Kajian Fiqih Muamalah Mudarabah,Ijarah,Salam dan Murabahah

182 Lihat

Selasa,12.08.25
MT Masjid An Nur 2 Kota Tanjungpinang
Oleh : Ustdz Dr.Satrio.M.A

1. Murabahah (المرابحة)

Pengertian
Murabahah adalah akad jual beli di mana penjual memberitahukan harga pokok barang dan keuntungan yang diambil, lalu pembeli menyetujuinya.

Dalil Al-Qur’an

> ﴿وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰاۚ﴾
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275)

 

Hadits

> عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: “الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا”
(HR. Bukhari & Muslim)
“Penjual dan pembeli boleh memilih (meneruskan atau membatalkan) selama belum berpisah.”

 

Rukun Murabahah

1. Penjual

2. Pembeli

3. Barang yang diperjualbelikan

4. Harga pokok + keuntungan yang jelas

5. Ijab dan qabul

 

Contoh
Bank syariah membeli mobil seharga Rp200 juta, lalu menjual kepada nasabah seharga Rp220 juta dengan pembayaran cicilan.

Kisah Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ pernah melakukan jual beli kurma dengan para sahabat dengan menyebutkan harga asal dan keuntungan secara transparan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

2. Ijarah (الإجارة)

Pengertian
Ijarah adalah akad pemindahan manfaat suatu barang atau jasa dengan imbalan sewa atau upah, tanpa memindahkan kepemilikan.

Dalil Al-Qur’an

> ﴿إِنِّيٓ أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ٱبْنَتَيَّ هَـٰتَيْنِ عَلَىٰٓ أَن تَأْجُرَنِي ثَمَـٰنِيَ حِجَجٍ﴾
(QS. Al-Qashash: 27)
“Sesungguhnya aku ingin menikahkan engkau dengan salah seorang putriku dengan syarat engkau bekerja padaku delapan tahun.”

 

Hadits

> أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ
(HR. Ibnu Majah)
“Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.”

 

Rukun Ijarah

1. Pemberi sewa/majikan

2. Penyewa/pekerja

3. Objek manfaat

4. Ujrah (upah/sewa)

5. Ijab dan qabul

 

Contoh
Menyewa rumah selama satu tahun dengan harga Rp15 juta.

Kisah Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ pernah menyewa Abdullah bin Uraiqith sebagai penunjuk jalan ketika hijrah dari Makkah ke Madinah.

3. Salam (السَّلَم)

Pengertian
Salam adalah akad jual beli di mana pembayaran dilakukan di muka untuk barang yang akan diserahkan di kemudian hari dengan spesifikasi yang jelas.

Dalil Al-Qur’an

> ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ﴾
(QS. Al-Baqarah: 282)
“Wahai orang-orang beriman, apabila kamu berutang piutang dalam waktu yang ditentukan, maka catatlah.”

 

Hadits

> مَنْ أَسْلَفَ فِي شَيْءٍ فَلْيُسْلِفْ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ
(HR. Bukhari & Muslim)
“Barang siapa melakukan akad salam, hendaklah dilakukan dengan takaran, timbangan, dan waktu penyerahan yang jelas.”

 

Rukun Salam

1. Pembeli (muslam)

2. Penjual (muslam ilaih)

3. Barang yang dipesan

4. Harga yang dibayar di muka

5. Ijab dan qabul

 

Contoh
Membayar sekarang untuk membeli 1 ton padi yang akan dikirim 3 bulan kemudian.

Kisah Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ membolehkan penduduk Madinah melakukan salam dalam kurma selama satu atau dua tahun, dengan syarat takaran dan waktunya jelas.

4. Musyawarah (المشورة)

Pengertian
Musyawarah adalah proses saling bertukar pendapat untuk mencari keputusan terbaik dalam urusan bersama.

Dalil Al-Qur’an

> ﴿وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ﴾
(QS. Asy-Syura: 38)
“Urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka.”

 

Hadits

> مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ، وَمَا نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ
(HR. Thabrani)
“Tidak rugi orang yang beristikharah, dan tidak menyesal orang yang bermusyawarah.”

 

Rukun Musyawarah

1. Pihak yang bermusyawarah

2. Masalah yang dibahas

3. Proses tukar pendapat

4. Keputusan bersama

 

Contoh
Pedagang di pasar bermusyawarah menentukan harga patokan untuk menjaga stabilitas.

Kisah Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bermusyawarah dengan para sahabat sebelum Perang Uhud dan memutuskan keluar menghadapi musuh.

5. Mudarabah (المضاربة)

Pengertian
Mudarabah adalah akad kerja sama antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola (mudharib) di mana keuntungan dibagi sesuai kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung pemilik modal kecuali akibat kelalaian pengelola.

Dalil Al-Qur’an

> ﴿وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَبۡتَغُونَ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ﴾
(QS. Al-Muzzammil: 20)
“Dan yang lain berjalan di muka bumi mencari karunia Allah.”

 

Hadits

> كَانَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ إِذَا دَفَعَ مَالًا مُضَارَبَةً اشْتَرَطَ عَلَى صَاحِبِهِ أَلَّا يُسْلِكُ بِهِ بَحْرًا وَلَا يَنْزِلُ بِهِ وَادِيًا…
(HR. Thabrani)
“Al-Abbas bin Abdul Muthalib jika memberikan modal secara mudarabah, ia memberi syarat…”

 

Rukun Mudarabah

1. Pemilik modal

2. Pengelola usaha

3. Modal yang jelas

4. Nisbah bagi hasil

5. Ijab dan qabul

 

Contoh
Pemilik modal memberikan Rp50 juta kepada pengelola untuk berdagang. Keuntungan dibagi 60:40.

Kisah Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ pernah bekerja sama dengan Khadijah RA dalam sistem mudarabah: beliau mengelola perdagangan dengan modal dari Khadijah, keuntungan dibagi sesuai kesepakatan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *