NILAI TEOLOGI ISLAM:TELAAH MATERI AJAR BAHASA ARAB MADRASAH TSANAWIYAH

90 Lihat

AN NABIGHOH

P-ISSN: 1907-1183 E- ISSN: 2581-2815

Vol.23 , No. 1 (2021): 17-32

http://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/an-nabighoh

DOI: https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v23i 1.2993

NILAI TEOLOGI ISLAM:TELAAH MATERI AJAR BAHASA ARAB MADRASAH TSANAWIYAH

Noza Aflisia 1, Nurwadjah Ahmad E.Q 2, Andewi Suhartini 3
1 Instutut Agama Islam Negeri Curup, Indonesia
2 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
3 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
Abstract
The importance of integrating and internalizing religious values in education, especially Arabic learning, is interesting to study. So that the Arabic learning paradigm, which at first glance only focuses on cognitive and psychomotor aspects is missing from the mental side of educators and students. This study aims to identify and analyze the value of Islamic theology in Arabic teaching materials at Madrasah Tsanawiyah. So that it can raise awareness of these religious values and serious attention to this through exploration and implementation in learning Arabic, this study will become a reference for policyholders related to Arabic teaching materials in evaluating and improving the quality of Arabic learning at Madrasah Tsanawiyah. This library research was carried out by collecting data, understanding the characteristics of Arabic teaching materials at Madrasah Tsanawiyah, analyzing and identifying the theological values in the content of teaching materials, and conducting verification and inferences. The study results reveal the importance of Islamic theology in the Arabic teaching materials of Madrasah Tsanawiyah. Includes the unity of the people, loving nature, forming a happy family, protecting oneself from danger and misery, studying, loving others, tauhid, aqidah, faith, sincerity, purity, and love the weak.

Copyright © 2021, Noza Aflisia et al.

Keywords : Theology Islam Materials Arabic Madrasah Tsanawiyah

مستخلص البحث

.همية التكامل واستيعاب قيمةاللاهوت في التعليم وخاصة في تعليم اللغةالعربيةهي أمرمثيرللدراسة .حتى أن نموذج تعليم اللغةالعربيةالذي يركزللوهلةالأولى فقط على الجوانب المعرفية والنفسيةالحركية مفقودمن الجانب الذهني للمعلمين والمتعلمين تهدف هذه الدراسة إلى تحديد وتحليل قيمة اللاهوت الإسلامي في مادة تعليم اللغة العربية في المدرسة الثانويةحتى تتمكن من التوعية بوجود قيمةاللاهوت الإسلامي والاهتمام الجاد بذلك من خلال الاستكشاف والتنفيذ في تعليم اللغةالعربية.ستكون هذه الدراسة مرجعاً لحاملي السياسات المتعلقة بمواد تعليم اللغة العربية في تقييم وتحسين جودة تعليم اللغة العربية في المدرسةالثانوية.وقد إجراء هذاالبحث المكتبي من خلال جمع البيانات، وفهم خصائص المواد التعليميةالعربية في المدرسةالثانوية،وتحليل وتحديد القيم اللاهوت الواردة في محتوى المواد التعليمية، والتحقق وجمعها.وكشفت النتائج أن قيمة اللاهوت الإسلامي الوارد في مواد تعليم العربية المدرسة الثانوية تشمل :وحدةالناس، وحب الطبيعة، وتشكيل أسرة سعيدة، وحماية أنفسهم من الخطر والبؤس ،وطلب ،العلم، وحب ،الآخرين، والتوحيد، والعقدة، والإيمان، والإخلاص، والتقوى، وحب الضعفاء

.كلمات أساسية: اللاهوت؛الإسلام؛المادة؛العربية؛المدرسةالثانوية

 

Please cite this article as Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini, “Nilai Teologi Islam: Telaah Materi AjarBahasa Arab Madrasah Tsanawiyah.”An Nabighoh 23,No. 1(2021):17-32

DOI: https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v23i1.2993

 

18|Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini

Pendahuluan

Muatan materi ajar bahasa Arab menjadi bagian yang sangat penting dalam sebuah pembelajaran bahasa Arab. Tidak hanya berkaitan dengan isi materi yangdiberikan, namun juga internalisasi nilai-nilai keislaman melalui materi ajar yangdiberikan. Nilai ketuhanan sering terlupakan dalam pembelajaran menyebabkanpembentukan sikap tidak tercapai secara maksimal. Banyak ditemui peserta didik yang cerdas dan pintar dari aspek kognitif, juga cakap dan terampil dari aspek psikomotorik, namun lemah dari aspek afektif yaitu tidak memiliki sifat dan tingkah laku yang diharapkan. Padahal dalam pembelajaran ketiga hal tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan. Peserta didik dibimbing melalui proses pembelajaran untuk memiliki tiga aspek tersebut sekaligus. Apa yang ada dalam materi ajar akan ditransfer ke peserta didik. Minimnya buku teks yang menjadi referensi dalam mempraktikkan bahasa Arab juga menjadi kendala dalam pembelajaran bahasa Arab.1 Untuk
itu praktisi pendidikan tidak boleh mengabaikan hal ini. Sebagaimana beberapa kali ditemukan konten yang tidak layak dalam materi ajar seperti yang beredar di sejumlah wilayah diIndonesia tahun 2013 yang lalu. Diantaranya materi dalam buku teks siswa bermuatan porno, tersebar di daerah Kendal 2, Bogor  3,Samarinda 4, dan berbagai

wilayah di Indonesia. Selanjutnya pada tahun 2017 kejadian berulang dengan kata-kata vulgar dalam buku bacaan anak-anak. 5 Kejadian ini sangat tidak diinginkan. Materi ajar seharusnya memberikan ilmu, pengetahuan, dan nilai keislaman yang akan membentuk karakter peserta didik. untuk itu telah dikembangankan instrumen penilaian buku teks sebagai sumber utama materi pelajaran oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang digunakan untuk menentukan kelayakan sebuah buku Teks.6

1 Jan Loop, Alastair Hamilton, dan Charles Burnett, ed.,The Teaching and Learning of Arabic in Early Modern Europe The Teaching and Learning of Arabic in Early Modern Europe, vol. 3 (Leiden: Brill, 2017), https://doi.org/10.1163/9789004338623. 2 “Buku Pelajaran SD Berbau Porno Tersebar Di Kendal,” diakses 9 Desember 2020, https://www.merdeka.com/peristiwa/buku-pelajaran-sd-berbau-porno-terseba-di-kendal.html.3 “Kadisdik Kota Bogor: Buku Pelajaran Berbau Porno Sudah Beredar di 2 SD,” diakses 9 Desember 2020,https://news.detik.com/berita/d-2298670/kadisdik-kota-bogor-buku-pelajaran-berbau-porn-sudah-beredar- di-2-sd.4 “Buku ‘Porno’ Beredar di SD di Samarinda, Ini Tanggapan Kadisdik Kaltim,” diakses 9 Desember 2020, https://news.detik.com/berita/d-2302206/buku-porno-beredar-di-sd-di-samarinda-ini-tanggapan-kadisdik-kaltim.5 “Buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ Jadi Viral, Begini Kronologinya,” diakses 9 Desember 2020, https://www.kaskus.co.id/thread/58ac0e2e5c7798e8188b456a/buku-aku-berani-tidur-sendiri-jadi-viral begini-kronologinya.6Miftahur Rohman, “Pembelajaran Bahasa Arab Di Madrasah Aliyah Dalam Perspektif Kurikulum2013,” An Nabighoh: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Arab 20, no. 02 (2018): 222, https://doi.org/10.32332/an nabighoh.v20i02.1286.

AN NABIGHOH

Vol. 23,No. 1(2021)

P-ISSN : 1907-1183

E-ISSN : 2581-2815

https://doi.org/10.32332/annabighoh.v23i1.2993

 

Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah|19

 

Saat ini telah cukup banyak dilakukan pengembangan materi ajar bahasa Arab. 7 Pengembangan tersebut, dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai hal dalam pembelajaran yang diyakini mampu mendukung siswa dalam meraih aspekkognitif, afektif, dan psikomotor dengan baik. Pengintegrasian nilai ketuhananbelum dikaji secara langsung dalam pembelajaran bahasa Arab ini. Namun nilai-nilai keislaman dan karakter yang pada dasarnya merupakan representasi dari nilai teologi Islam telah cukup banyak menjadi kajian oleh beberapa peneliti

sebelumnya. Seperti menghubungkan nilai religius dengan multikultural sehingga menjadikan peserta didik lebih toleran dan Islami bahkan mengamalkan ajaran Islam dan sampai pada ranah afeksi dan psikomotoriknya.8 Begitu juga internalisasi nilai-nilai karakterIslam di pesantren berupa kebersihan, kesehatan, kerapian, iman, kesalehan, kepercayaan terhadap keberkahan, moderat, kesederhanaan, sikap diri menerima dan merasa cukup atas hasil usahanya (qonaah) , ketulusan, kerendahan hati, penghormatan kepada orang tua, kerja

keras dan lain sebagainya.9 Ramah dan Rohman dalam penelitiannya menemukan bahwa ranah sikap dalam buku ajar bahasa Arab Madrasah Aliyah Kurikulum 2013 masih sangat minim, bahkan aspek keragaman, pluralisme, multikulturalisme, dan toleransi tidak ditemukan dalam materi yang ada di buku tersebut. 10Pentingnya integrasi dan internalisasi nilai ketuhanan dalam pendidikan khususnya pembelajaran bahasa Arab menjadi menarik untuk dikaji. Sehingga paradigma pembelajaran bahasa Arab yang ketika dilihat sekilas hanya fokus pada aspek kognitif dan psikomotorik saja hilang dari mindset pendidik dan peserta didik. Melalui tulisan ini, peneliti akan menemukan dan mengungkapkan nilai-nilai teologi Islam yang terdapat dalam konten materi pembelajaran bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah. Sehingga dapat memunculkan kesadaran akan keberadaan nilai ketuhanan tersebut, dan perhatian serius akan hal ini melalui eksplorasi dan implementasi dalam pembelajaran bahasa Arab. Dengan adanya kajian ini akan menjadi acuan bagi pemegang kebijakan terkait materi ajar bahasa Arab dalam mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah.7

 

Noza Aflisia, Rini Rini, dan Ahmad Fikri, “Integration of Local Wisdom in Arabic Learning,” Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab 11, no. 2 (2019): 356,

https://doi.org/10.24042/albayan.v11i2.4719. 8 Muh Khoirul Rifa’i, “Internalisasi Nilai Nilai Religius Berbasis Multikultural Dalam Membentuk Insan Kamil,” Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) 4, no. 1 (2016): 116, https://doi.org/10.15642/jpai.2016.4.1.116-133. 9 Ihin Solihin, Aan Hasanah, dan Hisny Fajrussalam, “Core Ethical Values of Character Education Based on Islamic Values in Islamic Boarding Schools,” International Journal on Advanced Science, Education, and Religion 3, no. 2 (2020): 21–

33, https://doi.org/10.33648/ijoaser.v3i2.51.10 Sutri Ramah dan Miftahur Rohman, “Analisis Buku Ajar Bahasa Arab Madrasah Aliyah Kurikulum 2013,” Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab 2, no. 2 (2018): 141, https://doi.org/10.29240/jba.v2i2.552.

 

Please cite this article as Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini, “Nilai Teologi Islam: Telaah Materi AjarBahasa Arab Madrasah Tsanawiyah.”An Nabighoh 23,No. 1(2021):17-32

DOI: https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v23i1.2993. 

 

20|Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini

Berbeda dari penelitian sebelumnya mengkaji nilai keislaman dalam lembaga pendidikan dan ranah sikap secara umum pada buku ajar bahasa Arab Madrasah Aliyah. Pada tulisan ini, penulis mengungkapkan tidak sekedar deskriptif namunjuga sistematis menelaah materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah pada buku ajar terbaru tahun 2020. Sehingga terungkap nilai teologi Islam dalam materi ajar tersebut.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research). Peneliti menggunakan berbagai rujukan dan referensi dari buku, jurnal Nasional dan Internasional yang ada untuk mengumpulkan data-data mengenai Teologi Islam dan bentuk pengintegrasiannya dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Materi ajar Madrasah Tsanawiyah yang menjadi fokus analisis dalam penelitian ini adalah materi ajar bahasa Arab yang termuat dalam buku teks bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah kelas  VII, VIII, dan IX yang diterbitkan oleh Kementerian Agama tahun 2020. Teknik pengumpulan data adalah melakukan penelaahan terhadap buku dan artikel-artikel jurnal tersebut. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan teknikanalisis data melalui tahapan berikut ini: Pertama, mengumpulkan data mengenai teologi pendidikan melalui berbagai sumber dan literatur, termasuk penemuan-penemuan terbaru mengenai integrasi teologi pendidikan dalam pembelajaran. Kedua, memahami karakteristik materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah. Ketiga, menganalisis dan mengidentifikasi nilai teologis yang termuat dalam konten materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah berdasarkan pada peran manusia sebagai hamba Allah yakni memiliki keimanan, ketakwaan, Tauhid, aqidah, keikhlasan, dan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi yang harus memiliki akhlak karimah terhadap manusia yang lain ,binatang, dan alam. Keempat, melakukan verifikasi dan penyimpulan.

Hasil dan Pembahasan

Teologi Islam dalam Pendidikan

Teologi adalah ilmu yang membahas masalah-masalah terkait ketuhanan dan juga hubungannya dengan manusia yang lain. Teologi Islam merupakan sebuah ilmu yang mempelajari ketuhanan yang bersumber dari ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Jadi teologi Islam berbicara mengenai ketuhanan yaitu Allah SWT dengan segala sifat dan keadaan yang ada pada-Nya. Sehingga teologi pendidikan Islam dimaknai sebagai konsep pendidikan Islam yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadis untuk mencapai derajat kehambaan yang tinggi di sisi Tuhan, Allah ‘Azza wa Jalla.11

 

11 Hisny Fajrussalam, Nurwadjah Ahmad E.q, dan Andewi Suhartini , “Paradigma Teologi Pendidikan Islam: Konsep Khalifah Perspektif Nilai- Nilai Etika Budaya Sunda Di Jawa Barat,” AL-

 

AN NABIGHOH

Vol. 23,No. 1(2021)

P-ISSN : 1907-1183

E-ISSN : 2581-2815

https://doi.org/10.32332/annabighoh.v23i1.2993

 

 

Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah|21

Nilai Teologi Islam sering disebut dengan nilai teologis, yaitu nilai ketuhanan yang direfleksikan melalui kalam Allah secara qauliyyah maupun kauniyyah. Aktualisasi kalam Allah ini menjadi nilai ketuhanan yang diserap oleh peserta didik dengan menelaah ilmu pengetahuan tanpa dikotomi melalui penalaran dan penghayatan ataupun pemahaman terhadap aspek kognitif ilmu pengetahuan dengan nilai teologis yang diintegrasikan maupun secara implisit dalam konten materi ajar semua disiplin tanpa terkecuali. 12 Corak teologi Islam mewarnai kurikulum pendidikan dengan implementasi kurikulum terpadu dan pengintegrasian nilai ketuhanan pada mata pelajaran dengan pendekatan modeling, drill, metode kisah dalam proses pembelajaran maupun dalam kegiatan ektrakurikuler, juga kebijakan yang ditetapkan. Corak teologi Islam dalam membina pendidik yaitu dengan pola binaan intensif dan pembiasaan dalam melaksanakan amalan-amalan wajib dan sunnah sehingga tumbuh sifat sabar, berdaya juang, tabah, dan memiliki cita-cita. Yang pada akhirnya akan melahirkan pendidik dengan aqidah yang lurus, ibadah yang betul, akhlak yang mulia, memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas sehingga bermanfaat bagi yang lainnya. 13 Pendidikan Islam yang diyakini paham Asy’ariyah sebagai suatu proses yangdinamis. Di samping manusia secara fitrah telah memiliki potensi berupa akal, pikiran, dan perasaan namun dalam internalisasi nilai-nilai ketuhanan pada khususnya memerlukan didikan dari lingkungan yang diciptakan hingga mempengaruhi dalam pembentukan karakter. Walaupun hasil nantinya diserahkan kepada Tuhan sesuai dengan kehendakNya, namun upaya juga turut memberi warna bagi kepribadian seseorang. 14 Begitu pula halnya dalam pembelajaran bahasa Arab, jika ingin peserta didik tidak sekedar memahami teori qawaid dan cakap dalam empat kemahiran berbahasa Arab,tapi juga benar dalam tauhid, aqidah, iman, dan berakhlak yang mulia, maka harus memperhatikan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap konten materi yang disajikan.Teologi Islam sebagai ilmu yang membahas persoalan ketuhanan memilikiruang lingkup pembahasan yang tidak sedikit. Ruang lingkup tersebut dimulai dari maksud dan tujuan Allah terhadap makhlukNya ( Khaliqul Basyar), Tauhid, Keridhaan Allah, kewajiban manusia, ma’rifatullah, ma’rifatu al-Nafs, peran dan tanggung jawab manusia dalam kehidupan dunia, konsep kehidupan dunia dan

 

ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam1, no. 1 (2020): 1–16, https://al-adabiyah.iain-jember.ac.id/index.php/adabiyah/article/view/13.12 Muhibuddin Hanafiah, “Dimensi Teologi Pendidikan Islam Dalam Al-Qur’an,”Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 12,no.1(2010):1–26,https://jurnal.arraniry.ac.id/index.php/substantia/article/view/3774. 13 A. Kadir Sobur, “Pendidikan Berbasis Teologi; Menelisik Sekolah Dasar Islam Terpadu,” IJER (Indonesian Journal of Educational Research) 1, no.2 (2016), http://ijer.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/ijer/article/view/15. 14 Muhammad Arsyad, “Pendidikan Islam Perspektif Teologi,” Jurnal al-Hikmah 14, no. 2 (2013):177, http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_hikmah/article/view/401.

 

Please cite this article as Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini, “Nilai Teologi Islam: Telaah Materi AjarBahasa Arab Madrasah Tsanawiyah.”An Nabighoh 23,No. 1(2021):17-32

DOI: https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v23i1.2993. 

 

 

22|Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini

 

akhirat, masyiyatullah masyiyatul ‘ibad, qudratullah dan qudratul Insan, sunnatullah, takhalluq bi akhlaqillah,konsep rububiyah, Konsep perbuatan baik dan buruk (al-tsawab wa al-iqab) dan lain sebagainya. Selain tema tersebut, menurut Suryadi terdapat pembahasan yang sangat menarik yakni eksistensi pesan Tuhan (maujudat al-wahy min allah) yang memberikan tabyin mujmal mengenai tema-tema di atas. Sekurang-kurangnya dapat dijelaskan bahwa tema-tema yang terangkum di atas tidak terlepas dari kontekstualitas pesan Allah tersebut. Namun, pengkajian ini memerlukan instrumen yang cukup kompleks di samping pemahaman mengenai ulum al-quran wa al-tafsir .15 Terdapat beberapa spirit teologis untuk memperkuat dasar teologis dalam pendidikan Islam, meliputi spirit keimanan, yaitu keimanan akan memperlihatkan autentisitas kepribadiannya. Spirit kemanusiaan, yaitu kualitas seseorang dapat dilihat dari dari interaksinya dengan yang lain. Spirit keilmuan, yaitu mempengaruhi perspektif manusia tentang eksistensi kehidupannya. 16 Pendidikan sebagai inti teologi Islam. Tidak ada iman tanpa pemahaman dan tidak ada pemahaman tanpa pendidikan. Kemudian tujuan pendidikan adalah agar umat Islam dapat memiliki identitas Islam dan berkomitmen kepada Allah serta melaksanakan imannya dalam menegakkan keadilan di masyarakat. 17 Urgensi Teologi Islam dalam Pendidikan tidak bisa dinafikan karena semua pembahasan dalam teologi Islam mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam membentuk kepribadian dan mempengaruhi tingkah laku manusia sebagai peserta didik. Dengan mengenali sang khalik maka segala gerak gerik manusia di muka bumi semuanya dilakukan dalam rangka mendapatkan ridha Allah sebagai tujuan akhir dari pendidikan Islam. Tauhidullah yang benar akan mengantarkan manusia dalam pemahaman substansi pendidikan Islam yang sebenarnya. Pemahaman akan manusia sebagai makhluk yang lemah dengan berbagai beban dan kewajiban yang harus ditunaikan menjadikan manusia tidak sombong berjalan di muka bumi dan tidak merasa semua dalam kekuasaannya. Penekanan dalam teologi Islam dikerucutkan menjadi tauhid, aqidah, dan akhlak. Keberhasilan dalam mengintegrasikan nilai teologi Islam dalam berbagai aspek pendidikan akan menghasilkan manusia yang berakhlak mulia sebagaimana salah satu tujuan dari pendidikan itu sendiri.

 

15 Rudi Ahmad Suryadi, “Mengusung Pendidikan Islam Persfektif Teologis,” Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam 12, no. 2 (2014): 113, http://jurnal.upi.edu/taklim/view/3031/mengusung–pendidikan-islam-persfektif-teologis.html.16 Sauqi Futaqi, “Memperkokoh Basis Teologis Pendidikan Islam,” TA’LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam 3, no. 1 (2020): 114, http://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/talim/article/view/1911. 17 Bambang Qomaruzzaman dan Busro, “Tolerance Islam Theology of Education Hermeneutic Reading of Tariq Ramadan Thought,” QIJIS (Qudus International Journal of Islamic Studies)  7, no. 2(2019): 203, https://doi.org/10.21043/qijis.v7i2.5128.

 

Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah|23

 

Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Pembelajaran bahasa Arab berlangsung dengan mentransfer ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan unsur bahasa Arab dan kemahiran bahasa Arab kepada peserta didik. 18 Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyahtelah ada dari tahun-tahun sebelumnya. Sebagai sebuah mata pelajaran, bahasa Arab menjadi keharusan untuk dipahami dalam lembaga pendidikan khususnya Madrasah Tsanawiyah. Kemampuan yang diharapkan dari pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah tidak lepas dari empat kemahiran berbahasa pada umumnya yaitu kemahiran istima’ kalam, qiro’ah, dan kitabah. Untuk memperoleh empat keterampilan tersebut, pembelajaran bahasa Arab harus disusun sedemikian rupa dengan sebaiknya mulai dari perumusan tujuan, penyusunan materi ajar, penggunaan metode dan media, serta penerapan evaluasi yang sesuai. Materi pembelajaran bahasa Arab yang akan diberikan kepada peserta didik harus dilakukan analisis penyesuaian terhadap tingkat pemahaman bahasa Arab peserta didik. 19 Sehingga materi akan mudah diterima dan diserap oleh peserta didik. Jika materi menggunakan bahasa yang terlalu tinggi, maka peserta didik akan mengalami kesulitan dalam memahami kata tersebut, lalu muncul rasa bosan dan anggapan bahwa belajar bahasa Arab itu sulit. Pemberian materi juga harus menyesuaikan tingkat pendidikan yang peserta didik sedang tempuh. Tujuan pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah tergambar dalam kompetensi inti yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama, yaitu pertama, menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. Kedua, menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya .Ketiga, memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Keempat, mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori. 20 Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 Tahun 2019 terkait kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Kementerian

 

18 Noza Aflisia dan Hazuar Hazuar, “Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Berbasis Pendekatan Komunikatif,” Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab 4, no.1 (2020): 111, https://doi.org/10.29240/jba.v4i1.1380. 19 Dian Ekawati, “Ragam Pemahaman Mahasiswa Pada Pembelajaran Bahasa Arab,” An Nabighoh: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Arab 21,no. 02 (2019): 183–202, https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v21i02.1679.2Marukhin,Bahasa Arab Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, ed. oleh Muh. Wahib Dariyadi (Jakarta: Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI,2020).

Please cite this article as Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini, “Nilai Teologi Islam: Telaah Materi AjarBahasa Arab Madrasah Tsanawiyah.”An Nabighoh 23,No. 1(2021):17-32

DOI: https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v23i1.2993. 

 

24| Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini
Agama melalui Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang memiliki wewenang terhadap hal ini telah menerbitkan buku ajar yang diyakini selaras dan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Buku bahasa Arab ini diterbitkan tahun 2020, ditulis oleh Faruq Baharudin untuk kelas VII 21, Marukhin untuk kelas VIII 22, dan Yushi M. Mahmudah untuk kelas IX 23 dengan editor Muh. Wahib Dariyadi. Bahasa dalam buku bahasa Arab ini telah disunting dan diselaraskan oleh Pusat Penelitian dan Interkomunikasi Pengetahuan Kerajaan Arab Saudi.
Tabel 1. Tema Materi Ajar Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah
No

1

2

3

4

5

6

Tema Materi Kelas VII

التعارف

المرافق المدرسة

الادوات المدرسة

العنوان

البيت

من يوميات الاسرة

Tema Materi Kelas VIIl

الساعة

يومياتنا

الهواية

الرياضة

المهنة

عيا دة المريض

Tema Materi Kelas XI

راس السنة الهجرية

الحفل بمولد الرسول ص.م

نزول القران والعيدان

جمال الطبيعة

خلق العالم

حفظ على البيئة

Tema-tema materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah dapat dilihat pada tabel 1. Dalam setiap tema disajikan qawaid, teks dan latihan-latihan yang akan menguatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan. Namun yang menjadi fokus utama dan objek analisis dalam kajian ini hanya tema materi ajar. Nilai Teologi Islam dalam Materi Ajar Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Materi ajar merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang memuat isi pokok atau inti ilmu pengetahuan yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Apa yang termuat dalam materi ajar, maka itulah yang akan disampaikan dan didapatkan oleh peserta didik. Materi sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan mendukung pembelajaran bahasa. 24 Materi ajar tidak disusun begitu saja tanpaacuan yang melandasinya. Penyusunan materi ajar harus berdasarkan pada kompetensi inti yang telah ditentukan dari pusat.
21 Faruq Baharudin, Bahasa Arab Kelas VII Madrasah Tsanawiyah, ed. oleh Muh. Wahib Dariyadi (Jakarta: Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, 2020). 22 Marukhin, Bahasa Arab- Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah.23 Yushi M. Mahmudah, Bahasa Arab – kelas IX Madrasah Tsanawiyah, ed. oleh Muh. Wahib
Dariyadi (Jakarta: Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, 2020). 24 Rin Cheep-Aranai dan Orawan Chukaeo, “Young Learners’ Attitudes towards Classroom Materials Design in Play-Based Language Learning Course,” International Journal of Learning and Teaching, 2018, 195–202, https://doi.org/10.18178/ijlt.4.3.195-202.

AN NABIGHOH

Vol. 23,No. 1(2021)

P-ISSN : 1907-1183

E-ISSN : 2581-2815

https://doi.org/10.32332/annabighoh.v23i1.2993

Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah | 25

Kompetensi inti ialah kemampuan dan kecakapan yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik setelah belajar bahasa Arab menggunakan materi ajar yang telah disiapkan. Kompetensi inti masih bersifat umum yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Turunan dari kompetensi inti ini adalah kompetensi dasar yang bersifat lebih khusus. Kompetensi dasar yaitu kemampuan khusus yang diharapkan dimiliki peserta didik setelah mengikuti pelajaran bahasa Arab dengan menyampaikan materi ajar yang telah disusun. Kompetensi dasar langsung mengarah pada isi materi pembahasan yang terdapat dalam buku ajar. Buku ajar bahasa Arab ini memiliki banyak muatan nilai-nilai ketuhanan dan keislaman. Nilai-nilai ini merupakan bagian dari substansi teologi Islam. Nilai-nilai teologi Islam dalam materi ajar bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah dianalisis berdasarkan fungsi penciptaan manusia di alam ini yaitu sebagai ‘abd untuk beribadah kepada Allah dan khalifah di muka bumi.25 Adapun uraiannya adalah sebagai berikut:

1. ‘Ibadatullah (Beribadah kepada Allah) ‘Ibadatullah merupakan kewajiban manusia terhadap Allah dan kewajiban manusia. Ibadah menjadi sarana dalam mengenal Allah dan mencapai keridhaanNya. Konsep ma’rifatullah dimaknai sebagai pengetahuan mengenai Tuhan melalui hati sanubari dengan tujuan yang ingin dicapai ialah mengetahui rahasia-rahasia yang terdapat dalam diri Tuhan.26 Wujud dari ibadatullah melalui berbagai cara yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Bentuk implementasinya ialah melakukan segala yang diperintah oleh Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Selaras dengan penciptaan Allah atas manusia untuk beribadah hanya kepada Allah. Keberhasilan seorang hamba dalam mencapai tingkat ma’rifatullah berkaitan erat dengan Aqidah dan iman yang dimilikinya. Dalam materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah ditemukan berbagai tema terkait tauhid, aqidah, keimanan, keikhlasan dan ketakwaan yang merupakan wasilah dalam mencapai tingkat ma’rifatullah. Adapun nilai-nilai tersebut adalah sebagai
berikut:Pertama, Tema العالم خلق / penciptaan alam. Penciptaan Allah atas alam menjadi salah satu tema dalam materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah kelas IX. Dalam nash disebutkan mengenai ciptaan Allah berupa bumi yang kita tinggali, langit dengan berbagai benda langit yang ada seperti bulan yang bersinar di malam hari, bumi dengan hamparan gunung, sungai, laut, tanaman

25 Toni Pransiska, “Konsep Fitrah Manusia dalam Perspektif Islam dan Implikasinya dalam
Pendidikan Islam Kontemporer,” Jurnal Ilmiah Didaktika : Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran 17,
no. 1 (2016): 1–17, https://doi.org/10.22373/jid.v17i1.1586.
26 Asep Abdul Aziz dkk., “Pendidikan Islam Sebagai Upaya Ma’rifatullah,” Adaara: Jurnal
Manajemen Pendidikan Islam 10, no. 2 (2020): 174, https://doi.org/10.35673/ajmpi.v10i2.997.

Please cite this article as Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini, “Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar
Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah.” An Nabighoh 23, No. 1 (2021): 17-32,
DOI: https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v23i1.2993.

 

26 | Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini

dan seterusnya. Mengenali dan memahami penciptaan Allah akan mengarahkan manusia mengenal Allah sebagai Sang Pencipta dan kekuasaannya dalam mengatur segala sesuatu dengan sebaiknya. Hal ini akan meningkatkan keimanan terhadap Allah. Sehingga berujung pada bahwa Allah lah satu-satunya yang harus disembah. Tema bab sebelumnya juga telah dijelaskan bagaimana الطبيعة جمال / keindahan alam ciptaan Allah. Tidak ada yang gagal dan sia-sia dari penciptaan Allah. Semuanya memiliki peran, fungsi, dan manfaat masingmasing. Kedua, Tema القران نزول / turunnya Al-Qur’an. Materi ini juga dimuat dalam materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah kelas IX. Nash menjelaskan bagaimana nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama pada saat umur beliau empat puluh tahun di gua Hira yaitu QS. Al’Alaq ayat 1-5. Ketika nabi SAW dimintai malaikat Jibril untuk membaca, namun beliau tidak bisa membaca karena nabi SAW adalah seorang ummi (tidak pandai baca tulis). Materi ini berkaitan erat dengan teologi Islam yang berbicara mengenai keimanan. Keimanan kepada Al-Qur’an yang telah diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW. Tidak ada keraguan dalam isi kandungannya. Tidak ada keraguan bahwa Al-Qur’an benar kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an tidak mungkin karangan nabi Muhammad SAW, karena beliau seorang Ummi tidak mungkin bisa untuk mengarang isi Al-Quran yang begitu indah dan tidak ada tandingannya. Ketiga, Tema العيدان / dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha). Salah satu tema materi bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah kelas IX ini menjelaskan secara
ringkas kapan dilaksanakannya hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha serta apa yang dilakukan pada dua hari raya tersebut. Materi dua hari raya ini menunjukkan bahwa deklarasi atas tauhid dan keimanan harus selalu diperbaharui seperti dikumandangkannya tasbih, takbir, dan tahmid, pada hari raya tersebut. Menunjukkan bahwa tidak boleh melupakan identitas tauhid dan  keimanan ini, apalagi dalam suasana penuh kebahagiaan. Hal ini menunjukkan lurusnya aqidah yang dipegang. Selain itu tema ini juga menerangkan manusia yang kembali kepada fitrahnya tanpa noda dan dosa. Setelah menjalani bulan penuh rahmat dan ampunan. Fitrah manusia ini merupakan kajian teologi Islam bahwa manusia kembali sebagaimana sediakala seperti kertas putih dengan fitrah akal, pikiran dan perasaan yang masih murni, lalu kemudian diwarnai oleh lingkungan sebagai pembentuk kepribadiannya. Sedangkan hari raya Idul Adha menunjukkan ketakwaan hamba kepada sang Khalik melalui binatang yang diqurbankan dan menunjukkan rasa syukur atas rizki yang berkecukupan yang dititipkan Allah SWT kepadanya. Keempat, Tema السنةالهجرية رأس / tahun baru hijriyah. Momentum tahun baru hijriyah yang dijelaskan dalam materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah

AN NABIGHOH

Vol. 23,No. 1(2021)

P-ISSN : 1907-1183

E-ISSN : 2581-2815

https://doi.org/10.32332/annabighoh.v23i1.2993

 

Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah | 27

ini menjelaskan bagaimana nabi berhijrah dari Mekah ke Madinah dengan meninggalkan harta benda dan keluarga. Ketika itu beliau berusaha menghindar dari kaum kafir yang hendak membunuh beliau dan sahabat, maka cara tersebut ditempuh dengan berhijrah ke Madinah. Nash ini menerangkan cara mempertahankan keimanan dan ketakwaan melalui jalan hijrah. Selain itu juga untuk menjaga kesucian niat dalam perjuangan. Aqidah yang kuat telah memberi keikhlasan ketika berpisah dengan orang-orang yang dicintai di Mekah. Kelima, Tema م.ص الرسول بمولد الحفل / peringatan maulid Nabi SAW. Materi bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah kelas IX menjelaskan peringatan maulid Nabi SAW. Dalam peringatan maulid diceritakan kisah Nabi Muhammad SAW mulai dari kelahirannya, orang tuanya, keadaan keluarganya, pekerjaan nabi Muhammad SAW semenjak kecil, ketika diangkat menjadi Nabi dan Rasul, dakwah beliau, dan seterusnya hingga beliau wafat. Semua diceritakan dalam nash. Hal ini semakin menguatkan keimanan bahwa Nabi Muhammad adalah pilihan Allah. Beliau telah terjaga dari lahirnya, memiliki akhlak yang mulia. Iman kepada Rasul merupakan salah satu rukun iman yang wajib dipercayai oleh seorang muslim.

2. Khalifah fil ‘Ardh (Khalifah di Muka Bumi) Khalifah merupakan pemegang amanah Allah untuk penguasaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pelestarian alam raya yang berujung pada pemakmurannya.27 Manusia sebagai khalifah di atas bumi ini memiliki peran untuk memakmurkan bumi Allah. Tugas manusia sebagai khalifah tersebut meliputi tugas terhadap diri sendiri, tugas dalam keluarga, tugas dalam masyarakat, dan tugas terhadap alam. Tugas terhadap diri sendiri berupa tugas menuntut ilmu, menjaga diri dari bahaya, menghiasi diri dengan akhlak alkarimah. Tugas manusia dalam keluarga berupa tugas dalam membentuk keluarga bahagia. Tugas dalam masyarakat berupa mewujudkan persatuan
umat, tolong menolong, menegakkan keadilan, amar ma’ruf nahi munkar, mengasihi kaum lemah. Tugas terhadap alam berupa membudayakan alam, mengalamkan budaya, dan mengislamkan budaya.28 Nilai teologi Islam berupa tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi termuat dalam materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah yaitu sebagai berikut: Pertama, Tugas terhadap diri sendiri. Dalam materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah kelas VIII terdapat materi yang menunjukkan tugas

27 Mar’atul Azizah dan Raini, “Konsep Khalifatullah Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam
Perspektif M. Quraish Shihab,” CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman 4, no. 2 (2018): 97–111,
https://doi.org/10.37348/cendekia.v4i2.52.
28 Andi Abdul Hamzah, “Eksistensi Manusia Dan Tugas Pokoknya Dalam Tinjauan Pendidikan
Islam,” Ash-Shahabah 1, no. 2 (2015): 26–33, https://journal-uimmakassar.ac.id/index.php/ASH/article/view/136.

Please cite this article as Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini, “Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar
Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah.” An Nabighoh 23, No. 1 (2021): 17-32,
DOI: https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v23i1.2993.

28 | Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini

manusia terhadap dirinya sendiri yakni menuntut ilmu. Materi tersebut diberi judul املهنة / profesi. Di dalam nash terdapat berbagai profesi yang disebutkan seperti nelayan, guru, perawat, dokter, polisi, dan lain sebagainya. Tugas manusia untuk menuntut ilmu diantaranya bertujuan untuk menjadi ahli atau profesional dalam hal tersebut. Berbagai profesi bisa diraih dengan jalan menuntut ilmu. Selain itu memilih hobi yang tepat juga akan mengantarkan pada kebaikan seperti dalam materi ajar bahasa Arab kelas VIII didapati sebuah tema terkait الهواية / hobi, di dalamnya disebutkan berbagai macam hobi seperti membaca, melukis, memasak, dan sebagainya. Tugas manusia terhadap diri sendiri selanjutnya ialah menjaga diri dari bahaya dan kesengsaraan. Dalam materi bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah terdapat materi terkait hal ini dengan judul الرياضة / olahraga. Berbagai jenis olahraga disebutkan seperti bola basket, bola kaki, renang, dan sebagainya. Dengan berolahraga akan membantu dalam menjaga kebugaran dan kesehatan sehingga menjauhi manusia dari sakit yang berbahaya bagi tubuh. Begitu juga
dengan materi dengan judul الساعة /jam yang mengarahkan manusia dalam mengenali waktu dan memanfaatkannya dalam kegiatan yang bermanfaat. Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali seperti materi berjudul يومياتنا yang mengajarkan peserta didik dalam mengatur waktu dengan mengisi kegiatan yang bermanfaat. Kemudian tugas manusia terhadap diri sendiri ialah berakhlak mulia. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh peserta didik dalam pembelajaran bahasa Arab dengan menunjukkan sikap percaya diri ketika harus mempraktikkan hiwar di depan kelas, ketelitian dalam menjawab setiap soal yang telah ditentukan. Berakhlak yang baik hendaknya selalu ditampilkan peserta didik dimanapun berada, dengan siapapun berhadapan, dan kapanpun itu terjadi. Kedua, Tugas manusia dalam keluarga. Dalam materi bahasa Arab terdapat materi terkait البيت / rumah dan anggota keluarga. Keduanya menjelaskan mengenai anggota keluarga dan األسرة يوميات من / kegiatan yang sering dilakukan bersama keluarga di rumah tercinta. Hal ini menggambarkan tugas manusia dalam keluarga untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah dengan selalu memperhatikan hak dan kewajiban masing-masing individu dalam keluarga. Ketiga, Tugas dalam masyarakat. Dalam materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah terdapat materi terkait tugas manusia dalam masyarakat yaitu mengasihi kaum yang lemah. Materi tersebut berbicara mengenai Idul Adha khususnya berqurban. Dalam uraian nash menjelaskan bahwa berqurban merupakan sikap peduli terhadap dhu’afa’ atau kaum lemah yang membutuhkan uluran tangan baik berupa sandang, pangan, maupun papan.

AN NABIGHOH

Vol. 23,No. 1(2021)

P-ISSN : 1907-1183

E-ISSN : 2581-2815

https://doi.org/10.32332/annabighoh.v23i1.2993

Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah | 29

Melalui qurban, selain rasa syukur atas rizki yang diberikan Allah juga membahagiakan fakir, miskin, dan anak yatim dengan membagikan daging qurban tersebut kepada mereka. Tugas manusia dalam masyarakat selanjutnya ialah mewujudkan persatuan umat. Dalam menyelesaikan latihan yang disediakan untuk peserta didik dalam pembelajaran bahasa Arab dituntut kerjasama dalam kelompok yang merupakan bentuk upaya meneguhkan persatuan dan kesatuan peserta didik sebagai manusia. Gambaran ini juga terlihat pada materi bahasa Arab awal
kelas VII Madrasah Tsanawiyah yang bertema التعارف yaitu perkenalan. Di dalam materi disajikan cara memperkenalkan diri sendiri dan mengenali orang lain berikut cara bertegur sapa dalam bahasa Arab dan العنوان / alamat kediamannya. Secara tidak langsung mengarahkan peserta didik dalam menjaga hubungan sosial untuk selalu harmonis dengan saling mengenal dan bertegur sapa yang baik. Menyayangi sesama manusia menjadi salah satu tugas manusia dalam masyarakat. Rasa sayang yang dimiliki membuat tidak sanggup melihat saudaranya yang ditimpa musibah seperti sakit. Maka mengunjungi orang sakit menjadi sebuah kewajiban selain untuk menguatkan yang ditimpa musibah juga sebagai muhasabah diri bagi yang  menjenguknya. Selaras dengan materi yang ada dalam materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah kelas VIII yaitu berjudul املريض عيادة / mengunjungi orang sakit. Keempat, Tugas terhadap alam. Dalam materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah kelas IX terdapat materi yang berbicara mengenai kewajiban manusia dalam menjaga alam yang telah diciptakan Allah. Seyogyanya alam diberdayakan sebagaimana seharusnya dan tidak merusak untuk kepentingan sendiri. Tema tersebut diberi judul البيئة على حفظ / menjaga lingkungan. Di dalamnya dijelaskan kelalaian manusia yang sering terjadi dalam menjaga alam seperti membuang sampah di sungai, dan membakar hutan. Di materi lain terdapat judul املدرسية املرافق / fasilitas sekolah dan املدرسية األدوات / alat-alat sekolah, yang tentunya juga bagian dari lingkungan yang harus dijaga.

Tabel. 2. Nilai Teologi Islam dalam Materi Ajar Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah

No       Materi Bahasa Arab              Nilai Teologi Islam

1           Kelas VII                                 Persatuan umat, mencintai alam, dan membentuk keluarga bahagia

2          Kelas VIII                                Menjaga diri dari bahaya dan kesengsaraan, menuntut ilmu, dan menyayangi sesama

3          Kelas IX                                   Tauhid, aqidah, keimanan, keikhlasan, ketakwaan, dan mengasihi yang lemah
Please cite this article as Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini, “Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar
Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah.” An Nabighoh 23, No. 1 (2021): 17-32,
DOI: https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v23i1.2993.

30 | Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini

Materi ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah memiliki banyak muatan nilai teologi Islam, baik yang berhubungan dengan ‘ibadatullah maupun Khalifah fil Ardh. Nilai-nilai tersebut ditampilkan di dalam tabel 2. Jika pendidik berhasil menginternalisasikan nilai-nilai tersebut, maka keberhasilan dalam membentuk peserta didik dengan kepribadian yang diharapkan akan terwujud. Di samping keberhasilan dalam mentransfer ilmu qawaid dan keterampilan berbahasa Arab.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa nilai teologi Islam dalam pembelajaran bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah sudah terintegrasi dengan cukup baik. Namun untuk implementasinya dalam pembelajaran memerlukan perhatian khusus dan kreativitas dari pendidik atau pengajar bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah. Hal ini dilakukan supaya kemampuan yang diperoleh peserta didik menjadi terpadu yaitu aspek kognitif, psikomotorik, juga aspek afektif. Pengetahuan yang tidak hanya pada penguasaan mufradat dan qawaid bahasa Arab, dan empat
keterampilan berbahasa Arab saja, tetapi juga memahami ketuhanan dalam wadah ibadatullah dan kapasitas sebagai khalifah di muka bumi. Dapat dikatakan dengan tegas bahwa pengintegrasian nilai teologi Islam dalam materi ajar bahasa Arab  menjadi upaya penting dalam pembentukan karakter Islam pada siswa. Hasil penelitian ini memberikan kesempatan pada peneliti berikutnya untuk melihat lebih jauh integrasi nilai teologi Islam dalam pembelajaran bahasa Arab tidak hanya di tingkat Madrasah Tsanawiyah, tapi seluruh tingkat pembelajaran bahasa Arab yang ada. Begitu juga tidak hanya pada materi ajar saja, namun juga dalam semua kegiatan yang ada dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa
Arab peserta didik.

Ucapan Terima Kasih

Ucapan terimakasih diucapkan kepada Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk buku ajar bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah yang telah penulis telaah sebagai bagian penting dalam penelitian ini.

Daftar Pustaka

Aflisia, Noza, dan Hazuar Hazuar. “Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Berbasis Pendekatan Komunikatif.” Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab 4, no. 1 (2020): 111. https://doi.org/10.29240/jba.v4i1.1380. Aflisia, Noza, Rini Rini, dan Ahmad Fikri. “Integration of Local Wisdom in Arabic Learning.” Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab 11, no. 2 (2019): 356. https://doi.org/10.24042/albayan.v11i2.4719.
AN NABIGHOH

Vol. 23,No. 1(2021)

P-ISSN : 1907-1183

E-ISSN : 2581-2815

https://doi.org/10.32332/annabighoh.v23i1.2993

Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah | 31

Arsyad, Muhammad. “Pendidikan Islam Perspektif Teologi.” Jurnal al-Hikmah 14, no. 2 (2013): 177. http://journal.uinalauddin.ac.id/index.php/al_hikmah/article/view/401. Aziz, Asep Abdul, Nurti Budiyanti Budiyanti, Nurwadjah Ahmad, Andewi Suhartini, dan Ari Prayoga Prayoga.  “Pendidikan Islam Sebagai Upaya Ma’rifatullah.”Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 10, no. 2 (2020): 174. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v10i2.997. Azizah, Mar’atul, dan Raini. “Konsep Khalifatullah Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam Perspektif M. Quraish Shihab.” CENDEKIA: Jurnal Studi  https://doi.org/10.37348/cendekia.v4i2.52. Baharudin, Faruq. Bahasa Arab Kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Disunting oleh Muh. Wahib Dariyadi. Jakarta: Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, 2020. “Buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ Jadi Viral, Begini Kronologinya.” Diakses 9 Desember 2020.https://www.kaskus.co.id/thread/58ac0e2e5c7798e8188b456a/bukuaku-berani-tidur-sendiri-jadi-viral-begini-kronologinya. “Buku Pelajaran SD Berbau Porno Tersebar Di Kendal.” Diakses 9 Desember 2020. https://www.kaskus.co.id/thread/58ac0e2e5c7798e8188b456a/bukuaku-berani-tidur-sendiri-jadi-viral-begini-kronologinya.“Buku Pelajaran SD Berbau Porno Tersebar Di Kendal.” Diakses 9 Desember 2020. https://www.merdeka.com/peristiwa/buku-pelajaran-sd-berbau-pornotersebar-di-kendal.html. “Buku ‘Porno’ Beredar di SD di Samarinda, Ini Tanggapan Kadisdik Kaltim.” Diakses 9 Desember 2020. https://news.detik.com/berita/d2302206/buku-porno-beredar-di-sd-di-samarinda-ini-tanggapan-kadisdikkaltim. Cheep-Aranai, Rin, dan Orawan Chukaeo. “Young Learners’ Attitudes towards Classroom Materials Design in Play-Based Language Learning Course.”International Journal of Learning and Teaching, 2018, 195–202. https://doi.org/10.18178/ijlt.4.3.195-202. Ekawati, Dian. “Ragam Pemahaman Mahasiswa Pada Pembelajaran Bahasa Arab.” An Nabighoh: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Arab 21, no. 02 (2019): 183–202. https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v21i02.1679. Fajrussalam, Hisny, Nurwadjah Ahmad E.q, dan Andewi Suhartini. “Paradigma Teologi Pendidikan Islam: Konsep Khalifah Perspektif Nilai-Nilai EtikaBudaya Sunda Di Jawa Barat.” AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 1 (2020): 1–16. https://aladabiyah.iainjember.ac.id/index.php/adabiyah/article/view/13. Futaqi, Sauqi. “Memperkokoh Basis Teologis Pendidikan Islam.” TA’LIM : Jurnal  Studi Pendidikan Islam 3, no. 1 (2020): 114. http://ejurnal.unisda.ac.id/index.php/talim/article/view/1911.Hamzah, Andi Abdul. “Eksistensi Manusia Dan Tugas Pokoknya Dalam Tinjauan Pendidikan Islam.” Ash-Shahabah 1, no. 2 (2015): 26–33. https://journaluimmakassar.ac.id/index.php/ASH/article/view/136. Hanafiah, Muhibuddin. “Dimensi Teologi Pendidikan Islam Dalam Al-Qur’an.” Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 12, no. 1 (2010): 1–26. https://jurnal.ar raniry.ac.id/index.php/substantia/article/view/3774.

 

Please cite this article as Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini, “Nilai Teologi Islam: Telaah Materi Ajar
Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah.” An Nabighoh 23, No. 1 (2021): 17-32,
DOI: https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v23i1.2993.

32 | Noza Aflisia, Nurwadjah Ahmad E.Q, Andewi Suhartini

“Kadisdik Kota Bogor: Buku Pelajaran Berbau Porno Sudah Beredar di 2 SD.” Diakses 9 Desember 2020. https://news.detik.com/berita/d2298670/kadisdik-kota-bogor-buku-pelajaran-berbau-porno-sudahberedar-di-2-sd. Loop, Jan, Alastair Hamilton, dan Charles Burnett, ed. The Teaching and Learning of Arabic in Early Modern Europe. The Teaching and Learning of Arabic in Early Modern Europe. Vol. 3. Leiden: Brill, 2017. https://doi.org/10.1163/9789004338623. Mahmudah, Yushi M. Bahasa Arab – kelas IX Madrasah Tsanawiyah. Disunting olehMuh. Wahib Dariyadi. Jakarta: Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, 2020.Marukhin. Bahasa Arab – Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah. Disunting oleh Muh. Wahib Dariyadi. Jakarta: Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, 2020. Pransiska, Toni. “Konsep Fitrah Manusia dalam Perspektif Islam dan Implikasinya dalam Pendidikan Islam Kontemporer.” Jurnal Ilmiah Didaktika : Media  Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran 17, no. 1 (2016): 1–17. https://doi.org/10.22373/jid.v17i1.1586. Qomaruzzaman, Bambang dan Busro. “Tolerance Islam Theology of Education  Hermeneutic Reading of Tariq Ramadan Thought.” QIJIS (Qudus International Journal of Islamic Studies) 7, no. 2 (2019): 203. https://doi.org/10.21043/qijis.v7i2.5128. Ramah, Sutri, dan Miftahur Rohman. “Analisis Buku Ajar Bahasa Arab Madrasah Aliyah Kurikulum 2013.” Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab 2, no. 2 (2018): 141. https://doi.org/10.29240/jba.v2i2.552. Rifa’i, Muh Khoirul. “Internalisasi Nilai-Nilai Religius Berbasis Multikultural Dalam Membentuk Insan Kamil.” Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic  Education Studies) 4, no. 1 (2016): 116. https://doi.org/10.15642/jpai.2016.4.1.116-133. Rohman, Miftahur. “Pembelajaran Bahasa Arab Di Madrasah Aliyah Dalam  Perspektif Kurikulum 2013.” An Nabighoh: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Arab 20, no. 02 (2018): 222. https://doi.org/10.32332/an-nabighoh.v20i02.1286. Sobur, A. Kadir. “Pendidikan Berbasis Teologi; Menelisik Sekolah Dasar Islam Terpadu.” IJER (Indonesian Journal of Educational Research) 1, no. 2 (2016). http://ijer.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/ijer/article/view/15. Solihin, Ihin, Aan Hasanah, dan Hisny Fajrussalam. “Core Ethical Values of Character Education Based on Islamic Values in Islamic Boarding Schools.” International Journal on Advanced Science, Education, and Religion 3, no. 2 (2020): 21–33. https://doi.org/10.33648/ijoaser.v3i2.51. Suryadi, Rudi Ahmad. “Mengusung Pendidikan Islam Persfektif Teologis.” Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam 12, no. 2 (2014): 113. http://jurnal.upi.edu/taklim/view/3031/mengusung–pendidikan-islampersfektif-teologis.html.

AN NABIGHOH

Vol. 23,No. 1(2021)

P-ISSN : 1907-1183

E-ISSN : 2581-2815

https://doi.org/10.32332/annabighoh.v23i1.2993

Article Info
Article History:
Received: January 2021
Revised: April 2021
Accepted: May 2021
Published: June 2021
*
Corresponding Author:
Name: Noza Aflisia
Email: nozaaflisia@iaincurup.ac.i

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *