Rahasia Mendidik Anak Zaman Now Agar Tidak Nakal Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

124 Lihat

TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU : Pro 1 RRI Tanjungpinang gelar acara rutin mingguan PARADIGMA Jumat pukul 20.00 – 21.00 wib 11 / 6 / 2021.Untuk tema yang di angkat adalah Rahasia Mendidik Anak Agar Tidak Nakal Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW.Dengan mendatangkan dua orang Narasumber Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yaitu Ibu Siti Maheren,Lc.L.Lm Dosen Bahasa Arab STAIN SAR Alumni S1 Dan S2 Sudan University,Narasumber ke dua Ibu Nadia Nela ,M.PSi Dosen PIAUD STAIN SAR Kepri.

Setiap orang tua pasti mendambakan anak anak yang shaleh dan shalehah,Anak yang shaleh dan shalehah itu di dapatkan melalui tuntunan yang di ajarkan Rasulullah SAW.

Disaat zaman Now tidak sedikit anak anak sudah bergeser nilai nilai akhlak,prilaku baik terhadap orang lain termasuk terhadap orang tua,apa sebab tidak lain adalah salah memberikan tuntunan dari orang tua.Dengan kemajuan teknologi saat sekarang ini dunia digitalisasi HP,Televisi,Fb,Instagram dan seterusnya akan memberikan pengaruh kepada anak.Oleh karna itu Nabi Muhammad memberikan banyak keteladanan yang bisa dicontoh.  berikut 12 cara mendidik anak secara Islami, sesuai tuntunan Nabi .

1.Berilah nama yang baik

Sebelum berpikir bagaimana cara mendidik anak, mulailah dengan memilih nama yang baik baginya. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan nama. Selain agar anak memiliki panggilan, nama juga merupakan doa dan harapan untuk anak. Dalam suatu hadits, diceritakan bahwa Nabi pernah mengganti nama Hazan, yang berarti kesedihan menjadi Sahal yang berarti kemudahan.

 Masih berkaitan dengan nama, Nabi juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad “Sesungguhnya kalian akan dipanggil nanti pada Hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka, perbaguslah nama-nama kalian.”

  1. Berlaku adil kepada Anak

Berlaku adil kepada sesama anak, adalah salah satu hal penting dalam mendidik anak. Jangan membeda-bedakan anak baik dari jenis kelaminnya atau bakatnya. Sebab setiap anak memiliki keistimewaan dan rezekinya masing-masing.

Di masa jahiliyah, anak perempuan dianggap aib bagi keluarga. Bahkan sampai ada kebiasaan mengubur bayi perempuan hidup-hidup. Namun ketika Islam datang, adat yang keji itu akhirnya hilang. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: “Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adil lah kamu diantara anak-anakmu.”.Bisa saja factor orng tua tidak berlaku adil kepada anak dan membeda bedakannya akan membuat anak menjadi berakhlak tidak baik seperti menjawab kata orang tua

3.Berikan kasih sayang

Aqra’ bin Habis, pemuka Bani Tamim mengaku, “Demi Allah, aku mempunyai 10 orang anak, tetapi tak satu pun kuciumi di antara mereka.” Nabi pun memandangnya dan berkata, “Barang siapa yang tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi.

  1. Tidak memisahkan anak dari ibunya

Ibu punya ikatan batin yang kuat dengan anak. Melalui sosok seorang ibu lah, anak mendapatkan pendidikan pertamanya. Jadi jangan pisahkan keduanya. Dalam suatu hadits Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda “Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat.”

  1. Memperhatikan dengan siapa anak berteman

Sebagai orang tua, sebaiknya perhatikanlah dengan siapa anak berteman. Lingkungan pertemanannya akan mempengaruhi sikap anak. Dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda: “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api.”

  1. Teruslah mendoakan anak

Tidak hanya anak saja yang punya kewajiban untuk mendoakan orang tua. Namun orang tua juga harus senantiasa mendoakan anak. Sebab salah satu doa yang diijabah oleh Allah adalah doa orang tua kepada anaknya. Sertakanlah doa sebagaimana dalam surat Al Furqan ayat 74 yang artinya: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”

  1. Kenalkan anak dengan Allah

Mengenalkan anak kepada Tuhannya adalah hal yang sangat penting. Sejak kecil, anak harus diajarkan mengenai tauhid. Namun sampaikanlah dengan penjelasan yang dapat diterima oleh anak. Dalam surah Luqman ayat 13, dijelaskan mengenai pelajaran apa yang Luqman sampaikan pada anaknya, yang artinya “Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku. Janganlah engkau memperskutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar.”

Mulailah dengan mengajarkan anak bersyahadat sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa Rasulllah bersabda “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat ‘lailaha illaallah’ Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah ‘lailaha illaallah’. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya ‘lailaha illaallah’ kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apapun, tidak akan ditanyakan kepadanya.”

  1. Ajak anak untuk berdiskusi

Salah satu bentuk orang tua yang menghargai anaknya adalah dengan mendengarkan pendapatnya. Cobalah mendengarkan anak dan ajak mereka berdiskusi. Hal ini telah dijelaskan dalam Al Quran surah As Shafaat ayat 102 yang artinya: “Maka ketika anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang Diperintahkan (Allah) kepadamu Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

  1. Perintahkan anak untuk sholat

Setelah mengenalkan anak kepada Tuhannya, ajarkan juga mereka untuk beribadah, salah satunya sholat. Biasakan anak sejak dini tentang cara berwudlu, gerakan sholat, dan bacaannya. Rasulullah bersabda: “Perintahlah anak-anakmu mengerjakan salat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan salat bila berumur sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur mereka (laki-laki dan perempuan)”.

  1. Hukuman bagi anak

Sebagimana hadits yang diuraikan diatas, tentang perintah sholat dan memukul anak, ada perlu diperhatikan dalam hadits ini adalah arti ‘pukullah’. Mayoritas ulama menafsirkan kata ‘pukullah’ ini bisa dengan arti yang lain, memarahi anak atau menegurnya pun sudah dikategorikan ‘pukullah’.

Selain itu ada yang menafsirkan bahwa ‘pukullah’ disini adalah bentuk tindakan orangtua membuat anaknya jera dan tidak mengulangi kesalahannya. Jadi hukuman yang diberikan kepada anak, sebaiknya tidak bersifat menyakiti dan dengan tujuan agar anak menyadari kesalahannya, lalu memperbaiki diri.

  1. Memisahkan tempat tidur anak

Seperti hadist yang diuraikan di atas, orangtua sebaiknya memisahkan tempat tidur anak di usia 10 tahun. Sebab di usia tersebut anak mulai memasuki masa pubertas dan mendekati usia baligh.

  1. Mengajarkan anak untuk menutup aurat

Rasulullah juga mengajarkan anak-anak dan keluarga untuk menggunakan pakaian yang disyariatkan oleh Islam. Misalnya seperti menyuruh anak perempuan dan wanita di keluarganya untuk menutup aurat. Dalam sebuah hadits Rasulullah pernah menegur Asma’ dan bersabda “Hai Asma’, seseungguhnya wanita apabila sudah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini” Rasulullah menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya.

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *