Efektivitas Media Mentimeter Pada Pemahaman Materi Bahasa Arab Era Pandemi Covid-19

254 Lihat

 Efektivitas Media Mentimeter Pada Pemahaman Materi Bahasa Arab Era Pandemi Covid-19

Desi Rahmania Zulfa, Nurul Huda
State Islamic University of Sunan Kalijaga Yogyakarta
E-mail: desyrahmania31@gmail.com, nurul.huda@uin-suka.ac.id

Abstract
This research is motivated by the lack of motivation to learn, the difficulty of students in understanding the material, and the monotonous and boring learning methods. Therefore, innovative learning methods and media are needed so that the learning process becomes more enjoyable. Then the media can be used as a solution to these problems. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the metimeter media in understanding student material. This research is a quantitative research with experimental type. The design of this research was the Pre-test Post-test Control Group Design which was carried out at MTsN 9 Bantul by using a random sampling technique. Based on statistical calculations that have been carried out in the experimental class and control class, the significance value is 0.000. Because the sig value 0.000 <0.05, it can be concluded that Ha is accepted. Thus it can be said that there is a difference in the understanding of the Arabic language material for classes using mentimeter media with classes using conventional media.
Keywords: Mentimeter Media, Understanding, Online Learning, Arabic Language, Covid19 Pandemic

Pendahuluan
Bahasa adalah keterampilan khusus yang kompleks, berkembang dalam diri anak-anak secara spontan dan tanpa usaha sadar atau merupakan sebuah instruksi formal yang digunakan tanpa memahami logika yang mendasarinya, secara kualitatif sama dalam diri setiap orang dan berbeda dari kecakapan-kecakapan lain yang sifatnya lebih umum dalam hal memproses informasi atau perilaku secara cerdas . Bahasa merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahasa adalah system lambang bunyi yang digunakan oleh segolongan masyarakat tertentu untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Oleh karena itu jika orang bertanya tentang apakah bahasa itu, maka jawabannya dapat bermacam-macam sejalan dengan bidang kegiatan tempat bahasa itu digunakan .
Bahasa Arab merupakan bahasa internasional yang seringkali digunakan diberbagai sumber literature serta memiliki kepustakaan besar di semua bidang ilmu pengetahuan. Selain itu bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan dalam pedoman dan dasar agama Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadist . Bahasa Arab bukan saja sebagai bahasa AlQur’an, tetapi juga merupakan bahasa ibadah yang dipakai oleh kaum muslimin didalam shalat mereka, dan hampir semua buku-buku agamapun ditulis dengan memakai bahasa Arab. Bahasa Arab menjadi salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari di Indonesia yang kemudian dikategorikan sebagai bahasa asing pilihan yang diajarkan di madrasah-madrasah serta perguruan tinggi Islam.
Kemudian Krashen mengemukakan bahwa belajar bahasa adalah proses penguasaan bahasa, baik pada bahasa pertama maupun pada bahasa kedua. Proses penguasaan bahasa yang dimaksud meliputi penguasaan secara alamiah (acquisition) maupun secara formal (learning) . Sedangkan pembelajaran bahasa asing adalah kegiatan mengajar yang dilakukan secara maksimal oleh guru agar anak didik

yang ia ajari bahasa asing tertentu melakukan kegiatan belajar dengan baik, sehingga kondusif untuk mencapai tujuan belajar bahasa asing .
Ada empat keterampilan berbahasa yang wajib dimiliki siswa dalam pembelajaran bahasa Arab yang meliputi, keterampilan membaca (al-mahārah al-qirā’ah), keterampilan menulis (al-mahārah al-kitābah), keterampilan menyimak (al-mahārah al-istimā’), dan keterampilan berbicara (al-mahārah al-kalām) . Henry Guntur Tarigan dalam bukunya mengatakan bahwa pada prinsipnya tujuan pengajaran bahasa adalah agar para peserta didik terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak, terampil berbicara, terampil membaca dan terampil menulis .
Sedangkan untuk mencapai keempat keterampilan berbahasa ini tentunya perlu adanya beberapa factor yang menunjang proses pembelajaran meliputi beberapa faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal peserta didik seperti minat siswa terhadap mata pelajaran yang akan diajarkan, metode yang digunakan oleh guru untuk mengajar, media penunjang proses pembelajaran serta adanya lingkungan berbahasa8. Akan tetapi pada kenyataannya banyak siswa yang kurang berminat pada mata pelajaran bahasa Arab karena dianggap sulit sehingga antusiasme siswa terhadap proses pembelajaran pun berkurang, selain itu kebanyakan dari guru bahasa Arab menggunakan metode ceramah dan dengan alat bantu buku ajar saja sehingga siswa merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung .
Disamping itu guru juga terbiasa mengajar dengan menggunakan bahasa Indonesia sehingga lingkungan bahasa seperti yang diharapkan tidak terbentuk dengan baik, padahal pada kenyataannya pemerolehan dan pembelajaran bahasa tidak terlepas dari lingkungan bahasa, karena lingkungan berbahasa merupakan faktor penting bagi pembelajar guna menguasai bahasa sasaran/target . Beberapa hal inilah yang sering kali menjadikan siswa kesulitan dalam

belajar serta memahami dengan baik materi yang disampaikan oleh guru.
Pembelajaran bahasa Arab sendiri dapat dilakukan dengan dua model yaitu pembelajaran tatap muka atau biasa disebut luring dan pembelajaran daring. Dalam KBBI disebutkan bahwa istilah luring adalah akronim dari ’luar jaringan’, terputus dari jaringan komputer. Pembelajaran luring bisa dilakukan dengan belajar melalui buku pegangan siswa dan pertemuan langsung atau tatap muka didalam kelas. Sedangkan daring merupakan akronim dari kata “dalam jaringan” yang berarti terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan lain sebagainya . Pembelajaran daring bisa dilakukan dimana saja diluar lingkungan sekolah, akan tetapi pembelajaran daring tentunya membutuhkan suasana yang nyaman dan mendukung untuk belajar, juga koneksi internet yang memadai. Pembelajaran daring bisa dilakukan dengan cara video call group, berdiskusi dan tanya jawab melalui grup whatsapp, aplikasi zoom, ataupun google meeting .
Pada tanggal 2 Maret 2020 Indonesia melaporkan kasus pertama covid-19 dan jumlahnya terus bertambah hingga saat ini. Kemudian Dalam rangka menanggulangi pandemi covid-19, Indonesia telah menerapkan berbagai langkah kesehatan masyarakat seperti penerapaan protokol Kesehatan, social distancing serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan adanya pandemi covid-19, maka pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama RI., menerapkan kebijakan belajar dan bekerja dari rumah (Work from Home) mulai pertengahan Maret 2020. Kondisi ini menuntut lembaga pendidikan untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran sebagai salah satu lembaga yang terdampak covid19. Salah satu bentuk inovasi yang dapat dilakukan yaitu dengan memberlakukan pembelajaran secara online atau daring (dalam jaringan). Pembelajaran daring merupakan salah satu cara mengatasi masalah pendidikan mengenai penyelenggaraan pembelajaran .

Sebagai salah satu madrasah negeri yang berada di bawah Kementerian Agama, MTsN 9 Bantul merespon penerapan belajar dan work from home dengan memberlakukan pembelajaran daring yang diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang menarik dan efektif bagi siswa meskipun tanpa pembelajaran tatap muka. Akan tetapi, dalam proses pembelajaran daring ini tentunya tidak terlepas dari permasalahan yang menjadi hambatan dan tantangan tersendiri dalam pelaksanaannya, termasuk kesulitan belajar yang dialami siswa selama proses pembelajaran daring. Oleh karena itu perlu diketahui faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan belajar pada siswa khususnya pada pembelajaran daring dimasa pandemi covid-19 ini serta menemukan media atau metode yang tepat untuk mengatasi kesulitan belajar siswa sebagai solusi dan juga langkah yang diambil di masa yang akan datang sebagai proyeksinya .
Mentimeter merupakan salah satu media pembelajaran interaktif yang dapat dilakukan secara daring. Mentimeter dapat digunakan sebagai media presentasi online, bermain games cerdas cermat serta dapat disajikan dalam bentuk quiz untuk menilai seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan guru. Dengan backsound serta latar yang menarik, media ini telah banyak menarik minat peserta didik dihampir semua tingkatan Pendidikan sehingga antusiasme peserta didik terhadap proses pembelajaran pun semakin meningkat.
Hal ini senada dengan beberapa penelitian terdahulu yang membahas mentimeter, sebagai berikut:
Pertama, artikel yang ditulis oleh Abdul Wahib dkk dengan judul Upaya Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Melalui Model Discovery Learning Berbantuan Media Mentimeter Pada Siswa Kelas III SDN Selomoyo Magelang Tahun Ajaran 2020/2021. Adapun hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebanyak 60, siklus I sebesar 64, siklus II sebesar 66, dan siklus III 76% . Kedua, artikel yang ditulis oleh Herlawati, dkk dengan judul Pelatihan Mentimeter Sebagai Media Interaksi Dalam Pembelajaran

Daring Pada SMAN 14 Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan mentimeter dapat diangggap sebagai sarana yang mempengaruhi elearning agar berkualitas dengan demikian mentimeter dapat digunakan sebagai aplikasi yang efektif untuk elearning . Ketiga, artikel yang ditulis oleh Pri Ariadi Cahya Dinata, dkk dengan judul Pelatihan Blended Learning Berbantuan Webex meeting dan Mentimeter untuk Mengefektifkan Kegiatan Belajar Mengajar. Adapun hasil penelitiannya ialah cisco webex meeting dapat digunakan guru agar terhubung dengan siswa sedangkan mentimeter dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari penelitian ini menghasilkan 5 RPP yang dikerjakan secara berkelompok dengan menerapkan media ciso webex dan mentimeter .
Berdasarkan penelitian-penelitian diatas maka sekiranya media mentimeter dapat diaplikasikan dalam meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran bahasa Arab.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen (experimental research). Penelitian ini menggunakan desain Pre-test Post-test Control Group Design dengan memilih dua kelas secara acak dan membaginya menjadi kelas eksperimen (IX D) dan kelas kontrol (IX B)(Sugiyono, 2015). Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 9 Bantul Yogyakarta pada tanggal 16-26 bulan November di semester ganjil tahun ajaran 2020/2021.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas (media mentimeter) dan variabel terikat (pemahaman materi bahasa Arab). Sehingga dalam hal ini media mentimeter sebagai variabel bebas memiliki pengaruh dalam pemahaman materi bahasa Arab siswa sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini akan dilakukan dua pengujian analisis data yaitu prasyarat analisis dan uji hipotesis berupa pengujian normalitas dan

homogenitas antara subjek penelitian kelompok eksperimen dengan subjek kelompok kontrol.

Hasil Penelitian dan Pembahasan Media mentimeter
Mentimeter sendiri sebenarnya adalah perusahaan Swedia yang berbasis di Stockholm yang mengembangkan dan mengelola aplikasi eponym yang digunakan untuk membuat presentasi dengan umpan balik waktu yang nyata. Aplikasi ini awalnya dicetuskan oleh seorang pengusaha bernama Johnny Warstrom sebagai tanggapan atas pertemuan yang kurang kondusif.
Aplikasi ini juga berfokus pada kolaborasi online untuk sektor Pendidikan yang memungkinkan siswa atau anggota masyarakat untuk menjawab pertanyaan secara anonim. Dengan media mentimeter ini, pengguna bisa berbagi pengetahuan dan umpan balik kapanpun dengan presentasi, bertukar pendapat, rapat, pertemuan, konferensi maupun kegiatan kelompok lainnya. Mentimeter adalah software presentasi yang sangat mudah digunakan. Mentimeter dapat digunakan sebagai alat untuk bekerja jarak jauh, membuat presentasi yang menyenangkan dan interaktif. Dengan mentimeter presentasi, ceramah, dan mengajar menjadi lebih inovatif dan berkesan .
Cara Akses Media Mentimeter
Metimeter sangat mudah diakses sehingga hanya dengan bermodalkan smartphone kita sudah dapat mengakses aplikasi ini. Kemudian sebelum mulai membuat presentasi menggunakan media mentimeter, sebaiknya seorang guru mempersiapkan materi yang akan diajarkan dengan matang sehingga akan menghasilkan presentasi yang menarik dan interaktif. Guru juga harus cerdas dalam memilih fitur yang akan digunakan sehingga belajar akan tetap menyenangkan tanpa mengurangi penyampaian muatan materi yang ada didalamnya.
Berikut adalah langkah-langkah dalam mengakses media mentimeter:
Siswa diarahkan untuk membuka media mentimeter melalui google chrome.

a. Siswa memasukkan kata kunci “menti.com” atau bisa langsung menuju media mentimeter melalui link yang sudah dibagikan.
b. Setelah masuk ke media mentimeter, siswa akan diminta untuk memasukkan kode yang sebelumnya sudah dibagikan oleh guru melalui pesan whatsapp.
c. Kemudian akan mucul tampilan awal materi yang sedang dipresentasikan.
d. Selanjutnya siswa sudah bisa secara langsung mengikuti pembelajaran menggunakan media mentimeter.
Adapun tampilan aplikasi mentimeter adalah sebagai berikut:

Gambar 1.1 Cara akses media mentimeter

Siswa dapat mengkses media mentimeter melalui google chrome hanya dengan memasukkan kata kunci “menti.com”, sebagaimana gambar berikut:

Gambar 1.2 Memasukkan menti.com pada google chrome

Kemudian siswa diminta untuk memasukkan kode yang telah dibagikan oleh guru. Berikut ini contoh memasukkan kode dalam laman “menti.com”.

Gambar 2.3 contoh memasukkan kode dalam laman “menti.com”

Kemudian akan muncul tampilan awal materi yang sedang dipresentasikan oleh guru. Dan siswa dapat secara langsung mengikuti proses pembelajaran.

Pemahaman Siswa
Pemahaman adalah bagaimana seseorang mempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, memperluas, menyimpulkan, mengeneralisasikan, memberikan contoh, menuliskan Kembali dan memperkirakan. Dengan pemahaman, siswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. Pemahaman bersifat dinamis, artinya pemahaman akan bersifat kreatif, ia akan menghasilkan imajinasi dengan fikiran yang tenang. Akan tetapi apabila subjek belajar atau siswa benar-benar memahami materi yang disampaikan oleh para gurunya, maka mereka akan siap memberikan jawaban yang pasti atas pertanyaan atau berbagai masalah dalam belajar.
Materi pelajaran merupakan bahan pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Bahan ajar sangat unik dan spesifik. Unik berarti bahan ajar tersebut hanya dapat digunakan untuk audiens tertentu dalam suatu proses pembelajaran, sedangkan spesifik berarti bahan ajar tersebut dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu dan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan juga siswanya.
Pemahaman materi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah bagaimana siswa mampu memahami mufrādat serta mengetahui arti kata nya, menjawab pertanyaan dari teks bacaan, menerjemahkan kalimat berbahasa arab ke dalam bahasa Indonesia serta memahami kaidah-kaidah nahwu yang terdapat dalam materi tersebut. Aspekaspek tersebut mengacu pada peningkatan keterampilan membaca
(mahārah qirā’ah) yaitu kemampuan mengenali dan memahami isi sesuatu yang tertulis dengan melafalkan atau mencernanya di dalam hati. Membaca hakekatnya adalah proses berkomunikasi antara pembaca dan penulis melalui teks yang ditulisnya, maka secara tidak langsung didalamnya ada hubungan kognitif antara bahasa lisan dengan bahasa tulisan .

Eksperimentasi Media Mentimeter Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Dalam penelitian ini peneliti akan menerapkan penggunaan media mentimeter pada pembelajaran daring bahasa Arab di MTsN 9 Bantul. Sebelum memulai pembelajaran menggunakan media tersebut, peneliti harus menyiapkan beberapa hal, yaitu:
1. Peneliti Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan pokok bahasan mengenai materi نزول القرآن والعيدان. Peneliti menyusun instrumen tes berupa 10 pertanyaan yang meliputi 3 pertanyaan pilihan ganda dan 7 pertanyaan jawaban pendek terkait materi نزول القرآن و
.العيدان
2. Peneliti membuat format penilaian yang meliputi skor soal sesuai dengan jumlah aspek yang diamati.
3. Peneliti melakukan penelitian di kelas eksperimen menggunakan media mentimeter dan kelas kontrol menggunakan metode konvensional.
4. Peneliti menguji hipotesis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Proses Pembelajaran Kelas Eksperimen
Pada tanggal 17 November 2020 yaitu sehari sebelum pertemuan pertama, peneliti mulai memperkenalkan diri kepada para siswa melalui whatsapp group chat. Kemudian peneliti juga menjelaskan secara singkat terkait prosedur penelitian yang akan dilakukan. Setelah itu peneliti mengirimkan link yang berisi soal pretest berupa google formulir dan meminta siswa untuk mengerjakannya paling lambat dikumpulkan pada pagi hari sebelum pertemuan pertama dimulai.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 19 November 2020 pukul 08.00-09.00. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti terlebih dahulu menjelaskan tentang penggunaan media mentimeter melalui whatsapp group chat sebagai pengenalan awal agar siswa bisa memahami pola pembelajaran menggunakan media tersebut dengan baik. Kemudian tepat pukul 08.00 peneliti mulai memproyeksikan media yang telah dibuat, disamping itu siswa juga bisa secara langsung mengakses media tersebut di smartphone mereka masing-masing cukup dengan mengetik “menti.com” dan memasukkan kode yang telah dibagikan oleh peneliti sebelumnya.
Materi pertama berisi tentang mufradat terkait topik yang sedang dipelajari dan juga teks bacaan. Disamping itu peneliti juga tetap memandu para siswa melalui whatsapp group chat agar proses pembelajaran tetap kondusif. Disela-sela penjelasan, peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa yang bisa mereka jawab secara langsung sehingga proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
Kemudian diakhir pembelajaran, peneliti mengadakan quiz yang bisa diikuti oleh seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran. Semakin cepat dan tepat siswa menjawab pertanyaan, maka skor yang diperoleh juga semakin besar. Sedangkan bagi pemeroleh skor tertinggi akan mendapatkan hadiah menarik sehingga siswa menjadi lebih bersemangat untuk bersaing. Setelah pembelajaran berakhir, maka peneliti mempersilahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang telah dipelajari.
Pertemuan kedua dilakukan pada tanggal 21 November 2020 pukul 08.00-09.00. Peneliti mulai memproyeksikan materi menggunakan media mentimeter tepat pukul 08.00 pagi. Pada pertemuan kedua ini materi yang diajarkan berupa penjelasan tentang penggunaan huruf لا dan لم. Kemudian pada akhir pembelajaran, peneliti kembali mengadakan quiz untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan sekaligus memacu jiwa bersaing para siswa. Setelah proses pembelajaran berakhir, peneliti kembali membagikan link google formulir berupa soal post-test dan angket untuk mengetahui peningkatan nilai akademik siswa setelah mendapatkan materi serta mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar siswa.
Proses Pembelajaran Kelas Kontrol
Sebelum memulai pertemuan pertama, peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada para siswa melalui whatsapp group chat. Kemudian peneliti menjelaskan prosedur penelitian yang akan dilakukan selama beberapa hari kedepan. Setelah itu peneliti membagikan link google formulir yang berisi soal pretest dan meminta para siswa untuk mengumpulkan tugas tersebut selambat-lambatnya pada pagi hari sebelum pembelajaran pertama dimulai.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 18 November 2020 pukul 13.00-14.00. Pada pertemuan kali ini peneliti menggunakan zoom meeting untuk melakukan pembelajaran. Setelah semua siswa masuk ke ruangan zoom, peneliti mulai menjelaskan secara rinci terkait materi. Disela-sela penjelasan, peneliti sesekali menanyakan beberapa pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang sedang diajarkan. Kemudian sebelum mengakhiri proses pembelajaran, peneliti membuka sesi tanya jawab. Peneliti mempersilahkan siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.
Pertemuan kedua dilakukan pada tanggal 21 November 2020 pukul 09.00-10.00. Pada pertemuan kali ini peneliti menjelaskan materi melalui whatsapp group chat karena pada pertemuan sebelumnya, beberapa siswa merasa kesulitan untuk mengakses aplikasi zoom karena masalah teknis. Setelah proses pembelajaran berakhir, peneliti kembali membagikan link berupa soal posttest kepada para siswa untuk mengetahui peningkatan nilai siswa setelah mendapatkan materi. Berdasarkan hasil penelitian diatas, proses pembelajaran menggunakan media mentimeter dan metode konvensional berjalan dengan lancar sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai oleh peneliti.
Perbedaan Pemahaman Materi Siswa Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Mentimeter
Hasil dari pemahaman materi bahasa Arab siswa kelas eksperimen yang menggunakan media mentimeter, memperoleh nilai terendah 7,33 dan nilai tertinggi 10,00 dengan nilai rata-rata kelas 8,50. Sedangkan hasil dari pemahaman materi bahasa Arab siswa kelas kontrol menggunakan PowerPoint dengan bantuan aplikasi zoom dan whatsapp group chat memperoleh nilai terendah 6,67 dan nilai tertinggi 8,33 dengan rata-rata 7,32. Dari hasil rekapitulasi kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan media mentimeter menunjukkan peningkatan nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan media PowerPoint.
Efektivitas Media Mentimeter Dalam Pemahaman Materi Bahasa Arab
Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan melalui uji Mann Whitney pada tabel 15 didapatkan hasil nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05. Oleh karena itu, sebagaimana dasar pengambilan keputusan uji mann whitney di atas maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada perbedaan pemahaman materi bahasa Arab siswa yang menggunakan media mentimeter dalam proses pembelajaran daring dengan kelas yang hanya menggunakan media konvensional yaitu media PowerPoint. Karena terdapat perbedaan yang signifikan maka hipotesis penelitian dapat terjawab, yaitu “adanya korelasi positif antara penggunaan media mentimeter dengan pemahaman materi bahasa Arab siswa kelas IX MTsN 9 Bantul”.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas IX MTsN 9 Bantul terhadap pembelajaran daring menggunakan media mentimeter, maka dapat disimpulkan bahwa pada penerapan media mentimeter dikelas IX D diawali dengan pretest, kemudian dilanjutkan dengan proses pembelajaran menggunakan media mentimeter yang dapat diakses oleh masing-masing siswa melalui smartphone. Pembelajaran terdiri dari penyampaian materi, tanyajawab terkait materi yang diajarkan serta quiz untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.
Berdasarkan hasil perhitungan uji beda pada kelas eksperimen yang menggunakan uji Mann Whitney pada table, diperoleh hasil nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.000. Karena nilai sig 0.000 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan media mentimeter. Selanjutnya hasil uji hipotesis yang dilakukan melalui uji Mann Whitney diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada perbedaan pemahaman materi Bahasa Arab antara kelas yang menggunakan media mentimeter dan kelas yang menggunakan media konvensional. Karena adanya perbedaan yang signifikan maka hipotesis penelitian dapat terjawab, yaitu “adanya korelasi positif antara penggunaan media mentimeter dengan pemahaman materi bahasa Arab siswa kelas IX MTsN 9 Bantul”.

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Chaer. (2009). Psiko Linguistik Kajian Teoritik. Rineka Cipta.

Abdul Wahab Rosyidi. (2009). Media Pembelajaran Bahasa Arab. UIN Malang Press.

Abdul Wahib Bunawi, Nani Aprilia, & Yuni Rahayu. (2021). Upaya Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Melalui Model Discovery Learning Berbantuan Media Mentimeter Pada Siswa Kelas III SDN Selomoyo Magelang Tahun Pelajaran 2020/2021. Prosiding Pendidikan Profesi Guru, 4, 1570–1581.

Acep Hermawan. (2011). Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Rosdakarya.

Andasia Malyana. (2020). Pelaksanaan Pembelajaran daring dan Luring Dengan Metode Bimbingan Berkelanjutan Pada Guru Sekolah Dasar di Teluk Betung Utara Bandar Lampung. Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia, 2(1), 67–76.

Anonim. (2020). Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Kemendikbud, Kemenag, Menkes, dan Menteri Dalam Negeri.

Dinata, P. A. C., Sakman, S., & Syarpin, S. (2020). Pelatihan Blended Learning Berbantuan Webex Meeting dan Mentimeter untuk
Mengefektifkan Kegiatan Belajar Mengajar. Bubungan Tinggi:
Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 64.
https://doi.org/10.20527/btjpm.v2i2.2146

H. Douglas Brown. (2007). Principles of Language Learning and Teaching. Pearson Longman.

Handayani, E. U., & Huda, N. (2019). Eksperimentasi Permainan Bisik Berantai dalam Meningkatkan Maharah Istima dan Kalam Siswa Kelas VIII MTs Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta. Edulab: Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan, 4(1), 1–12. http://ejournal.uinsuka.ac.id/tarbiyah/index.php/edulab/article/view/2576

Henri Guntur Taringan. (1989). Pengajaran Kosakata. Angkasa.

Herlawati, Fata Nidaul Khasanah, & Rafika Sari. (2021). Pelatihan Mentimeter Sebagai Media Interaksi Dalam Pembelajaran Daring Pada SMAN 14 Bekasi. Journal of Computer Science
Contributions (JuCosCo), 1, 36–45.

Nurhadi Roekhan. (1990). Dimensi-Dimensi dalam Bahasa Kedua. Pen Sinar Baru.

Oktafia Ika Handarani, & Siti Sri Wulandari. (2018). Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (IPAP),
35(5), 639–643. https://doi.org/10.1093/fampra/cmy005

Pranowo. (1996). Analisis Pengajaran Bahasa. Gajah Mada University Press.

Sri Harnani. (2020). EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19. BDK Jakarta Kementrian Agama RI. https://bdkjakarta.kemenag.go.id/berita/efektivitaspembelajaran-daring-di-masa-pandemi-covid-19

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (1995). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara.

Utami, R. L. (2020). Konsep Pembelajaran Bahasa Arab dengan Pendekatan Komunikatif di Kelas VII SMP Muhammadiyah 1
Depok. Shaut Al Arabiyyah, 8(1), 64. https://doi.org/10.24252/saa.v8i1.12270

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *