Satrio,M.A Bersama Ustdz M.Alfatoni,M.Pd.I Narasumber Pro I RRI Tanjungpinang “Paradigma” Ramadhan Sarana Saling Tolong Menolong

116 Lihat

TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU : RRI Tanjungpinang gelar agenda on air bersama Satrio,M.A dan Ustdz M.Al Fatoni,M.Pd.I dan di dampingi Host dari RRI Tanjungpinang Mbak Rima Melati Azzahra pada Jumat 30 / 4/ 2021.Adapun judul yang di angkat terkait “Ramadhan Sarana Saling Tolong Menolong”.

Al-Qur’an menganjurkan untuk saling menolong dalam kebaikan. Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Maidah: 2

وتعا ونواعلى البروالتقوىۖ ولا تعا ونواعلى الأ ثم والعد وا نۚ واتقوالله ان الله شديد العقا ب
Artinya:
“ tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya.”
Maka sungguh tepat apa yang dipaparkan oleh Al-Qur’an bahwa manusia tidak akan pernah rugi selama mereka masih mau menegakkan nilaii-nilai saling menolong disamping juga beriman dan beramal shalih. Secara jelas ditegaskan dalam surat Al-‘Ashr ayat 1-3 yang artinya:
1) Demi masa
2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
3) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasehati supaya menaati kesabaran.
Saling menolong dalam persaudaraan dan kekukuhan harus menjadi sifat seorang mukmin dalam hidup bermasyarakat juga ditegaskan dalam surat At-Taubah ayat 71 yang artinya:
“orang-orang mukmin lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong-penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf, mencegah yang munkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan dirahmati Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Dalil Hadis
1. Nabi SAW bersabda yang artinya:
“dari Abu Musa dari Rasulullah SAW bersabda: orang mukmin bagi orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan sebagiannya memperkokoh (menolong) sebagian yang lain. (HR. Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi)
2. “mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya. (Rasulullah SAW sambil memasukkan jari-jari tangan ke sela-sela jarinya).” (HR. Muttafaqun ‘alaih).
3. “perumpamaan orang-orang mukmin dalam (menjalin) cinta dan kasih sayang diantara mereka bagaikan tubuh yang satu, apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit, maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidak”. (HR. Muslim).

Realitas dalam Kehidupan

Pada masa kini, umat kita sedang haus dan dahaga sekali kepada bantuan. Mereka semua membutuhkan pertolongan, bahkan mereka mengharapkan segera datangnya juru penyelamat bangsa yang dapat menarik tangan mereka dari lumpur kehinaan dan kemiskinan untuk dibimbing ke puncak kesejahteraan dan kebahagiaan. Sudah lama sekali umat kita merindukan datangnya manusia yang dapat berbuat semacam itu dan sampai saat inipun belum tampak dan belum lagi muncul di hadapan mereka.

Permasalahan yang Ada
Banyak sekali di antara golongan manuia-manusia yang tidak tahu membalas jasa dan budi orang lain, disebabkan oleh dorongan sifat serta akhlaknya yang rendah, tidak segan-segan membalas kebaikan itu dengan kejahatan, dipertukarkan sesuatu yang hina dari dirinya sendiri sebagai balasan terhadap sesuatu yang terbaik yang datang dari orang lain. Jadi bukan diberi susu, lalu ia membalas dengan memberikan madu, tetapi susu dibalas dengan tuba. Alangkah buruknya budi pekerti manusia-manusia yang demikian itu. Tepat sekali dengan sebuah kata-kata hikmat yang berbunyi:
اتق شرمن احسنت إ ليه
Artinya:
“ berhati-hatilah akan kejahatan yang dilakukan oleh orang yang kamu berbuat baik kepadanya”

Pemecahan Masalah
Membahas kebaikan dengan keburukan adalah karena rusaknya akhlak, sehingga dalam hal ini diperlukan adanya bimbingn agama yang baik, misalnya diadakan pengajian atau majelis ‘ilmi. Atau dengan menasehati secara halus serta pengarahan-pengarahan terhadap kebenaran atas balasan buruk yang telah orang tersebut lakukan.

Hikmah yang Diperoleh
1. ringan memberikan bantuan kepada siapapun yang membutuhkan asalkan dalam hal kebaikan.
2. memberikan bantuan secara ikhlas.
3. berhati-hati akan kejahatan yang mungkin dilakukan oleh orang yang telah kita tolong.
4. mebalas kebaikan dengan kebaikan.
5. membalas kebaikan dengan keburukan adalah hal yang sangat rendah, sehingga harus kita jauhi.

Dalam acara live di pro 1 RRI Tanjungpinang ini ada sesi tanya jawab untuk sesi pertama penanya datang dari Kota Tanjungpinang oleh Ibu Sinta terkait ukuran orang yang kita bantu apa kriterianya.dan di jawab oleh Narasumber dengan jelas sesuai pandangan Islam .

Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum saling tolong menolong sesama apa lagi di masa covid 19 banyak orang yang seharusnya kita bantu baik dengan uang dan lain sabagainya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *