lIVE PRO I RRI TANJUNGPNANG SATRIO,M.A NARASUMBER

196 Lihat

TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU- RRI Tanjungpinang gelar agenda paradigma dengan judul silaturahim, adapun narasumber oleh Satrio,M.A dan di dampingi Moderator Kiyai Muhammad Ali Yusren Simanjuntak.Acara dialog interaktif ini di gelar pukul 20.00 s/ d 21.00 WIB Jumat 26/02.2021.

Pembahasan kali ini mengangkat dengan tema tentang Silaturahim.Ungkap Satrio,M.A Silaturaim berasal dari kata Sillah yang artinya “Hubungan ” Sedangkan Rahim dengan makna : penuh cinta,kasih sayang : Jadi silaturahim berarti suatu hubungan yang penuh kasih sayang atau hubungan baik.Kemudain ada silaturahim,silaturahmi apa bedanya.Menurut menurut KBI Silaturhmi itu bahasa Indonesianya sedangkan Silaturahim bahasa Agamanya. Kemudian Imam Nawawi dalam sarah sahih Muslim Silaturahmi merupakan perbuatan baik yang di lakukan oleh seseorang kepada karib kerabat sesuai dengan keadaan orang yang menghubungkan dan orang yang di hubungkan.Terkadang bisa saja silaturahmi itu dengan membawakan harta,bantuan tenaga,memberi salam dan lain lain.Sedangkan silaturahim di tujukan kepada orang yang punya hubungan kurang baik dengan kerabatnya kemudaian hendak memperbaikinya , sebagaimana sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya : Orang yang menyambung silaturahim bukanlah yang memenuhi ( kebutuhan ) melainkan orang yang menyambung  hubungannya kembali ketika tali silaturahmiitu sempat terputus ( H.R Bukhori ).

Asmak Binti Abu Bakar dengan Qutailah Binti Abdul Uza,Pada sewaktu Perjanjian Hudaibiyah Ibu dari Asmak seorang yang masih memeluk agama lama nenek moyangnya sedangkan Asmak memeluk agama Islam.Maka ketika terjadi gencatan senjata Ibu Asmak rindu dengan anak nya lalu berkunjung dari Mekah ke Madinah untuk berjumpa dan memberkan hadiah kepada anaknya,lalu kemudian Asmak ada keraguan menerima hadiah dari Ibu nya yang seorang non Muslim,kemudian Asmak menceritakan kepada Nabi wahai Rasulullah apakah aku tetap harus berbuat baik kepada kepada Ibu ku,lalu Rsulullah menjawab iya sambung silaturahim . Jadi Silaturahim tidak boleh terputus walaupun berbeda agama sekalipun itulah dalil kisah Asmak putri Abu Bakar dengan Ibunya walaupun berbeda agama tidak boleh memutuskan tali silaturahim.Apa ancaman Allah bagiorang yang memutuskan silaturahi dalam sebuah hadits Nabi yang artinya : Tidak masuk surga seseorang yang memutuskan silaturahim.

Satrio melanjutkan fadhilah Silaturahim sesuai dengan hadits Nabi yang artinya : Barang siapa yang ingin dilapangkan rizki untuknya dan di panjangkan umurnya hendaklah ia menyambung silaturahmi ( H.R Bukhori ).

Imam Ibnu Hajar Alasqalani  dalam kitabnya Fathul Bari menyampaikan ,maksud dibentangkan,dilapangkan rizki yaitu di tambah keberkaha,karena silaturahim dengan kerabat termask sedekah bisa mengembangkan dan menambah harta.Sedangkan yang di maksud dengan di panjangkan umur ada dua pendapat,pendapat pertama mengatakan akan di ingat kebaikan nya walaupun dia sudah tiada,dengan makna kebaikan kebaikannya akan terus diingat oleh orang banyak.Pendapat kedua mengatakan saat di tetapkan umur seseorang di dalam kandungan dituliskan bahwa ia bersilaturahim maka umur akan di perpanjang.

Lanjutan Satrio mengungkapkan kita teringat dengan ungkapan Jendral Sudirman : Jika kamu ingin menang kamu harus kuat,jika kamu ingin kuat,kamu harus bersatu,jika kamu ingin beesatu maka hidupkanlah tali silaturahmi.

Silaturahim adalah ajaran agama kita yang memilki fadhilah yang baik,oleh karnanya mari perbanyak silaturahim sesama di antar kita agar terhindar dari ancaman Allah tidak masuk surga bagi yang memutuskannya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *