Ilmu Asbabun Nuzul

577 Lihat

ILMU ASBABUN NUZUL

Dosen Pengampu: Satrio M.A

 

 

 

 

 

OLEH:

YULIYANI LESTARI DACOSTA

NIM 211854

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

STAIN SULTAN ABDURRAHMAN

TAHUN 2021

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah swt tuhan semesta alam karena atas izin dan kehendaknyalah makalah sederhana ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah ulumul quran.adapun yang dibahas dalam makalah sederhanan ini mengenai sejarah perkembangan hadits pada zaman nabi dan sahabat.

Tiada keberhasilan penulis dalam penulisan makalah ini sehingga banyak ditemukan berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya ilmu pengetahuan mengenai hal yang berkenan dengan penulisan makalah ini.

Makalah ini dibuat dengan semaksimal mungkin,tapi dengan kemampuan yang terbatas mungkin makalah ini masih banyak kekurangan disana sini.oleh karena itu saran dan kritik anda kami harapkan dapat membangun agar lebih maju dimasa yang akan datang.

Olehnya harapan penulis dalam penulisa makalah ini dapat menjadi referensi dan menjadi hal baik untuk masa depan.dan semoga makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya dan berguna bagi semua kalangan.

 

 

Bintan,26 september 2021

 

 

 

Penulis

 

DAFTAR ISI

Kata pengantar…………………………………………………………………………………………….. i

Daftar isi………………………………………………………………………………………………………. ii

BAB 1 PENDAHULUAN…………………………………………………………………………….. 1

  1. Latar Belakang……………………………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan Masalah………………………………………………………………………………… 1
  3. Tujuan………………………………………………………………………………………………… 2

BAB 2 PEMBAHASAN……………………………………………………………………………….. 3

  1. Pengertian Ashabun Nuzul……………………………………………………………………. 3
  2. Fungsi Ashabun Nuzul dalam Memahami Al-qur’an……………………………….. 4
  3. Klarifikasi Ashabun Nuzul Ayat dan Contohnya…………………………………….. 5
  4. Aneka Riwayat tentang Sebab Turunnya Satu ayat………………………………….. 8

BAB 3 PENUTUP………………………………………………………………………………………… 10

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………………………. 10
  2. Saran………………………………………………………………………………………………….. 10

Daftar pustaka……………………………………………………………………………………………… iii

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

A.Latar Belakang

Al-quran merupakan pedoman umat manusia diseluruh dunia juga sebagai kitab penyempurna dari kitab kitab sebelumnya.pedoman utama umat islam dalam melakukan kegiatan sehari hari,firman Allah yang sangat suci terdiri dari 30 juz 114 surat dan 6234 ayat.

Al-quran diturunkan sebagai petunjuk umat manusia untuk terus berada pada jalan yang benar dan lurus mengajarkan manusia tentang kejadian masalalu,masalah kehidupan,juga masa yang akan mendatang.Allah dengan kasihsayang dan kelembutannya dengan hukum hukum yang harus dipenuhi hambanya lewat perantara Al-quran untuk segala masalah dalam kehidupan.

Sebagian besar Qur’an pada mulanya diturunkan untuk tujuan umum ini, tetapi kehidupan para sahabat bersama Rasulullah telah menyaksikan banyak peristiwa sejarah, bahkan kadang terjadi diantara mereka peristiwa khusus yang memerlukan penjelasan hukum Allah atau masih kabur bagi mereka. Kemudian mereka bertanya kepada Rasulullah untuk mengetahui hukum Islam mengenai hal itu. Maka Qur’an turun untuk peristiwa khusus tadi atau untuk pertanyaan yang muncul itu. Hal itulah yang dinamakan Asbabun Nuzul sehingga kita dapat mengetahui dan mengerti makna dari suatu ayat al-quran dan dapat meningkatkan keimanan diri kita

 

B.Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengertian Ashabun Nuzul
  2. Apa fungsi Ashabun Nuzul dalam Memahami Al-qur’an
  3. Apa saja klasifikasi Ashabun Nuzul Ayat dan Contohnya
  4. Apa saja aneka Riwayat tentang Sebab Turunnya Satu ayat

C.Tujuan

  1. Dapat mengetahui pengertian Ashabun Nuzul
  2. Dapat mengetahui fungsi Ashabun Nuzul dalam Memahami Al-qur’an
  3. Dapat mengetahui klasifikasi Ashabun Nuzul Ayat dan Contohnya
  4. Dapat mengetahui aneka Riwayat tentang Sebab Turunnya Satu ayat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.Pengertian Asbabun Nuzul

            Asbab an-Nuzul merupakan bentuk idhafah dari kata asbab dan nuzul Asbab bentuk jamak dari kata “sabab” yang artinya sebab. sedangkan نزول bentuk masdar dari ينزل- نزل yang berarti turun atau jatuh.

Ada beberapa rumusan yang di kemukakan para ahli „ilumul Qur‟an Di antaranya Manna‟ alQaththan mendefinisikan, Asbabun-Nuzul ialah sesuatu yang dengan keadaan sesuatu yang dengan keadaan sesuatu itu al-Qur‟an di turunkan pada waktu sesuatu itu terjadi seperti suatu peristiwa atau pertanyaan. Sedang Shubhi as-Shalih mendefinisikan Sababun nuzul ialah sesuatu yang karena sesuatu itu menyebabkan satu atau beberapa ayat al-Qur‟an di turunkan yang di maksud dengan sesuatu itu sendiri ada kalanya berbentuk pertanyaan dan kejadian, tetapi bisa juga berwujud alasan logis (illat) dan hal-hal lain yang relevan serta menedorong turunnya satu atau beberapa ayat al-Qur‟an[1]serta beberapa pendapat dan ulama lainnya yang rata rata mengatakan bahwa asbab an-nuzul adalah kejadian atau peristiwa yang melatar belakangi turunnya ayat Alquran, dalam rangka menjawab, menjelaskan, dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dari kejadian tersebut.

Seperti pengertian suatu kata lainnya maka pengertian asbabun nucul juga memiliki dua pengertian baik secara etimologi ataupun termologi.secara etimologi asbabun nuzul dapat diartikan Peristiwa yang melatarbelakangi pada saat turunnya al-Qur’an.dan secara terminologi asbabun nuzul dapat diartikan Sesuatu yang melatarbelakangi turunnya satu ayat atau lebih, sebagai jawaban terhadap suatu peristiwa, atau menjelaskan hukum yang terdapat dalam peristiwa tersebut.

Dari semua pengertian diatas dapat dikatakan asbabun nuzul tidak lepas dari latar belakang atau melatarbelakangi turunnya suatu ayat al-quran.

 

 

 

B.Fungsi Asbabun Nuzul Dalam Memahami Al-Quran

            Dalam kehidupan sehari hari al-Quran merupakan suatu landasan atau pedoman wajib yang digunakan dalam sehari hari,firman allah yang suci yang menunjukan kita kejalan kebenaran dan penyempurna kitab kitab sebelumnya.menjadikan al-Quran pedoman dalam kehidupan sehari hari yang berarti membaca,memahami,dan wajib dilaksanakan setiap muslim di dunia namun kebanyakan manusia mengalami kekeliruan dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an sehingga sulit menjalankan isi dan kandungan dalam ayat al-Quran.kekeliruan dalam memahami al-Quran inilah yang disebut dengan asbabun nuzul sehingga pentingnya kita seorang muslim untuk mengetahui asbabun nuzul dari suatu ayat karena “tidak mungkin bisa memahami suatu ayat tertentu tanpa mengetahui latar belakang sejarah turunnya ayat tersebut” al-Wahidi an-Naisaburi[2] lalu kita dapat lebih memahami al-Quran.berikut fungsi fungsi asbabun nuzul dalam memahami al-Quran:

  1. Dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita terhadap allah.dengan mengetahui sebab turunnya al-Quran maka seorang muslim akan lebih tau betapa maha besar dan sucinya allah dari ayat al-quran tersebut.
  2. Mengetahui hikmah rahasia dari suatu ayat al-Quran tersebut.

Hikmah rahasia daalam suatu ayat al-Quran dapat membuat kita tahu tentang siapa tokoh di balik turunnya suatu ayat al-Quran dan apa yang dialaminya untuk kehidupan sehari hari.contoh dari QS.Al-baqarah:196 berbunyi tentang ganguan dan sakit kepala dan mencukur rambutnya maka membayarnya menggunakan fidyah atau bersedekah peristiwa ini dialama oleh Ka’ab yang menderita kutu.

  1. Menjadikan seorang muslim terus berjalan pada kebenaran karena menjalankan perintah allah dari firmannya dengan melaksanakan dalam kehidupan sehari hari.
  2. Agar relevan suatu ayat dengan masalah kehidupan seorang muslim sehingga dapat meyelesaikan masalah yang dihadapinya
  3. Memudahkan dalam penghafalan dan pemahaman al-Qur’an serta menguatkan ingatan terhadap hukum dari suatu ayat dengan karena mengetahui sebab dan akibatnya, kapan dan kepada siapa ayat tersebut diturunkan, dan sebagainya.

 

C.Klasifikasi Asbabun Nuzul Ayat Serta Contohnya

Ayat al-Qur’an dilihat dari ada dan tidaknya sebab yang melatari turunnya, terbagi menjadi dua:

  1. Kelompok ayat yang turun tanpa sebab ayat-ayat al-Qur’an yang turun tanpa dilatari dengan peristiwa atau pertanyaan yang diajukan kepada Nabi, Saw. Lebih banyak (mayoritas) dibandingkan ayat yang turun karena sebab ayat yang disebut ayat asbabi.
  2. Kelompok ayat yang turun dengan sebab tertentu Ayat yang turun dengan sebab (asbab an-Nuzul) lebih sedikit dibandingkan yang turun tanpa sebab disebut dengan ayat ibtida’i.

Dalam kelompok ayat yang diturunkan dengan sebab tertentu(Asbabun Nuzul)diklasifikasikan menjadi dua bentuk antara lain bentuk peristiwa atau kejadian dan bentuk pertanyaan.

Bentuk peristiwa,Dalam bentuk peristiwa ini klasifikasi asbabun nuzul dibagi  menjadi 3 menurut musafir antara lain:

  1. Perdebatan ,klasifikasi dari peristiwa yang pertama ini adalah perdebatan(jadal),yaitu perdebatan antar sesama umat islam atau sesame umat islam atau kafir.salah satu contohnya perdebatan yang terjadi antara sahabat nabi dan orang yahudi yang membanggakan kiblat mereka.orang yahudi mengatakan bahwa Baitul Maqdis lebih utama daripada ka’bah sehingga turunlah ayat al-Quran QS Ali Imran 3:96

yang Artinya :Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam

  1. Kesalahan,klarifikasi kedua ini adalah kasifikasi peristiwa yang merupakan perbuatan salah yang dilakukan sahabat kemudian turun ayat guna meluruskan kesalahn tersebut agar tidak terulang lagi seperti kejadian Abdurrahman bin Auf melakukan kenduri ia mengundang para sahabat nabi dan menjamunya dengan khamr hingga mabuk namun waktu maghrib tiba mereka solat dengan salah satu menjadi imam,sehingga turunlah ayat ini QS An-nisa 43  yang artinya :43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junubterkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu Telah menyentuh perempuan, Kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.
  1. Harapan dan kepentingan

allah swt berfirman:

  1. Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], Maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

 

[96]  maksudnya ialah nabi Muhammad s.a.w. sering melihat ke langit mendoa dan menunggu-nunggu Turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.

 

Dalam hal ini asbabun nuzul ayat tersebut ditujukan kepada nabi Muhammad SAW yang salat menghadap ke baitul maqdis  selama 16 bulan padahal baginda suka salat menghadap ka’bah,sehingga selepas solat beliau mengadahkan muka meminta Allah mengadahkan muka kelangit untuk menurunkan wahyu untuk menghadap kiblat.

Adapun Asbab Al-Nuzul dalam bentuk pertanyaan dapat juga dibagi menjadi tiga macam, sebagai berikut:

  1. Pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang telah lalu, seperti pertanyaan tentang Zulkarnain, maka turunlah ayat 82 surah Al-Kahfi

“Mereka akan bertanya kepadamu Muhammad  tentang Zulkarnain, Katakanlah :”Aku akan bacakan cerita tentangnya”

  1. Pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang sedang berlansung pada waktu itu, seperti ayat 85 dalam surah Al-Isra’

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, Katakanlah “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberikan pengetahuan melainkan sedikit”

  1. Pertanyaan yang berhubungan dengan masa yang akan datang, seperti ayat 42 dari surah An-Nazi’aat

Mereka bertanya tentang bila terjadinya hari kiamat

D.Aneka Riwayat Sebab Turunnya ayat al-Quran

Secara umum periwayatan al-quran dibedakan menjadi dua yaitu periwayatn secara tegas dan juga periwayatan kurang tegas .

  • Periwayatan secara tegas,adalah periwayatan dengan tegas yang menunjukan bahwa peristiwa yang diriwayatkan berkaitan erat dengan asbabun nuzul.
  • Periwayatan secara kurang tegas yaitu periwayatan yang tidak menceritakan jelas peristiwa yang diriwayatkan berkaitan erat dengan asbabun nuzul tetapi hanya kemungkinan kemungkinan

Dengan banyak nya periwayat dari seseorang baik itu secara tegas ataupun kurang tegas maka para musafir menyimpulkan periwayatan dengan cara cara sebagai berikut:

  1. Apabila bentuk redaksi tidak tegas, seperti : “ayat ini turun mengenai urusan ini”, atau “aku mengira ayat ini turun mengenai urusan ini”, maka dalam hal ini tidak ada kontradiksi diantara riwayat-riwayat itu, sebab maksud riwayat–riwayat tersebut adalah penafsiran dan penjelasan bahwa hal itu termasuk kedalam makna ayat yang disimpulkan darinya, bukan menyebutkan sebab nuzul, kecuali bila ada qorinah atau indikasi pada salah satu riwayat bahwa maksudnya adalah penjelasan sebab nuzul
  2. Apabila salah satu bentuk redaksi riwayat itu tidak tegas, misalnya “ayat ini turun mengenai urusan ini”, sedang riwayat yang lain menyebutkan sebab nuzul dengan tegas yang berbeda dengan riwayat pertama, maka yang menjadi pegangan adalah riwayat yang menyebutkan sebab nuzul secara tegas, dan riwayat yang lain dipandang termasuk didalam hukum  ayat.
  3. Apabila riwayat itu banyak dan semuanya menegaskan sebab nuzul, sedang salah satu riwayat diantaranya itu shahih, maka yang menjadi pegangan adalah riwayat yang shahih.
  4. Apabila riwayat-riwayat itu sama namun terdapat segi yang memperkuat salah satunya, seperti kehadiran perawi dalam kisah tersebut, atau salah satu dari riwayat-riwayat itu lebih shahih, maka riwayat yang lebih kuat itulah yang didahulukan.
  5. Apabila riwayat-riwayat riwayat tersebut sama kuat, mak riwayat-riwayat itu dipadukan atau dikompromikan bila mungkin, hingga dinyatakan bahwa ayat tersebut turun sesudah terjadi dua buah sebab atau lebih karena jarak waktui diantara sebab-sebab itu berdekatan.
  6. Bila riwayat-rawayat itu tidak bisa dikompromikan karena jarak waktu antara sebab-sebab tersebut berjauhan, maka hal yang demikian, dipandan sebagai banyak berulangnya nuzul.[3]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

PENUTUP

A.Kesimpulan

Asbabun nuzul Sanggat bermanfaat bagi umat manusia meningkatkan ketakwaanna dan iman setelah megetahui bahwasannya asbabun nuzul adalah latarbelakang suatu ayat alquran Sejak zaman sahabat pengetahuan tentang Asbabun Nuzul dipandang sangat penting untuk bisa memahami penafsiran Al-Qur’an yang benar.

Karena itu para musafir berusaha untuk mempelajari ilmu ini. Mereka bertanya kepada Nabi SAW tentang sebab-sebab turunya ayat atau kepada sahabat lain yang menjadi saksi sejarah turunnya ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan demikian pula para tabi’in yang datang kemudian, ketika mereka harus menafsirkan ayat-ayat hukum, mereka memerlukan pengetahuan Asbabun Nuzul agar tidak salah dalam mengambil kesimpulan serta terus berpegangan teguh kepada akidah yang benar namun bisa digais bawahi tidak semua ayat al-Quran memiliki asbabun nuzul dalam penurunannya.

 

B.Saran

Akhirnya makalah sejarah perkembangan manajemen dapat diselesaikan penulis menyadari makalah ini jauh dari kata kesempurnaan oleh karena itu penulis mengharapkan:

1.Dari pihak dosen dapat mengkritik dan memberi saran demi penyempurnaan makalah

2.Dari berbagai kalangan supaya makalah ini dapat berguna dan bermanfaat

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Jepara http://makalahkampus15.blogspot.com/2017/10/makalah-studi-al-quran-asbabun-nuzul.html diakses tanggal 26 september 2021 pukul 19:10

Suyuti,imam.2017.asbabun nuzul.jakarta:qisthi pres

Husein,muhibbi http://huseinmuhibbi.blogspot.com/2015/06/makalah-asbabun-nuzul-al-quran.html diakses tanggal 26 september pukul 19:31

Suheni,mita.2013.asbabun nuzul

Rana,Muhammad.https://sc.syekhnurjati.ac.id/esscamp/files_dosen/modul/Pertemuan_4SN006061.pdf diakses tanggal 26 september 2021 pukul 20:26

al-qahtan,syaikh mana.2005.pengantar studi ilmu al-quran.Jakarta:pustaka al-kautsar

[1] Syafril.2018.asbabun nuzul kajian historis turunnya ayat al-quran

Hidayah,aflikhatul.2015.tugas mandiri ilmu makalah asbabun nuzul-STAIN Kudus.

https://www.ilmusaudara.com/2016/05/asbab-al-nuzul-pengertian-dan-macam.html?m=1 Diakses 01 oktober 2021 pukul 21:13

https://id.scribd.com/document/365149376/MAKALAH-Asbabun-Nuzul-Ulumul-Qur-An-docx diakses pada tanggal 01 oktober 2021 pukul 22:09

http://myrealblo.blogspot.com/2015/11/ulumul-quran-ilmu-asbabun-nuzul.html?m=1 diakses pada tanggal 01 oktober 23:22

 

 

 

 

 

 

[1] Suheni,mita.2013.asbabun nuzul

[2] Syafril.2018.asbabun nuzul kajian historis turunnya ayat al-quran

[3] Hidayah,aflikhatul.2015.tugas mandiri ilmu makalah asbabun nuzul-STAIN Kudus.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *