Efektifitas Dan Efisiensi Pembelajaran Bahasa Arab

95 Lihat

EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB (STUDI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN BUKU ALARABIYAH BAINA YADAIKA DI MA’HAD ABU BAKAR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA)

Abdul Ghofur
Institute Agama Islam Negri (IAIN) Surakarta
Ghofurjantran68@gmail.com

Abstrak

Sebuah tinjauan proses pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan Buku ABY di
Ma’had Abu Bakar UMS. Rata-rata mahasiswa yang mengikuti perkuliahan bahasa Arab di Ma’had Abu Bakar tidak memiliki basic bahasa Arab dengan baik, namun bisa menghasilkan output yang kompetitif. Maka penelitian ini akan lebih mempertajam pada aspek output (hasil) untuk mendapatkan informasi yang tepat penggunaan Buku ABY. Penulis mengkaji menggunakan metode kualitatif di setiap aktifitas kerja, konsep-konsep kerja maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan proses pembelajaran tersebut. Penelitian ini memfokuskan kajiannya pada Pembelajaran Bahasa Arab untuk Tahun Akademik 2011/2012. Subyek dan Informan dari penelitian ini meliputi Pengelola, Dosen, Karyawan dan Mahasiswa Ma’had Abu Bakar As Shidiq Surakarta Tahun Akademik 2011/2012. Hasilnya ditemukan beberapa faktor antara lain tema yang disajikan dalam buku tersebut sangat familiar, dirancang sesuai dengan kurikulum yang berkembang, durasi pembelajaran yang efektif, dosen pengampu yang memiliki kualifikasi dan kompetensi bahasa Arab yang baik, lingkungan kampus yang kondusif, serta didukung aspek-aspek administratif yang disajikan dalam bahasa Arab.

Keyword: Al-Arabiyah Baina Yadaika, Buku ABY, Bahasa Arab

Abstract

A study of the Arabic learning process using ABY Book at Ma’had Abu Bakar of UMS. The students who will take Arabic lessons at Ma’had Abu Bakar do not have basic Arabic well, but can produce competitive output. This research will sharpen to the output (results) to get the right information on the use of the ABY Book. The author examines using qualitative methods in each work activity, work concepts and other matters related to the learning process. This research data focuses on Arabic Language Learning for the Academic Year 2011/2012. Subjects and informants of this study include Managers, Lecturers, Employees and Students Ma’had Abu Bakar As Shidiq Surakarta Academic Year 2011/2012. The results found several factors including the theme presented in the book is very familiar, designed according to a developing curriculum, effective learning duration, lecturers who have good Arabic qualifications and competencies, a conducive campus environment, and supported by administrative aspects which is presented in Arabic.

Keyword: al-Arabiyah Baina Yadaika, ABY Book, Arabic Language

PENDAHULUAN

Sistem pembelajaran bahasa asing pada umumnya, terutama bahasa Arab lebih menekankan pada output (hasil). Adapun hasil didapatkan dari suatu proses pembelajaran yang efektif dan efisien, berdasarkan materi pembelajaran yang tertata baik dan runtut. Maka, antara materi, metode, media, dan proses pembelajaran merupakan rangkaian yang saling mengikat dan saling mempengaruhi tingkat keberhasilan peserta didik di dalam proses pembelajaran bahasa Arab.
Buku al-Arabiyah Baina Yadaika yang disingkat ABY dicetak dalam 2 bentuk, yaitupanduan belajar peserta didik (kitâb al-thalib), dan pegangan guru (kitâb al-mu’allim). Setiap buku terdiri tiga level pembelajaran sesuai dengan tingkat penguasaan calon peserta didik terhadap pengetahuan yang dimilikinya. Level pertama untuk tingkat dasar (mustawâ asâsî), level kedua untuk tingkat menengah (mustawâ mutawassith), dan level ketiga untuk tingkat lanjut (mustawâ mutaqoddim).
Pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan Buku ABY dilakukan di Ma’had
Abu Bakar UMS Surakarta. Input mahasiswa yang mengikuti program pembelajaran bahasa Arab di Ma’had Abu Bakar UMS Surakarta tidak dilakukan seleksi yang ketat. Rata-rata mahasiswa yang mengikuti perkuliahan bahasa Arab di Ma’had Abu Bakar tidak memiliki dasar-dasar bahasa Arab dengan baik, namun bisa menghasilkan output yang kompetitif.
Dalam proses pembelajaran bahasa Arab, di Ma’had Abu Bakar tidak diasramakan. Maka penelitian ini akan lebih mempertajam pada aspek output (hasil) untuk mendapatkan informasi yang tepat penggunaan Buku ABY. Sekalipun demikian, proses pembelajaran yang menyangkut tentang kualitas tenaga pengajar, media, lingkungan, strategi, alokasi waktu, dan lain-lain tetap menjadi bahan analisis yang mendalam. Berangkat dari latar belakang tersebut, kajian tentang“ Efektifitas dan Efisiensi Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Pembelajaran
Bahasa Arab dengan Menggunakan Buku al-Arabiyah Baina Yadaika di Ma’had Abu Bakar Universitas Muhammadiyah Surakarta)” menjadi penting untuk dikembangkan.
Penelitian ini dilakukan di MA’had Abu Bakar As Shidiq Surakarta yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Pabelan Kartasura Sukoharjo, Po Box 108 Surakarta. Penelitian ini memfokuskan kajiannya pada Pembelajaran Bahasa Arab untuk Tahun Akademik 2011/2012.Subyek dan Informan dari penelitian ini meliputi Pengelola, Dosen, Karyawan dan
Mahasiswa Ma’had Abu Bakar As Shidiq Surakarta Tahun Akademik 2011/2012.

PEMBAHASAN

1. Konsep Efektifitas dan Efisiensi dalam Pembelajaran Bahasa

Efektif adalah pencapaian hasil yang sesuai dengan tujuan seperti yang telah ditetapkan. Sondang P. Siagian (2002: 24) memberikan definisi sebagai berikut:

“Efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atas jasa kegiatan yang dijalankannya. Efektivitas menunjukan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Jika hasil kegiatan semakin mendekati sasaran, berarti makin tinggi efektivitasnya”.

Sedangkan efisiensi adalah perbandingan terbaik antara suatu kegiatan dengan hasilnya. Menurut definisi ini, efisiensi terdiri atas dua unsur yaitu kegiatan dan hasil dari kegiatan tersebut. Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari aspek besarnya sumber atau biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan.

Pengertian efisiensi menurut Mulyamah yaitu: efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan rencana penggunaan masukan dengan penggunaan yang direalisasikan.
Bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang (arbitrer) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi. Bahasa juga berfungsi sebagai alat yang digunakan seseorang untuk mengemukakan pendapat, pikiran, dan perasaannya kepada orang lain. Dengan bahasa manusia bisa membentuk masyarakat dan peradaban. Seandainya tidak ada bahasa, maka dia tidak akan dapat melakukan hal tersebut di atas. Atas dasar inilah maka sangat wajar bila kita mengatakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan sepanjang hidup kita selalu membutuhkan bahasa.
Kajian bahasa tidak cukup dengan mengenali ciri-ciri konstruksi bahasa, tetapi ia harus lengkap dengan mengenali fungsi dalam kerangka masyarakat. Seseorang yang ingin mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing dituntut untuk memiliki ketrampilan-ketrampilan berbahasa yang dapat dikembangkan dan kuasai sesuai dengan motivasi dalam mempelajari bahasa kedua.
Rajiman membagi keempat keterampilan tersebut di atas menjadi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat aspek tersebut sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebab, keempat keterampilan tersebut menyangkut fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Tiap-tiap bahasa memiliki cirikhas, demikian pula bahasa Arab, memiliki kata-kata yang bersifat ambigu, dan tidak jarang satu kata mempunyai dua atau tiga arti yang berlawanan. Tetapi, dalam saat yang sama seseorang dapat menemukan kata yang tidak mengandung makna kecuali satu makna yang pasti saja.

2. Anatomi Buku Al Arabiyah Baina Yadaika

Perkembangan kajian pembelajaran bahasa Arab yang tinggi,telah melahirkan berbagai macam kitab dan silsilah pengajaran bahasa Arab untuk memenuhi kebutuhan proses pembelajaran bahasa Arab. Meskipun telah terdapat beberapa metode dan kurikulum pembelajaran bahasa Arab, akan tetapi perlu dilakukan pengembangan metode baru yang akan semakin memperkaya kajian ini. Salah satu buku yang menghadirkan metode danpembelajaran bahasa Arab adalah Al Arabiyah baina Yadaika. Judul lengkapnya adalahAl-‘Arabiyah baina Yadaik: Silsilatun fî Ta’lîm al-Lughah al-‘Arabiyyah li Ghair AnNâthiqîn Biha (Seri Pembelajaran Bahasa Arab untuk Penutur Asing) merupakan karya Dr.
Abdurrahman bin Ibrahim al-Fauzan, al-Ustadz Mukhtar ath-Thohir Husein dan al-Ustadz
Muhammad Abdul Kholiq Muhammad Fadl . Ketiganya merupakan dosen di Ma’had alLughoh al-Arabiyah (Institut Bahasa Arab) King Saud University Riyadh Saudi Arabia.Buku ini diterbitkan oleh Mu`assasah al-Waqf al-Islami Riyadh (cetakan I) pada tahun 1422H/2001M.
Silsilah Al-‘Arabiyah Baina Yadaik setidaknya telah mmberikan warna tersendiri dalam proses pengembangan bahasa Arab di Indonesia. Silsilah Al-‘Arabiyah Baina Yadaik memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:Pertama, silsilah bertujuan membuat seorang peserta pembelajaran dapat menguasai tiga kemampuan sekaligus, kemampuan tersebut meliputi kemampuan bahasa, kemampuan komunikasi dan kemampuan budaya.
Kemampuan bahasa merupakan kemampuan bahasa yang dapat dicapai melalui pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan buku ABY. Kemampuan bahasa sendiri meliputi kemampuan mendengar, kemampuan berbicara, kemampuan membaca dan kemampuan menulis. Sedangkan unsur-unsur bahasa, yang terdiri dari tiga hal yaitu sistem suara, mufradat dan susunan kata bahasa (disertai keterangan tentang kaidah-kaidah Nahwu,
Sharaf, danImla’ atau penulisan kata).
Buku ABY tidak hanya diarahkan pada pengetahuan tentang bahasa Arab, namun juga dikembangkan agar peserta didik terampil dalam melakukan pengetahuan bahasa Arab. Kemampuan bahasa harus ditingkatkan menjadi kemampuan komunikasi. Kemampuan komunikasi diorientasikan pada materi yang menuntun para pelajar agar mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab dan berinteraksi secara lisan dan tulisan, serta mampu menyusun kalimat dan ungkapan dengan menggunakan bahasa Arab.
Dengan memiliki dua kemampuan, yaitu kemampuan bahasa dan komunikasi, maka peserta didik bisa mengembangkan dua kemampuan tersebut pada kajian budaya. Hal ini semakin menegaskan bahwa kajian budaya harus dilakukan dan diawali dengan pendekatan bahasa. Dalam buku ABY, peserta didikmulai dikenalkan dengan berbagai ragam kebudayaan bahasa Arab. Selain itu, ditambahkan pula berbagai bentuk kebudayaan bahasa Arab dan bentuk kebudayaan umum yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
Buku ABY dirancang dan diarahkan untuk segmentasi pembelajaran dewasa, baik melalui pembelajaran secara sistemik-kolektif melalui lembaga pendidikan formal, maupun pembelajaran secara personal atau mandiri. Keduanya bisa dilakukan dengan menggunakan buku ABY.
Sebagai karya ilmiah dalam khazanah pengembangan bahasa Arab, buku ABY nampaknya telah menjawab beberapa persoalan yang mengemuka. Diantaranya adalah bagaimana format pembelajaran bahasa Arab bagi peserta didik yang belum pernah mengenal bahasa Arab? Dengan demikian, buku ini membimbing para pelajar mulai dari nol hingga menguasai bahasa Arab dan mampu berkomunikasi dengan para pengguna bahasa Arab baik secara lisan dan tulisan. Hal ini memungkinkan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.
Dalam penyajiannya, buku ABY menggunakan bahasa Arab yang fashih (baku), tidak menggunakan bahasa amiyah (pasaran), dan tidak juga menggunakan bahasa perantara sebagai cara yang ideal dalam pengajaran bahasa. Kategorisasi peruntukan buku ini terbagi dalam tiga tingkatan pembelajaran yaitu tingkat dasar, tingkat menengah, dan tingkat lanjut. Untuk masing-masing tingkatan tersedia satu kitab untuk peserta didik dan kitab untuk guru. Selain itu, tersedia juga kamus yang memuat lebih dari 7000 kosakata pokok. Silsilah ini juga dilengkapi dengan panduan audio.
Buku ABY telah menggunakan metode pembelajaran yang modern sebagaimana metode pembelajaran ilmu bahasa-bahasa asing (terutama bahasa Inggris dan Prancis) dengan tetap memperhatikan karakteristik khusus bahasa Arab. Dengan demikian, kekhasan bahasa Arab tetap terjaga meskipun dalam penyajiannya telah mengadaptasi metode pembelajaran modern. Aspek-aspek penting lain yang perlu diketahui dalam isi buku ABY adalah sebagai berikut:

• Keterpaduan antara keahlian berbahasa dan unsur-unsurnya.
• Memberikan perhatian pada sistem suara dalam bahasa Arab.
• Memperhatikan proses tadarruj (bertahap) dalam menyampaikan materi pelajaran.
• Memperhatikan perbedaan-perbedaan individu di antara para pelajar.
• Menyertakan latihan-latihan yang beragam.
• Kesesuaian kandungan dengan tingkatan pelajar.
• Menggunakan sistem unit-pelajaran dalam menyampaikan materi.
• Menampilkan setiap kosakata dalam susunan yang sempurna.
• Memperhatikan kemampuan pengucapan pada tingkat lanjut.
• Menyertakan daftar kosakata dan ungkapan-ungkapan yang terdapat dalam setiap kitab.
• Menyertakan latihan berkala dalam setiap kitab.
• Memanfaatkan berbagai pengalaman khusus dalam menyusun materi-materi pelajaran bahasa Arab dan bahasa-bahasa lain.
• Menampilkan nilai-nilai budaya dengan cara yang menarik.
• Menggunakan banyak gambar, khususnya dalam buku pertama yang mengandung lebih dari 1000 gambar.
Waktu standar untuk menyampaikan seluruh pelajaran dalam buku ABY ini kurang lebih 300 jam pelajaran (satu jam pelajaran sekitar 45 menit). Dengan demikian, dalam satu level membutuhkan alokasi waktu sebanyak 100 jam. Apabila materi pembelajaran ABY disampaikan dalam program yang tidak intensif, maka dibutuhkan waktu 3 tahun. Jika disampaikan dengan program intensif maka tergantung jumlah jam pelajaran setiap minggunya.
Buku ABY dicetak dalam 2 format sekaligus, Pertama sebagai panduan belajar peserta didik (kitâb ath-thôlib), dan kedua untuk panduan pengajar (kitâb al-mu’allim). Masing-masing jenis terdiri atas tiga level pembelajaran sesuai dengan tingkat penguasaan calon peserta didik terhadap pengetahuan prasyarat yang dimilikinya. Level pertama untuk tingkat dasar (mustawâ asâsî), level kedua untuk tingkat menengah (mustawâ mutawassith) dan level ketiga untuk tingkat lanjut (mustawâ mutaqoddim).
Level pertama darikitâb ath-thôlib, terdiri dari 16 topik yang dideskripsikan dalam 383 halaman. Topik-topik tersebut antara lain:
1. At-taħiyyah wat ta’âruf (ucapan selamat dan perkenalan)
2. Al-`usroh (famili)
3. As-sakan (tempat tinggal)
4. Al-ħayât al-yaumiyyah (aktivitas sehari-hari)
5. Ath-tho’âm wasy-syarôb (makanan dan minuman)
6. Ash-sholâh (sholat)
7. Ad-dirôsah (studi)
8. Al-‘amal (pekerjaan)
9. At-tasawwuq (berbelanja)
10. Al-jaww (cuaca)
11. An-nâs wal amâkin (manusia dan tempat asalnya)
12. Al-hiwâyât (hobi)
13. As-safar (perjalanan)
14. Al-ħaj wal-‘umroh (haji dan umroh)
15. Ash-shiħħah (kesehatan)
16. Al-‘uthlah (liburan)
Nilai kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang terdapat dalam buku ABY ini nampak pada pilihan topik bahasannya bersifat universal, populer, dan memiliki kedekatan hubungan dengan kebutuhan belajar peserta didik. Universalitas pembahasan nampak pada tema. Tema yang disajikan bukanlah tema yang eksklusif dan elitis. Tema pembahasannya adalah tema yang relevan bagi peserta didik, meskipun memiliki tingkat keragaman budaya yang tinggi. Buku ABY juga dikatan populer, karena pembahasan tersebut merupakan bagian dari aktifitas rutin yang bersifat harian. Dan memiliki kedekatan hubungan dengan kebutuhan belajar, karena content pembelajaran dalam buku ini langsung berkaitan dengan dengan kehidupan sosial. Karena langsung berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, maka bisa langsung disimulasikan. Misalnya, topik Al-ħayât al-yaumiyyah (aktivitas sehari-hari). Melalui topik ini peserta didik bisa langsung menggunakannya dalam mendeskripsikan aktifitas harian yang sedang dilakukan. Begitu pula dengan topik yang lainnya.
Aspek kedekatan isi pesan pembelajaran menjadi salah satu faktor yang memudahkan peserta didik dalam mempelajarinya. Hal ini didsarkan atasprinciples of similarity dalam psikologi Gestalt, di mana Kretch dan Crutchfield pernah menunjukkan argumentasi dari prinsip tersebut bahwa objek atau peristiwa yang berdekatan dalam ruang dan waktu atau menyerupai satu sama lain, cenderung ditanggapi sebagai bagian dari struktur yang sama. Dari itu, kedekatan isi pesan dengan skemata (modal pengetahuan) peserta didik membuatnya lebih mudah dalam mempersepsi dan mengingat pengetahuan baru berupa kata, percakapan atau kaidah bahasa Arab.
Sedangkan dari aspek desain fisik, buku setebal 383 inipun dirancang dengan desain yang bagus. Jenis huruf hijaiyah yang digunakan adalah jenis huruf naskhi. Nampak pula kaligrafi Arab yang familiar di mata peserta didik, karena memang bentuknya yang sederhana dan mudah dibaca. Besar fontnya juga cukup representatif untuk tulisan Arab, yakni ukuran 18, di atas standar biasanya (ukuran 14-16) dengan harakat lengkapsehingga pebelajar akan mudah membacanya.
Di samping jenis hurufnya yang mudah dibaca, materi yang disampaikan dalam buku ini juga disertai dengan berbagai gambar atau photo dan tabel yang berwarna-warni. Sehingga kesannya seperti buku bergambar. Namun demikian justru di sinilah salah satu kelebihan buku ini yang memungkinkan peserta didik mampu memahami materi yang ingin disampaikan dalam setiap gambar. Yang menarik dalam penyajian gambar adalah, selalu diletakkan secara konstan mengikuti penyajian materi yang berurutan, sistemik dan tematik.

Hal ini tentu akan sangat memudahkan peserta didik dalam mengidentifikasi setiap materi cukup dengan mengenali setiap gambar yang ditampilkan. Secara umum, layout pemasangan gambar dalam setiap halaman buku ABY bisa diketahui:
1. Bersamaan dengan setiap tulisan judul pada halaman topik.
2. Bersanding dengan setiap teks dialog (ħiwâr) pada halaman kompetensi istima’ (kemampuan mendengar).
3. Di atas setiap kata pada halaman pengenalan kata baru (mufrodât).
4. Bersamaan dengan setiap pertanyaan pada halaman latihan (tadrîbât) baik untuk kompetensi mendengar, membaca, berbicara, maupun tarkîb naħwiyyah (susunan gramatikal).
Selain gambar, dalam buku ABY ini juga menampilkan ilustrasi berupa tabel. Apabila dianalisis, maka bisa diketahui bahwa pemasangan ilustrias tabel diletakkan pada posisi:
1. Sebagai intisari dari kaidah gramatikal yang terkandung dalam setiap latihan (tadrîbat) pada halaman mulakhkhosh at-tarôkib (ringkasan struktur kalimat) di setiap topik.
2. Sebagai media latihan untuk praktik kefasihan bunyi huruf hijaiyah pada halaman al-ashwâth (suara) di setiap topik.

Disamping memiliki banyak kelebihan yang kontributif dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Buku ini tetap memiliki peluang kritik untuk memperbaiki, sehingga buku Al Arbiyah baina Yadaika menjadi lebih representatif dan efektif dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Pertama, sebagai pegangan untuk pebelajar bahasa Arab pemula yang tentunya latarbelakang pengetahuan, agama dan ras mereka dimungkinkan berbeda-beda buku ini sedikit bermasalah. Dari mereka ada yang muslim dan bisa membaca al-Qur`an sehingga familiar dengan tulisan dan bunyi huruf Arab.
Namun banyak pula dari mereka yang Muslim bahkan non-muslim yang tidak bisa membaca al-Qur`an dan tidak akrab dengan tulisan maupun bunyi huruf Arab (karenanya, mereka mulai belajar bahasa Arab). Bagi pebelajar kelompok pertama, buku ini kemungkinannya tidak bermasalah. Namun bagi kelompok kedua yang buta tutur dan aksara Arab, buku ini terasa berat. Walaupun ada dukungan gambar yang representatif, tetap saja mereka kesusahan dalam membaca teks Arab, karena memang mereka belum memiliki pengetahuan prasyarat, yakni pengetahuan baca-tulis aksara Arab.

3. Pelaksanaan Program Persiapan Bahasa Arab dan Studi Islam (I’dad Lughawy) di Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Tahun Akademik 2011/2012

Peserta Program Persiapan Bahasa Arab dan Studi Islam Ma’had Abu Bakar As
Shiddiq Tahun Akademik 2011/2012 sebanyak 69 orang. Pada semester satu dan dua Tahun Akademik 2011/2012, mahasiswa mendapatkan porsi pembelajaran bahasa Arab yang lebih besar. Setiap hari (kecuali hari Jum’at) peserta didik mendapatkan materi pembelajaran bahasa Arab yang terdiri atas lughatul ‘arabiyah syafahiyah dan tahririyah. Sedangkan hari jum’at, peserta didik mendapatkan materi al Qur’an wat Tafsir dan materi at Tsaqofah. Dengan format jadwal seperti ini, maka peserta didik diarahkan pada fokus pembelajaran yang mengantarkan pada bekal utama untuk proses pembelajaran berikutnya, yaitu mata pelajaran yang penyampainnya dengan pengantar bahasa Arab. Pembelajaran dilakukan setiap hari senin, selasa, rabu, kamis dan jum’at. Setiap harinya terbagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas pagi dan kelas sore. Dalam satu hari terdapat 5 jam pelajaran. Untuk mendapatkan gambaran tentang sebaran mata kuliah pada semester satu dan dua bisa dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 1.
Sebaran Mata Kuliah Semester I T.A 2011.2012
Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta
Mata Kuliah Frekwensi
Al Qur’an wat Tafsir 5 jam/pekan
At Tsaqofah 3 jam/pekan
Lughatul Arabiyah (syafahiyah) 9 jam/pekan
Lughatul Arabiyah (tahririyah) 8 jam/pekan
Sumber: Bagian Akademik Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta yang telah diolah.

Tabel 2.
Sebaran Mata Kuliah Semester II T.A 2011.2012
Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta
Mata Kuliah Frekwensi
Al Qur’an wat Tafsir 5 jam/pekan
At Tsaqofah 3 jam/pekan
Lughatul Arabiyah (syafahiyah) 9 jam/pekan
Lughatul Arabiyah (tahririyah) 8 jam/pekan
Sumber: Bagian Akademik Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta yang telah diolah.

Sebelum mengikuti perkuliahan reguler, mahasiswa diwajibkan mengikuti placement test (ujian pelevelan). Ujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan awal mahasiswa dalam kemampuan bahasa Arab. Setelah mengetahui kemampuan awal tersebut, mahasiswa akan dikelompokkan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Arab paling buruk, akan dikelompokkan ke dalam Level Tamhidy (level paling rendah). Level berikutnya adalah Level 1, 2 dan 3.

Hasil evaluasi perkuliahan selama dua semester sangat signifikan. Mahasiswa level tamhidy, setelah mengikuti perkuliahan selama dua semester mendapatkan nilai yang signifikan. Mahasiswa level tamhidy yang awalnya tidak mengetahui bahasa Arab sama sekali, setelah mengikuti perkuliahan mendapatkan nilai yang istimewa. Sebagai ilustrasi bisa dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 3.
Perbandingan Nilai Placement Test dengan
Nilai Akhir Semester Genap Tahun 2011/2012
NO NAMA NILAI
Placement Test Akhir
Semester Genap
1 Aan Dariyanto 34 95
2 Amin Muhlas 0 85
3 Anang Burhanudin 0 66
4 Andri Aditia Muchlis 4 60
5 Andi Wibowo 12 80
6 Julius Munandar 22 84
7 David Johana 7 85
8 Dana 20 77
9 Dwi Agus Sarwana 0 70
10 Rendra Ganis Saputro 13 75
11 Suhadi 4 64
12 Suwarno 31 91
13 Setiawan Budi Santoso 0 80
14 Sigit Sugiarto 27 95
15 Sidik Sardjono 4 74
16 Thohir Riyadi 0 86
17 Arif Pradana 4 87
18 Arif Nurohman 19 90
19 Parmaji 4 71
20 Pulung Nugroho 5 80
21 Fendi Kristanto 5 86
22 Lutfi 0 95
23 M. Arman Saini 14 82
24 Mat Qozim 6 77
25 Muhammad Yuniyanto 22 90
26 Ma’sum 30 77
27 Nur Rokhayani 6 80
28 Harmanto 7 87
29 Hadyan Muntashir Windayanto 6 79
30 Heru Widayanto 10 95
Sumber: Bagian Akademik Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta yang telah diolah

4. Analisis

Buku ABY diperuntukan bagi pembelajar dewasa. Design dengan format dan isi dirancang untuk memudahkan peserta didik dalam memahami isi. Buku ini sangat tepat untuk peserta didik yang belum mengetahui bahasa Arab sama sekali. Sisi-sisi kemudahan ini bisa terlihat dari tema yang diberikan. Tema-tema tersebut bersifat universal, populer dan memiliki kedekatan hubungan dengan perilaku peserta didik. Selain itu, kemudahan proses pembelajaran bahasa Arab melalui buku ABY juga dapat dilihat melalui penyajian ilustrasi gambar. Ilustrasi gambar yang disajikan dengan full colour akan menjadikan peserta didik tertarik dan memudahkan dalam pemaknaan gambar. Disamping itu, ilustrasi gambar disajikan secara konstan, sistemik dan tematik. Hal ini juga memudahkan peserta didik dalam mengaitkan tema yang satu dengan yang lainnya.

Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta mengupayakan proses pembelajaran bahasa Arab yang diarahkan untuk pembelajar dewasa (peserta didik memiliki pendidikan serendahrendahnya SLTA) dengan bekal bahasa Arab yang beragam. Hal ini ditunjukkan dengan latar belakang pendidikan peserta didik. Peserta didik pada Tahun Akademik 2011/2012 terdiri atas alumni Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren.

Kemampuan bahasa Arab mahasiswa mengalami peningkatan yang siginifikan selama dua semester. Hal ini ditunjukkan dengan kenaikan nilai placement test dengan nilai akhir semester genap Tahun Akademik 2011/2012. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan buku ABY menghasilkan ouput yang optimal.

Keberhasilan Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta dalam proses pembelajaran bahasa Arab, setidaknya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain frekwensi dan durasi pembelajaran yang fokus dan cukup untuk menyampaikan keseluruhan materi dalam buku ABY. Selain itu juga karena faktor dosen dan lingkungan kampus. Proses pembelajaran difasilitasi oleh dosen pengampu yang memiliki kualifikasi dan kompetensi bahasa Arab yang baik. Selain itu, lingkungan kampus yang kondusif memudahkan peserta didik untuk memahami bahasa Arab. Hal ini nampak pada aspek-aspek administratif yang disajikan dalam bahasa Arab. Misalnya pengumuman mahasiswa ditulis dengan bahasa Arab, jadwal perkuliahan juga ditulis dengan bahasa Arab.

SIMPULAN

Dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Buku Al Arabiyah baina Yadaika efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab. Tema-tema yang disajikan dalam buku tersebut sangat memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran bahasa Arab karena memiliki karakter universal, populer dan memiliki kedekatan hubungan dengan perilaku sehari-hari.
2. Proses pembelajaran bahasa Arab di Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta dirancang sesuai dengan kurikulum yang dikembangkan oleh Penulis Buku Al Arabiyah baina Yadaika, sehingga materi yang terkandung dalam buku ABY bisa tersampaikan secara tuntas.
3. Tingkat keberhasilan pembelajaran bahasa Arab di Ma’had Abu Bakar As Shiddiq sangat tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Fauzan, Abdurrahman bin Ibrahim dkk. Al-Arabiyah Baina Yadaika, Al-Mujallad al-Tsani, Al-Arabiyah li al-Jami’. Saudi Arabia: Muassasah al-Waqfi al-Islami, 2002.

Dadang Suhendar dan Iskandarwassid. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Rosdakarya, 2008.

Hamdani, Adz-Dzakkiey, B, Prophetic Intelligence (kecerdasan Kenabian) Jogjakarta, Pustaka al-Furqan, 2004.

Jalaluddin Rakhmat, principles of similarity: Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.

M.Quraish Shihab, Perjalanan Menuju Keabadian: Kematian, Surga dan Ayat-ayat Tahlil, Jakarta: Lentera Hati, 2001.

Muhibbin Syah, Pendidikan Pembebasan, Yogyakarta: Aksara Indonesia, 2001.

Mulyamah, Manajemen Perubahan, Jakarta: Yudistira, 2015.

Norris G. Haring, Barbara D. Bateman. Teaching the Learning Disabled Child. Prentice-Hall, 1977.

Rusydi Ahmad dan Mahmud Kamil Naqah Thuaimah, Ta’limu al-Lughah Ittishaliyyan baina al Manahij wa al Istiratijiyah, 2006.

Siagian, Sondang P., Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

Sumarsono, Sonny, Metode Riset Sumber Daya Manusia, Jember: Graha Ilmu, 2004.

Sutopo, H.B, Metodologi Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitia, Surakarta : UNS Press, 2002.

Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menyimak sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Thuaimah, Rusydi Ahmad, Manahiju Tadrisi al Lughah al Arabiyah bi al Ta’limi al Asasi. Kairo: Dar al Fikri al Arabi,1998.

Thuaimah, Rusydi Ahmad, Ta’limu al Arabiyah li Ghairi al Nathiqina biha: Manahijuhu wa Asalibuhu. Riyadl: ISESSCO, 1989.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *