Dasar Dasar dan Prinsip Ibadah Dalam Islam

1.457 Lihat

DASAR-DASAR DAN PRINSIP IBADAH DALAM ISLAM

 

 

Oleh:

Misbahul Munir

Nim. 201606

Dosen Pengampu :

Satrio, MA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB

STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPULAUAN RIAU

TAHUN 2021

 

 

PENGANTAR

Penulis ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah, nikmat, rahmat, serta hidayah-Nya yang telah diberikan kepada penulis, sehingga dengan itu semua penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “DASAR-DASAR DAN PRINSIP IBADAH DALAM ISLAM”. Shalawat dan salam senantiasa diucapkan buat baginda Rasulullah SAW.

Penulis ucapkan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan arahan dan bimbingan yang berguna bagi pengetahuan penulis dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

Penulis telah berusaha sebaik mungkin dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah ini, namun penulis juga menyadari ada banyak kekurangan pada diri penulis dan itu berdampak pada banyaknya kekurangan yang ada pada penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, untuk itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat konstruktif bagi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini.

Tanjungpinang,  23 Desember 2021

Penulis

MISBAHUL MUNIR

DAFTAR ISI

 

PENGANTAR ……. i

DAFTAR ISI …….. ii

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………….1

BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………..3

BAB III PENUTUP …………………………………………………………..12

Daftar Pustaka…………………………………………………………………13

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Ibadah kepada Allah SWT merupakan sarana utama untuk mencapai Ridho-Nya. Manusia diciptakan di muka bumi mengembankan tugas untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Al-baqarah ayat 21 yang berbunyi: “Hai Manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS Al baqarah ayat 21). Kehidupan manusia di dunia merupakan anugerah dari Allah swt dengan segala pemberiannya, manusia dapat mengecap segala kenikmatan yang bisa dirasakan oleh dirinya tetapi dengan anugerah tersebut kadangkala manusia lupa akan Dzat Allah swt yang telah memberikannya. Sebab itu, manusia harus mendapatkan suatu bimbingan sehingga di dalam kehidupannya dapat berbuat sesuai bimbingan Allah swt atau memanfaatkan anugerah Allah SWT. Hidup yang dibimbing oleh syari’ah akan melahirkan kesadaran untuk berperilaku yang sesuai dengan tuntuan Allah swt dan Rasul Nya, salah satu cara untuk mencapai tuntunan tersebut adalah dengan. beribadah. Era kehidupan yang terus berkembang sangat dinamis, membutuhkan tuntunan yang mengarahkan dan menyadarkan perilaku manusia untuk lebih dekat dengan kehendak Sang Maha Kuasa.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa saja dasar ibadah dalam islam?
  3. Apa prinsip-prinsip ibadah dalam islam?
  4. Tujuan Pembahasan
  5. Untuk mengetahui dasar ibadah dalam islam
  6. Untuk mengetahui prinsip-prinsip ibadah dalam islam

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Dasar-Dasar Ibadah dalam Islam

Dasar ilmu Fiqih Ibadah adalah yakni al-Qur’an dan as-Sunnah al-Maqbulah. As-Sunnah Al-Maqbulah artinya sunnah yang dapat diterima. Dalam kajian hadis sunnah al-Maqbulah dibagi menjadi dua, Hadis Shahih dan Hadis Hasan. Hal ini disandarkan pada hadis Bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Aku meninggalkan untukmu dua perkara, kamu tidak akan tersesat jika berpegang pada keduanya, yakni: Kitab Allah (al-Qur’an) dan Sunah Nabi.

Banyak sekali ayat al-Qur’an yang berbicara tentang perintah beribadah, diantaranya surah al-bayyinah ayat 5. Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

  1. Prinsip-Prinsip Ibadah dalam Islam

Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang kelompok sebagai sebuah berasal dari bahasa arab yakni ‘abada-ya’budu-‘abdan wa ‘ibadatan yang artinya menyembah, merendah diri, tunduk, patuh, taat, menghina diri dan memperhambakan diri kepada sesuatu. Sedangkan secara terminologi islam (istilah) berarti taat, tunduk, patuh dan merendah diri kepada Allah S.W.T.

Ibnu Taimiyah (syaikhul islam) pernah memberi batasan, “.Segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah“ كل شيء أحبة الله وارتضاه

Ada beberapa prinsip dalam ibadah yaitu sebagai berikut :

  1. Ada perintah

Adanya perintah merupakan syarat sahnya suatu ibadah. tanpa perintah, ibadah merupakan sesuatu yang terlarang, dalam sebuah kaidah diungkapkan: “Asal mula ibadah itu terlarang, hingga ada ketentuan yang memerintahkannya”

  1. Tidak mempersulit (Adamul Haraj)

Prinsip ini didasarkan kepada firman Allah yang artinya: Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki Kesukaran bagimu.

  1. Menyedikitkan beban (Qilatuttaklif)

Prinsip ini didasarkan kepada firman Allah yang artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

  1. Ibadah hanya ditujukan kepada Allah Swt.

Prinsip ini merupakan konsekuensi pengakuan atas kemahaesaan Allah Swt, yang dimanifestasikan sesorang muslim dengan kata kata (kalimat tauhid) La ilaha Illallah.

  1. Ibadah tanpa perantara

Ibadah harus dilakukan oleh seorang hamba Allah tanpa melalui perantara, baik berupa benda, binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun manusia. Adanya perantara dalam beribadah bertentangan dengan prinsip tauhid dan beribadah hanya kepada Allah semata. Hal ini dimaksudkan agar ibadah jauh dari perbuatan syirik. seseorang hamba benar-benar murni dan jauh dari perbuatan syirik.

  1. Ibadah dilakukan secara ikhlas

Ikhlas artinya murni, tulus, tidak ada maksud dan tujuan lain selain hanya kepada Allah. Ikhlas dalam beribadah berarti beribadah tanpa merasa terpaksa, melainkan benar-benar murni untuk menunaikan perintah Allah Swt.

  1. Keseimbangan Jasmani dan Rohani

Sesuai dengan kodratnya bahwa manusia itu makhluk Allah yang terdiri atas jasmani dan rohani, maka ibadah mempunyai prinsip adanya keseimbangan diantara keduanya, Tidak hanya mengejar satu hal lalu meninggalkan yang lainnya, atau sebaliknya, akan tetapi keseimbangan antara keduanyalah yang harus dikerjakan.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dasar ilmu Fiqih Ibadah adalah yakni al-Qur’an dan as-Sunnah al Maqbulah. As-Sunnah Al-Maqbulah artinya sunnah yang dapat diterima. Dalam kajian hadis sunnah al-Maqbulah dibagi menjadi dua, Hadis Shahih dan Hadis Hasan. Hal ini disandarkan pada hadis berikut;

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتابالله وسنة نبيه

Bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Aku meninggalkan untukmu dua perkara, kamu tidak akan tersesat jika berpegang pada keduanya, yakni: Kitab Allah (al-Qur’an) dan Sunah Nabi.

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *