Aliran Tasauf Salafi,Akhlaki dan Falsafi

115 Lihat

MAKALAH

ALIRAN TASAWUF SALAFI, AKHLAQI, DAN FALSAFI

 

 

 

 

 

DOSEN PEMBIMBING :  Dr.SATRIO M.A

 

DISUSUN OLEH :

ANTASA TIARA GUNAWAN ( 24882043258 )

DINDA NABILA ( 24882043369 )

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB

SEKOLAH TINGGI STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPULAUAN RIAU

TA.2025

 

 

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis berupa makalah ini dengan baik. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Dosen Mata Kuliah akidah dan akhlak tasawuf , yang membimbing dan memberi arahan dalam penyusunan makalah ini. Begitu pula kepada teman-teman seperjuangan yang telah memberi masukan dan pandangan kepada kami selama menyelesaikan makalah ini.

 Makalah berjudul ALIRAN TASAWUF SALAFI, AKHLAQI, DAN FALSAFI ini disusun untuk memenuhi tugas semester 2 pada mata akidah dan akhlak tasawuf . Kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Karenanya, kami menerima kritik serta saran yang membangun dari pembaca agar kami dapat menulis makalah secara lebih baik pada kesempatan berikutnya. Besar harapan kami makalah ini dapat bermanfaat dan berdampak besar sehingga dapat memberi inspirasi bagi para penulis dan pembaca.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

                      Tanjung Pinang, 24 April 2025

 

Penulis

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tasawuf merupakan aspek spiritual dalam ajaran Islam yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui penyucian jiwa dan pengamalan nilai-nilai keutamaan. Dalam sejarahnya, tasawuf berkembang dalam berbagai aliran yang masing-masing memiliki pendekatan berbeda dalam mencapai tujuan spiritual tersebut. Di antara aliran-aliran itu, tasawuf Salafi, Akhlaqi, dan Falsafi menjadi yang paling menonjol dan sering diperbincangkan. Kajian terhadap ketiga aliran ini penting untuk memahami dinamika pemikiran Islam dan perkembangan spiritualitas umat.

 

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dan karakteristik masing-masing aliran tasawuf: Salafi, Akhlaqi, dan Falsafi?

2. Apa saja persamaan dan perbedaan antara ketiga aliran tersebut?

 

C. Tujuan Penulisan

1. Menjelaskan konsep dan ciri khas tasawuf Salafi, Akhlaqi, dan Falsafi.

2. Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara ketiga aliran tersebut.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Tasawuf Salafi

Tasawuf Salafi merupakan bentuk tasawuf yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah serta menjauhi unsur-unsur filsafat dan bid’ah dalam praktik spiritual. Tokoh utama aliran ini adalah Hasan al-Bashri, Sufyan ats-Tsauri, dan Imam al-Ghazali (dalam sebagian fase kehidupannya).

Ciri-ciri utama:
– Penekanan pada zuhud (menjauhi dunia).
– Tidak menggunakan metode tarekat atau wirid tertentu yang tidak bersumber dari Sunnah.
– Menekankan pentingnya ibadah lahir dan batin yang sesuai dengan syariat.

B. Tasawuf Akhlaqi

Tasawuf Akhlaqi lebih menekankan pada perbaikan akhlak dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Aliran ini berkembang sebagai respons terhadap dekadensi moral masyarakat Muslim. Tokoh utamanya adalah Imam al-Ghazali, terutama dalam karya seperti Ihya’ Ulumuddin.

Ciri-ciri utama:
– Fokus pada pengembangan sifat-sifat terpuji (mahkota akhlak).
– Menjauhi sifat-sifat tercela seperti riya’, sombong, dengki, dll.
– Pendekatan praktis dan psikologis dalam memahami jiwa.

C. Tasawuf Falsafi

Tasawuf Falsafi menggabungkan antara tasawuf dan filsafat Islam, terutama neoplatonisme dan pemikiran metafisik. Tokoh utama aliran ini adalah Ibnu Arabi, Suhrawardi al-Maqtul, dan Mulla Sadra.

Ciri-ciri utama:
– Konsep-konsep metafisik seperti Wahdatul Wujud (kesatuan wujud).
– Penekanan pada kontemplasi dan intuisi filosofis.
– Penggunaan simbolisme dan istilah-istilah filsafat dalam menjelaskan hakikat Tuhan dan penciptaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN

A. Persamaan

1. Ketiga aliran bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2. Menekankan pentingnya penyucian jiwa (tazkiyatun nafs).
3. Mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, kesabaran, dan ketulusan.
4. Menjadikan cinta kepada Allah sebagai puncak spiritualitas.

 

 

 

B. Perbedaan

Perbedaan antara ketiga aliran dapat dilihat pada tabel berikut:

Aspek | Tasawuf Salafi | Tasawuf Akhlaqi | Tasawuf Falsafi
——|—————-|——————|——————
Pendekatan | Normatif-tekstual (berbasis syariat) | Etika dan psikologi moral | Filsafat dan metafisika
Tokoh | Hasan al-Bashri, Sufyan ats-Tsauri | Al-Ghazali | Ibnu Arabi, Suhrawardi
Sumber | Al-Qur’an dan Hadis murni | Al-Qur’an, Hadis, serta pengalaman batin | Al-Qur’an, Hadis, filsafat Yunani dan Persia
Tujuan utama | Zuhud dan ketaatan kepada syariat | Pembentukan akhlak mulia | Pengenalan hakikat Tuhan secara filosofis
Kontroversi | Diterima luas oleh ulama | Umumnya tidak kontroversial | Sering dikritik karena pemikiran metafisis ekstrem

 

 

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ketiga aliran tasawuf—Salafi, Akhlaqi, dan Falsafi—memiliki kesamaan dalam tujuan spiritual, namun berbeda dalam pendekatan dan metode. Tasawuf Salafi cenderung tekstual dan normatif, Akhlaqi bersifat etis dan psikologis, sementara Falsafi bersifat intelektual dan metafisik. Meskipun memiliki perbedaan, semua aliran ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan spiritual umat Islam.

 

 

B. Saran

Studi tentang tasawuf perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang moderat agar tidak terjebak dalam ekstremisme atau penyimpangan. Pemahaman lintas-aliran juga dapat memperkaya spiritualitas Islam secara keseluruhan.

 



 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Al-Ghazali. *Ihya’ Ulumuddin*. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2005.

Nasr, Seyyed Hossein. *Sufi Essays*. Albany: State University of New York Press, 1972.

Nicholson, Reynold A. *The Mystics of Islam*. London: Routledge & Kegan Paul, 1914.

Harun Nasution. *Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran*. Bandung: Mizan, 1995.

Schimmel, Annemarie. *Mystical Dimensions of Islam*. Chapel Hill: University of North  Carolina Press, 1975.

Sufi, Ahmad. *Tasawuf: Dari Sufisme Klasik ke Neo-Sufisme*. Yogyakarta: PustakaPelajar, 2003.

Baharuddin, Amir Syahrin. *Pengantar Ilmu Tasawuf*. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1994.

Ibnu Arabi. *Fushush al-Hikam*. Diterjemahkan oleh A. Afifi al-Akiti. Jakarta: Pustaka Hidayah, 2001.

Zuhri, Moh. Syamsuddin. *Tasawuf dan Tarekat dalam Islam*. Jakarta: Bulan Bintang, 1997.

Qushayri, Imam Abu al-Qasim. *Al-Risalah al-Qushayriyyah*. Kairo: Dar al-Ma’arif, 1993.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *