IMPLEMENTASI PENDEKATAN FUNGSIONAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE COMMUNITY LANGUAG LEARNING     

238 Lihat

IMPLEMENTASI PENDEKATAN FUNGSIONAL DALAM

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE

COMMUNITY LANGUAG LEARNING

                           Syarifah Hanum

Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri

Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Syarifahhanum95@gmail.com

            Abstract

This study aims to explain and describe the implementation of functional approaches in learning Arabic through the method of community language learning. Community language learning method is a method that aims for students to learn to use language that is learned communicatively. Community language learning (CLL) is the name of a method developed by Charles A Curran and his colleagues. Community language learning (CLL) is often used in communicative learning or speaking skills. research in this study is the Research field. Collecting data in this study is qualitative (not in the form of numbers) through a review of some literature and using qualitative analysis in the presentation of data, data analysis and conclusion. The results of his research are detailed descriptions and explanations of the details of Arabic learning instruments that use the community language learning method in terms of a functional approach to realize the goals of modern Arabic learning, namely factual communication, in the sense that students are able to function foreign languages learned as communication tools, in this case Arabic.

Keywords: Functional Approach, Arabic learning, community language learning method.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan  implementasi pendekatan fungsional dalam   pembelajaran   bahasa   Arab   melalui  metode community language learning.  Metode community language learning merupakan metode yang bertujuan agar para siswa dapat belajar menggunakan bahasa yang dipelajari secara komunikatif. Community language learning (CLL) adalah nama dari sebuah metode yang dikembangkan oleh Charles A Curran dan rekan-rekannya. Community language learning (CLL) sering digunakan dalam pembelajaran komunikatif atau kecakapan speaking.  penelitian dalam penelitian ini adalah  field Research. Pengumpulan data dalam penelitian ini bersifat kualitatif (tidak berbentuk angka) melalui review beberapa literatur dan menggunakan analisis kualitatif dalam pemaparan data, analisis data dan pengambilan  kesimpulan.  Hasil penelitiannya  adalah deskripsi dan penjelasan secara   detail   dari   rincian   instrumen    pembelajaran    bahasa   Arab   yang menggunakan  metode community language learning  ditinjau  dari  pendekatan fungsional untuk mewujudkan tujuan pembelajaran  bahasa Arab modern ini, yaitu komunikasi  faktual,  dalam arti siswa  mampu memfungsikan bahasa asing yang dipelajari sebagai alat komunikasi, dalam hal ini adalah bahasa Arab. [1]

Kata Kunci: Pendekatan  Fungsional,   pembelajaran   bahasa  Arab, metode community language learning.

 PENDAHULUAN

Bahasa Arab merupakan bahasa ilmu pengetahuan, baik agama maupun ilmu agama maupun ilmu yang lain oleh karena itu bahasa Arab memiliki peran yang penting bagi umat Islam. Mayoritas dari ilmu-ilmu keagamaan baik tafsir, hadist, tauhid, fiqh dan lainnya tertulis dalam bahasa Arab. Sedangkan ilmu-ilmu yang lain baik ekonomi, politik, sejarah, maupun ilmu sosial lainnya juga menggunakan bahasa Arab. Menurut Ahmad muhtadi Anshor, bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh segolongan masyarakat tertentu untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Seiring berjalannya waktu dapat dirasakan betapa pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi. Maka dari itu, para ahli bahasa yang bergerak dalam bidang teori dan praktik bahasa menyadari bahwa segala interaksi dan kegiatan akan lumpuh dan hilang tanpa adanya bahasa. (Anshor: 2009:1)

Bahasa Arab merupakan bahasa internasional yang diakui dunia setelah bahasa Inggris. Bahasa Arab juga diakui sebagai bahasa kitab suci bagi umat Islam. Meskipun diakui sebagai bahasa kitab suci umat Islam namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap dan keterampilan belajar peserta didik. Dalam pembelajaran bahasa Arab, ada empat keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik, yaitu: Maharah Istimah, Maharah Kalam, Maharah Qiraah dan Maharah Kitabah. Keempat maharah tersebut harus diajarkan sesuai dengan fungsi dan konteksnya. Sehingga proses pembelajaran bahasa Arab dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan. Pengajaran bahasa Arab dilakukan guna mencapai tujuan. Tujuan pengajaran tersebut dirumuskan sedemikian rupa sehingga tujuan pengajaran yang diinginkan tercapai dengan baik.1 Pengajaran bahasa Arab juga diarahkan kepada pencapaian tujuan baik itu tujuan jangka panjang (tujuan umum) dan tujuan jangka pendek (tujuan khusus) (Dhiauddin: 2015.19).

Untuk mencapai pembelajaran bahasa Arab sesuai dengan harapan, tentunya ada beberapa hal yang perlu dikuasai terkait tentang pendekatan, strategi dan metode pembelajaran. Proses pembelajaran bahasa Arab dapat tercapai dengan baik, membutuhkan pendekatan yang baik pula. Pendekatan yang dimaksud mampu mendukung proses penguasaan keterampilan peserta didik. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa arab adalah proses belajar-mengajar yang terdiri dari pendekatan, strategi dan metode pembelajaran.

Tujuan metode community Language learning (CLL) adalah siswa mampu menggunakan bahasa Arab sesuai dengan fungsinya yaitu secara komunikatif. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud siswa perlu berlatih dan mempelajari berulang-ulang bersama teman-temannya agar mampu menggunakan bahasa secara spontanitas. Sehingga akan menjadi kebiasaan yang berulang dan terlatih. Oleh karena ini, pengajaran bahasa Arab perlu dilakukan dengan teknik  spontanitas (reflection). Setelah melakukan kajian pustaka, ada beberapa hasil penelitian yang terkait mengenai  tema  tersebut, diantaranya,  artikel yang ditulis oleh Ummi Hanifah seorang dosen jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya dalam tulisannya Jurnal ini menjelaskan bahwa metode Community Language Learning /CCL atau Counceling Learning Method adalah metode pembelajaran yang dipelopori oleh Charles A Cran pada tahun 1961,  Melalui metode CLL ini pembelajaran akan terasa semakin menyenangkan karena metode ini menekankan pembelajaran pada aktifitas yang dikenal dengan cara belajar bersama. Dan hasil dari penelitian ini bahwa metode community languagelearning mampu meningkatkan kosa-kata dan mampu mengekspresikan perasaan mereka.[2]

Selanjutnya artikel  yang  ditulis  oleh  Rina Husnaini Febriyanti Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta PGRI Jakarta yang berjudul “penggunaan metode communicative language teaching dalam pengajaran bahasa Inggris pada guru tutor di bimbingan belajar” Jurnal ini menjelaskan dan mendeskripsikan penerapan pendekatan fungsional menggunakan community language learning  dalam mengembangkan kemampuan berbicara siswa secara signifikan lebih baik daripada metode biasa, penggunaan community language learning meningkatkan minat siswa dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris.  kemudian artikel yang  ditulis  oleh  Fikha Ilma Hayati Rukmana mahasiswa Program Pascasarjana Keguruan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang yang berjudul “Efektifitas Metode Kooperatif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab” jurnal ini menjelaskan bahwasanya Cooperative Language Learning (CLL) adalah salah satu jenis pendekatan pengajaran yang menggunakan kegiatan dalam bentuk kerjasama yang melibatkan pasangan dan kelompok-kelompok kecil siswa di dalam kelas. Pembahasan pada artikel ini memiliki  hasil bahwa: (1) terdapat kelebihan yang banyak dan beberapa kekurangan dalam pembelajaran Cooperative Language Learning (CLL) khususnya dalam kelas bahasa Arab, dan (2) pendekatan pembelajaran ini cukup efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab untuk mengetahui dan meningkatkan tingkat pemahaman siswa. Kajian ini penting dilakukan karena melihat sebagian dari siswa masih kesulitan dalam kecakapan berbahasa Arab. Penelitian ini akan mengkaji dan mendeskripsikan mengenai implementasi pendekatan fungsional dalam   pembelajaran   bahasa   Arab   melalui  metode community language learning.

METODE PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mendeskripsikan mengenai implementasi pendekatan fungsional dalam   pembelajaran   bahasa   Arab   melalui  metode community language learning. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif  deskriptif. Menurut Sugiyono penelitian kualitatif tersebut merupakan suatu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive, teknik pengumpulan dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Dengan pengumpulan data menggunakan triangulasi yang terdiri dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian  ini, peneliti melakukan pencatatan  hasil review literatur, mengumpulkan,    mengklasifikasikan,    dan   membuat    ikhtisarnya.    Kemudian mencari dan menemukan pola serta hubungan-hubungan  yang sesuai dengan yang diteliti.

Hasil Penelitian

  1. Tinjauan Pendekatan Pembelajaran

Proses   pembelajaran   dikenal   beberapa   istilah   yang   memiliki kemiripan sehingga seringkali orang-orang merasa sulit dan bingung untuk membedakannya. Istilah tersebut salah satunya adalah pendekatan pembelajaran.  Pendekatan adalah   seperangkat  asumsi berkenaan dengan hakikat bahasa, dan belajar mengajar bahasa. pendekatan merupakan sesuatu yang bersifat filosofis dan aksiomatik yang tidak dapat dibantah kebenarannya. Menurut Suherman (1993:220) mengemukakan pendekatan dalam pembelajaran merupakan suatu jalan, cara atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran dilihat dari sudut bagaimana proses pembelajaran atau materi pembelajaran itu umum atau khusus. [3]

  1. Tinjauan Pendekatan Fungsional

(al-madkhal al-wadzifi)  Pembelajaran bahasa dengan pendekatan fungsional dilakukan untuk mengadakan kontak langsung dengan masyarakat pemakai bahasa. Dengan demikian siswa langsung menghadapi bahasa yang hidup dan mencoba memakainya sesuai dengan keperluan komunikasi sehari-hari. Peserta didik dengan sendirinya merasakan fungsi bahasa tersebut dalam komunikasi langsung. Lebih jauh lagi metode pembelajaran bahasa yang didasarkan pada pendekatan fungsional adalah metode langsung, metode pembatasan bahasa, metode intensif, metode audiovisual, dan metode linguistik.

Aplikasi fungsionalisme dalam  kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal   seperti tujuan pembelajaran, sifat materi pembelajaran, karakteristik pembelajaran, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang berpihak dan berpijak pada teori fungsionalisme memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, dan tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapat sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan  (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pelajar

  1. Tinjauan Metode Pembelajaran Community Language Learning

Menurut  Taufiq metode ini mempunyai tujuan yaitu penguasaan bahasa sasaran oleh peserta didik yang mendekati penutur aslinya. Mereka belajar dalam suatu komunitas atau berkelompok dengan teman belajar dan gurunya, melalui interaksi dengan sesama anggota komunitas tersebut. Pembelajaran dirancang sesuai dengan tahapan-tahapan perkembangan manusia dalam mempelajari bahasa, yakni

(1) tahap tergantung sepenuhnya seperti seorang bayi,

(2) tahap sedikit lepas dari ketergantungan

(3) tahap keberadaan dalam situasi yang terpisah

(4) tahap dewasa

(5) tahap kebebasan. Peran guru di sini adalah menciptakan situasi dalam 5 tahapan tersebut.

Metode ini mempercayai prinsip ‘whole persons’ yang artinya seorang guru tidak hanya memperhatikan perasaan dan kepandaian siswa tapi juga hubungan dengan sesama siswa. Menurut Curran siswa merasa tidak nyaman pada situasi yang baru. Dengan memahami perasaan ketakutan dan sensitif siswa guru dapat menghilangkan perasaan negatif siswa menjadi kebalikannya yaitu energi positif untuk belajar.  Kursi disusun melingkar dengan sebuah meja di tengah. Ada sebuah tape recorder di atas meja. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran lalu guru mnyuruh siswa membuat dialog dalam bahasa Inggris. Jika siswa tidak mengetahui guru membantu. Dan percakapan siswa direkam. Selanjutnya, hasil rekaman di tulis dalam bentuk transkrip dalam bahasa Inggris dan bahasa ibu. Setelah itu kaidah-kaidah kebahasaan didiskusikan. Teknik-teknik Community Language Learning: pertama, Tape-recording Student Conversation, kedua Reflective Listening, ketiga Transcription, keempat human computer, kelima Reflection on Experience , keenam Small Group Tasks.

  1. Tujuan Penggunaan

Tujuan metode ini agar siswa belajar bagaimana menggunakan bahasa target secara komunikatif. Siswa juga belajar bagaimana belajar sendiri dan bertanggung jawab untuk hal ini, dan belajar bagaimana belajar bersama orang lain. Peran utama guru adalah sebagai konselor bagi siswa, artinya guru mengenali bagaimana ancaman situasi belajar yang dapat terjadi pada siswa sehingga guru dapat memahami dan memberi dukungan untuk siswanya dalam usahanya menguasai bahasa. [4]

  1. Tahap-Tahap Penguasaan metode community Language learning (CLL)

Ada lima tahap penguasaan dalam pendekatan CLL, yakni Embryonic Stage, Self-Assertion Stage, Birth Stage, Reversal Stage, dan Independent Stage.  Embryonic Stage adalah suatu tahap di mana ketergantungan siswa pada gurunya sangat besar. Pada tahap ini, guru bertugas menghilangkan atau mengurangi perasaan negatif dari siswa dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada siswa. Guru menjelaskan aktivitas apa yang diharapkan dan memberi waktu kepada siswa untuk merefleksikan dirinya mengenai pengalamannya. Self-Assertion Stage adalah tahap di mana siswa telah memperoleh dukungan moral dari rekan sekelasnya untuk bersama-sama memakai bahasa Inggris dan menemukan identitas sebagai penutur bahasa itu. Pada tahap ini siswa telah mulai berani sedikit  melepaskan diri dari gurunya dan memakai bahasa Inggris langsung dengan teman-teman lainnya sebagai aktivitas berinteraksi.

KESIMPULAN 

Dari pemaparan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa implementasi  pendekatan fungsional dalam pembelajaran bahasa arab melalui metode Community Language Learning mampu mengatasi masalah kekhawatiran peserta didik di dalam sebuah pembelajaran bahasa dan dapat membangun komunitas belajar bahasa yang kuat sehingga hasil yang diinginkan dari sebuah pembelajaran bahasa dapat tercapai dengan sesuai terget, yakni peserta didik mampu belajar, berkomunikasi dan berinteraksi dalam bahasa target tanpa tekanan dan ancaman serta terbebas dari ketergantungan kepada guru (konselor atau fasilitator). Pembelajaran dirancang sesuai dengan tahapan perkembangan manusia dalam mempelajari bahasa, yakni

(1) tahap tergantung sepenuhnya

(2) tahap sedikit lepas dari ketergantungan

(3) tahap keberadaan dalam situasi yang terpisah

(4) tahap dewasa

(5) tahap kebebasan.

Teknik-teknik Community Language Learning: pertama, Tape-recording Student Conversation, kedua Reflective Listening, ketiga Transcription, keempat human computer, kelima Reflection on Experience , keenam Small Group Tasks.

DAFTAR PUSTAKA         

Abdul Majid, Shalah. 1981.  Ta’allumul Lughah Al Hayyah wa Ta’limuha Baina Nadzoriyyah wat Tatbiq , Kairo: Maktabah Lubnan,

Alwasilah, Chaedar, 2011.   Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Arsyad, Azhar, 2004.  Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya,  Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Anshor,   A, M.   2009.  Pengajaran   Bahasa   Arab  Media  dan  Metode- metodenya. Yogyakarta: Teras.

Dhiauddin, “Arabic Program On Cot Kala Langsa Streaming Radio Sebagai Strategi   Baru Pembelajaran Bahasa Arab”. Arabiyyat. Vol 2 No.1,  2015.

Fahrurrozi, Aziz, (2014 ) “Pembelajaran bahasa arab: problematika dan solusinya “. Vol. 1. No. 2, 2014.

Heriyanto, Husen, 2011.  Nalar Saintifik Peradaban Islam, Bandung: Mizan

 

 

[1] Husen Heriyanto, Nalar Saintifik Peradaban Islam, (Bandung: Mizan, 2011), hlm. 355.

[2] Dhiauddin, “Arabic Program On Cot Kala Langsa Streaming Radio Sebagai Strategi Baru Pembelajaran Bahasa Arab”. Vol 2 No.1,  2015. Hlm 19.

[3]  Aziz Fahrurrozi, “Pembelajaran bahasa arab: problematika dan solusinya “. Vol. 1. No. 2, 2014 hlm.  16.

[4]  Ummi Hanifah,  اللغة العربية و تطبيقها ( فى تعليم Community Language Learning (CCL) ,  الطريقةالاجتماعيه Jurnal berbahasa arab tentang pembelajaran bahasa arab dan studi keislaman, Vol 7 No. 01 Tahun 2013.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *