“Tasawuf di Indonesia : Sejarah Tasawuf dan Tokoh-Tokohnya”

658 Lihat

Dalam sejarah perkembangan tasawuf di Indonesia, sejak berdirinya
kerajaan islam pasai, kawasan Pasai menjadi titik sentral penyiaran
agama Islam ke berbagai daerah di Sumatra dan pesisir utara pulau Jawa.
Penyebaran Islam ke pulau Jawa, juga berasal dari kerajaan Pasai, terutama
atas jasa Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishak, dan Ibrahim Asmoro yang
ketiganya adalah Abituren Pasai. Perkembangan Islam di Jawa selanjutnya
digerakkan oleh Wali Songo atau Wali Sembilan. Para wali bukan saja
berperan sebagai penyiar islam, melainkan mereka juga ikut berperan kuat
pada pusat kekuasaan kesultanan. Semenjak penyiaran Islam di Jawa di ambil
alih oleh kerabat elite keraton, secara perlahan-lahan terjadi proses akulturasi
sufisme dengan kepercayaan lama dan tradisi lokal, yang berakibat
bergesernya nilai keislaman sufisme karena tergantikan oleh model spiritualis
nonreligius.

Selanjutnya, dalam aliran tasawuf di Indonesia proses tranformasi
ilmu keislaman dilakukan secara “sorongan” yang kemudian meningkat
dengan cara “bandongan” dan ”wetonan”. Dari embrio model ini kemudian
bermunculan model pendidikan Islam yang dikenal dengan pesantren dan
tarekat sebagai lembaga tasawuf. Semakin kuatnya pengaruh Mazhab Syafi’i,
maka sufisme yang dipelajari di pesantren adalah tasawuf Sunni yang
bersumber dari tasawuf Al-Ghazali.
Tokoh-tokoh tasawuf di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Hamzah Al-Fansuri
2. Nuruddin Ar-Raniri
3. Syekh Abdur Rauf As-Sinkili
4. Syekh Yusuf Al-Makasari

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *