar Ramadhan dengan selalu memakmurkan Masjid.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *