UNSUR KOMUNIKASI DAKWAH (DA’I, MAD’U, PESAN, MEDIA)

16 Lihat

UNSUR KOMUNIKASI DAKWAH ( DAI, MAD’U, PASAN, MEDIA )
DOSEN PENGAMPU :
Dr Satrio M.A
Disusun oleh :
Dinna Aulia Ulmaula (24882043368)
Nurika Sari (24882043090)
Yuli Rahmadhani (24882043091)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPULAUAN RIAU
PERIODE 2025

 

KATA PENGANTAR
Dengan segala rasa syukur, kami memulai dengan ungkapan puji kepada Allah swt. Yang
telah memberikan berbagai nikmat kesehatan dan petunjuk nya ,
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah ini yang berjudul : “ UNSUR
KOMUNIKASI DAKWAH ” dengan baik dan selesai dengan tepat waktunya . shalawat
dan salam kami persembahkan kepada nabi besar Muhammad shallallahu alaihi
wasallam yang telah memberikan petunjuk dalam al quran dan sunnahnya , sebagai
pedoman hidup bagi keselamatan umat islam di dunia ini.
Makalah ini merupakan salah satu tugas yang harus kami selesaikan dalam mata kuliah
Fannul Khitobah, program studi pendidikan bahasa arab semester III , sekolah tinggi
STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPULAUAN RIAU.
Tanjungpinang, 30 september 2025
Penulis

A. uraian terkait dawah dan komunikasi dakwah
1. Pengertian Dakwah
a. Definisi dakwah secara bahasa dan istilah
Kata dakwah berasal dari bahasa Arab yang berarti mengajak, memanggil, atau
menyeru.Dalam konteks Islam, kata ini digunakan untuk mengajak manusia agar berada di
jalan yang diridai Allah SWT.Para ulama memberikan berbagai definisi tentang
dakwah.Salah satu definisi yang diberikan oleh Syekh Ali Mahfudz adalah bahwa dakwah
adalah usaha mendorong manusia agar melakukan kebaikan, menjalani jalan yang benar,
dan menjauhi perbuatan yang dilarang. Tujuannya adalah agar manusia memperoleh
kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan demikian, dakwah bukan hanya menjadi
kegiatan menyampaikan ceramah atau khutbah. Justru, dakwah adalah proses komunikasi
yang menyentuh pikiran sekaligus hati manusia.
b. Dakwah sebagai proses komunikasi
Dilihat dari sudut pandang komunikasi, dakwah adalah aktivitas menyampaikan pesan.
Berbagai elemen dalam hal ini terlihat jelas: ada da’i sebagai penyampaikan pesan, pesan
yang berupa ajaran Islam, mad’u sebagai penerima pesan, serta media sebagai alat
penyampaian. Pesan dakwah bisa disampaikan melalui lisan, tulisan, atau media digital.
Tanpa komunikasi yang efektif, pesan dakwah bisa tidak sampai kepada mad’u, bahkan
bisa salah arti.
Dalam ilmu komunikasi, dakwah termasuk dalam kategori komunikasi persuasif.
Yakni upaya untuk memengaruhi seseorang agar menerima ajaran Islam dengan kesadaran
penuh, bukan karena dipaksa. Oleh karena itu, seorang da’i harus menyampaikan pesan
dengan jelas, memilih metode yang tepat, serta memahami latar belakang sosial dan
psikologis mad’u.
2. Pengertian Komunikasi Dakwah
a. Hubungan antara teori komunikasi dengan dakwah
Dalam teori komunikasi terdapat empat komponen utama, yaitu komunikator, pesan,
komunikan, dan media.
Komponen tersebut juga terdapat dalam konsep dakwah. Da’i adalah komunikator, pesan
dakwah adalah ajaran Islam, mad’u adalah komunikan, dan media adalah alat yang
digunakan untuk menyampaikan pesan. Keterhubungan ini menunjukkan bahwa teori
komunikasi dapat dijadikan dasar untuk memahami mengapa sebuah dakwah bisa berhasil
atau gagal. Misalnya, jika pesan dakwah disampaikan dengan bahasa yang sulit dimengerti
oleh mad’u, maka pesan menjadi tidak efektif. Demikian pula, jika media yang digunakan
tidak sesuai dengan sifat dan karakter mad’u, misalnya memakai kitab klasik yang rumit
bagi generasi digital tanpa dijelaskan konteksnya, maka dakwah akan menjadi sulit
diterima.
b. Komunikasi dakwah sebagai proses menyampaikan pesan Islam
Secara hakiki, komunikasi dakwah adalah proses menyampaikan nilai-nilai Islam agar
mad’u memahami, meyakini, dan menerapkannya dalam kehidupan.
Proses ini tidak hanya sekadar transfer informasi, melainkan juga menyentuh aspek
pengetahuan (kognitif), perasaan (afektif), dan perilaku (psikomotorik).
Oleh karena itu, seorang penyampai pesan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi
juga bertugas untuk mengajak orang lain agar lebih sadar, memberikan bimbingan, dan
menjadi teladan yang positif. Prinsip ini dijelaskan dalam Al-Qur’an, terutama dalam surat
An-Nahl ayat 125:
“Ajarkan kepada orang-orang tentang jalan Tuhanmu dengan bijak dan cara yang baik,
serta berdebatlah dengan mereka secara sopan. ”

B. Uraian Unsur Komunikasi Dakwah
Setiap kali kita berkomunikasi, ada bagian-bagian penting yang menentukan apakah pesan
yang kita sampaikan berhasil atau tidak. Sama halnya dengan dakwah, ada bagian-bagian
utama yang tidak bisa dipisahkan: da’i (orang yang menyampaikan), mad’u (orang yang
menerima), pesan, dan media. Keempat bagian ini saling berhubungan, jadi jika satu di
antaranya diabaikan, maka dakwah akan menjadi tidak efektif.
1. Da’i (Subjek Dakwah)
Pengertian: Da’i adalah orang yang menyampaikan dakwah, yaitu individu yang bertugas
mengajak manusia ke jalan Allah dengan cara yang baik dan penuh hikmah.
Peran: Da’i berfungsi sebagai komunikator, pembawa pesan dakwah, dan teladan bagi mad’u.
Kepribadian da’i (akhlak, ilmu, dan keteladanan) sangat berpengaruh terhadap keberhasilan
dakwah.
Contoh: Ustadz, ulama, guru, muballigh, atau siapa pun yang menyampaikan kebenaran.
2. Mad’u (Objek Dakwah)
Pengertian: Mad’u adalah pihak yang menjadi sasaran dakwah, yaitu orang atau kelompok yang
menerima pesan dakwah.
Jenis Mad’u:
Individu (perorangan, misalnya seorang teman).
Kelompok kecil (majelis taklim, keluarga, komunitas).
Masyarakat luas (umat secara umum).Kondisi Mad’u: Penting bagi da’i untuk memahami latar
belakang mad’u, seperti usia, pendidikan, budaya, dan kondisi sosial agar pesan mudah
diterima.
3. Pesan Dakwah
Pengertian: Isi atau materi dakwah yang disampaikan da’i kepada mad’u.
Isi Pesan Dakwah:
Aqidah (keimanan: iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, qadha dan qadar).
Syariah (ibadah dan muamalah: shalat, zakat, puasa, aturan sosial-ekonomi, dll.).
Akhlak (etika, moral, adab, kejujuran, sopan santun, dll.).
Ciri Pesan Dakwah: Harus benar (sesuai Al-Qur’an dan Sunnah), jelas, mudah dipahami, relevan
dengan kondisi mad’u, dan disampaikan dengan hikmah.
4. Media Dakwah
Pengertian: Sarana atau alat yang digunakan da’i untuk menyampaikan pesan dakwah.
Macam Media:
Lisan → ceramah, khutbah, diskusi, dialog.
Tulisan → buku, artikel, majalah, buletin.
Visual & Audio → poster, video, film, televisi, radio.
Digital/Media Sosial → WhatsApp, YouTube, Instagram, TikTok, podcast, dll.
Fungsi Media: Mempermudah penyampaian pesan agar lebih efektif, luas jangkauannya, dan
menarik perhatian mad’u.

 

Kesimpulan:
Komunikasi dakwah tidak akan berjalan tanpa adanya keempat unsur tersebut. Da’i sebagai
komunikator, mad’u sebagai komunikan, pesan dakwah sebagai isi, dan media sebagai sarana
penyampaian. Semua unsur harus berjalan seimbang agar dakwah efektif, tepat sasaran, dan
membuahkan hasil.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *