Penggunaan Strategi Mind Mapping Dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab

116 Lihat

 Penggunaan Strategi Mind Mapping Dalam Pembelajaran
Kosakata Bahasa Arab

Belajar Bahasa Arab dalam konteks Indonesia dimulai sejak anak dalam tingkatan madrasah bahkan pada tingkatan anak-anak yaitu di Raudlotul Athfal (RA), kemudian dilanjutkan pada tingkatan madrasah Ibtidaiyah, madrasah Tsanawiyah, madrasah Aliyah bahkan juga di tingkatan perguruan tinggi. Namun ketika bahasa Arab sudah dipelajari sejak awal dan mulai dini, itupun bagi para anak dan siswa merasa kesulitan dalam memahami Bahasa Arab. Hal ini dikarenakan beberapa hal, antara lain adalah kemungkinan disebabkan anggapan bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat sulit karena kompleksitasnya sangat tinggi dibanding dengan bahasa yang lain, seumpama adalah Bahasa Inggris, disamping itu juga bahasa Arab dapat menurunkan minat dan motivasi siswa untuk mendalaminya karena tidak hanya membaca, namun juga memahami apa yang dibaca, hal ini dikarenakan kadang-kadang tulisan bahasa Arab belum ada harakatnya, dan hal ini membuat para anak dan siswa dua kali belajar, disamping memahami bacaan juga memahami tulisannya.
Pembelajaran bahasa Arab dalam konteks madrasah di Indonesia khususnya madrasah yang masih tradisional lebih didominasi oleh teks-teks klasik, misalnya dalam pembelajaran qowaid wa tarjamah lebih didominasi dengan kitab-kitab kuning misalnya kitab Syarkh Alfiyah Ibn Aqil, Alfiyah , Umrithi, Jurumiyah, Nahwu Wadhih, dan lainnya, Begitu juga dengan madrasah yang modern, lebih didominasi dengan kitab-kitab yang agak modern, misalnya kitab Al-Lughah Al-Arabiyah Lin-Nasyi’in, Al-Lughah Al-Arabiyah Lighairin nathiqina Biha, Jami’udurus Al-Lughah Al-Arabiyah dan lainnya.
Kitab-kitab yang disebutkan di atas lebih terkesan tradisional
dikarenakan kompleks dan sulit disebabkan sumber belajar, tebal dan sedikit menyulitkan dan juga membosankan dengan tulisan yang tidak terlalu besar, tidak ada ilustrasi gambar dan warna, terkesan monoton dan kurang menarik sehingga menurunkan minat dan motivasi para siswa.
Oleh karena itu perlu adanya langkah-langkah yang harus ditempuh yang dapat menjembatani kebutuhan dan minat para siswa dengan kemudahan untuk belajar Bahasa Arab.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *